Jakarta, kota yang ngga pernah tidur, mungkin benar adanya. Ini berlaku juga buat keragaman kuliner Jakarta. Salah satu jalan di Jakarta Pusat yang cukup ramai dengan keragaman kuliner adalah Jalan Sabang. Yup, lokasinya yang dekat dari kantor saya, membuat Jalan Sabang jadi salah satu meeting point favorit. Baru-baru ini saya dan beberapa teman lama, yang dulu seprofesi sebagai reporter, berkesempatan reuni kecil. Berdasarkan rekomendasi sana-sini, kami bertemu di Rumate. 

Rumate, tidak lain adalah tempat kuliner yang dipunyai oleh Pak Bondan Winarno yang terkenal dengan tagline "maknyus". Bertempat di Jalan Haji Agus Salim No.18 (jalan Sabang dekat lampu merah arah Wisma Antara), dari luar Rumate memang sedikit menyempil atau kurang mencolok. Dengan dominasi warna merah, Rumate bisa dibilang menyajikan suasana yang sangat sederhana, pengunjung bisa menikmati hidangan berjam-jam dengan sangat nyaman di meja kursi kayu sederhana yang dicat putih, merah dan cokelat. Buat kamu yang ingin merokok, bisa memilih duduk di luar, sedangkan buat kamu yang ingin lebih nyaman, bisa memilih duduk di bagian dalam. 

Sekarang kita ke menu yang disajikan di Rumate. Menunya cukup klasik dan Indonesia. Kenapa klasik, karena bukan menu "nyeleneh" ala anak muda dan nama-nama makanannya juga sederhana saja. Sebut saja kopi tetes Vietnam, pilihan teman saya. Jujur saya bukan penyuka kopi macam ini, cuma saya suka dengan penyajiannya yang unik. Ada juga pilihan minuman klasik lainnya, seperti Saparella, minuman dengan sarsaparila yang enak dinikmati dengan es batu. Minuman ini ternyata diproduksi di Jawa Tengah, pantas saja saya sering ditawari ini saat berkunjung ke Jogjakarta beberapa waktu lalu. Pilihan minumannya juga masih banyak lagi, salah satu yang saya pilih hampir setiap kali kulineran, apalagi kalau bukan es teh tarik. Lagi-lagi saya suka dengan penyajian teh tariknya. Buihnya menggoda sekali.

Lalu kita ke menu makanan. Sejujurnya banyak menu utama yang menarik hati, ada nasi ulam betawi, nasi ulam dendeng, dan nasi ulam ayam goreng. Ada juga pilihan menu nasi hainan, rendang, dendeng, soto Padang, nasi bakar cakalang dan ayam lengkeuh. Asli nih kalau saya mampirnya bukan malam, pasti mencoba nasi bakar cakalang. Kenapa? Soalnya, saya sempat melirik pesanan meja di sebelah kami duduk yang pesan makanan itu, hmmm aromanya mengoda sampai meja kami hahaha. Berhubung kami bertemu juga sekitar jam delapan malam, jadilah kami memesan cemilan, seperti roti butter, lumpia Jakarta, dan ketan bumbu. Ketan bumbunya juara! Disajikan hangat dan suka banget sama suwiran ayamnya yang banyak, plus bumbu bubuknya. Awalnya saya pesan ini untuk dimakan bersama, tapi ternyata saya paling banyak menghabiskan ketan ini.


Buat kamu yang mau nongkrong sampai jam dua pagi, Rumate pas buat pilihan. Lokasinya yang di pusat kota juga membuat saya ngga khawatir pulang dari sini.