Inside Out : perlu sedih, marah, takut dan bingung biar hidup lebih bahagia dan berwarna

Tidak pernah ada yang namanya moment bahagia. Anda setuju atau tidak? Berangkat dari film terbaru produksi Disney Pixar, Inside Out, pada kenyataannya tidak pernah ada yang 100% menunjukkan manusia dalam kondisi bahagia seutuhnya. Film Inside Out becerita tentang 5 perasaan yang ada di dalam tubuh manusia, yaitu Joy (bahagia, Amy Poehler), Fear (takut, Bill Hader), Anger (marah, Lewis Black), Disgust (jijik, Mindy Kaling) dan Sadness (sedih, Phyllis Smith). Lima perasaan ini ada di dalam tubuh kita sejak kita terlahir ke dunia dan ikut berkembang bersama kita. Mereka tinggal di sebuah tempat yang disebut dengan Headquarter, yaitu pusat kendali pikiran membimbing kita dalam kehidupan sehari-hari.

Film Inside Out sendiri lebih banyak menceritakan lima perasaan yang ada di dalam diri Riley, seorang gadis belia, yang baru saja pindah rumah bersama keluarganya ke San Fransisco. Riley pun belajar menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Joy sebagai pemimpin Headquarter merasa bertanggung jawab menjaga perasaan Riley dengan perasaan bahagia. Padahal dalam kenyataannya, ada hal-hal yang menjijikan atau mungkin membuat khawatir Riley. Ini terlihat saat Riley mencoba kuliner baru di sekitar rumahnya, pizza brokoli, yang membuat Riley sedikit mengernyitkan keningnya dan tentu saja menolak pizza itu. Sementara itu, di dalam diri Riley, Joy berusaha membuat hati Riley selalu happy atau bahagia. Sadness yang belakangan ingin ikut terlibat, sengaja dijauhkan Joy dari papan kendali perasaan. Kekacauan terjadi saat core memories atau memori-memori inti Riley terbawa keluar Headquarters dan sebagian diantaranya menjadi biru atau menjadi kenangan yang menyedihkan. Kondisi makin kacau, karena Joy dan Sadness mengembalikan momeri-memori inti Riley.

Petualangan pun dimulai, Joy tetap pada keyakinannya bahawa Riley harus bahagia. Dalam perjalanannya, Joy menemukan bahwa kebahagiaan dan memori-memori indah itu mulai berjatuhan dan hilang. Headquarter tanpa Joy, membuat Riley menjadi sosok yang pendiam, takut, khawatir dan pemarah. Riley bahkan ingin kembali ke kota lamanya. Tapi keyakinannnya Joy tidak hilang, Riley harus bahagia!

Menurut sang sutradara Pete Docter dan sang produser Jonas Rivera, dibutuhkan waktu 5 tahun untuk menyelesaikan Inside Out. Tim mereka bahkan kadang merasakan kejenuhan dalam penggerjaannya. Tapi keinginan untuk mempelajari semua karakter orang, kekuatannya, dan cara menghadapinya, membuat Pete dan Jonas “bergelut” dengan tim Disney Pixar.

Dari sisi cerita, Inside Out punya bobot yang agak berbeda dengan film animasi anak-anak lainnya. Inside Out tidak saja menarik perhatian anak-anak karena warna-warni karakter didalamnya yang atraktif, tapi dipastikan menarik perhatian orang tua karena membawa pesan tentang bagaimana menghadapi anak-anak yang tengah berkembang. Kalau Anda pernah menonton Monster Inc dan Up, film Inside Out punya karakter film yang kurang lebih sama.

Intinya film ini ingin menyampaikan, tidak ada yang namanya bahagia selamanya, karena perlu ada kesedihan, kemarahan, ketakutan dan kebigungan untuk membuat hidup kita bahagia dan berwarna.


Untuk Anda yang ingin mengisi waktu dengan buah hati Anda, film Inside Out bisa menjadi pilihan di akhir minggu ini.