Nasi goreng itu enaknya di makan pas kapan? Mungkin ada yang biasa makan nasi goreng buat sarapan atau makan malam. Kalau buat gw, nasi goreng pas di makan saat kelaperan banget, banget, banget! Yup, kebiasaan jelek kalau sudah laper, apsti yang kepikiran nasi goreng, seperti malam minggu kemarin, makanny pilih Nasi Goreng Mafia yang ada di Pondok Kelapa. Tempat persisnya ada di seberang Ayam Kremes Bu Lis.

Sebenarnya gw sudah pernah dengar soal Nasi Goreng Mafia. Awalnya, gw pernah diminta mengajak teman-teman media ke tempat makan ini, tepatnya yang ada di Tebet. Harus diakui rasa nasi goreng disini agak beda dengan nasi goreng mainstream. Dengan tagline "Nasi Goreng Rempah No.1 di Indonesia" memang nasi goreng yang disajikan cukup kuat rasa rempahnya. Salah satu yang gw coba adalah nasi goreng bandit. Nasi goreng Bandit dimasak dengan campuran potongan ayam dan menonjolkan rasa kunyit. Sebagai toping tambahan, gw pilih telur dadar dan kerupuk putih. Rasanya tidak mengecewakan dan porsinya besar. 

Selain nasi goreng Bandit, ada juga menu-menu lainnya yang unik, seperti nasi goreng, Preman, Triad, Yakuza, Gangster, Badboyz, Brandal dan God Father. Selain God Father yang rasanya manis karena diolah dengan kedelai pilihan, menu nasi goreng yang ada di Nasi Goreng Mafia ini bisa dipesan dengan berbagai level kepedasan. Levelnya mulai dari level menyenangkan alias tidak pedas, kemudian menggoda, menyesakkan, merisaukan, menyesal dan mematikan. Itu adalah level mulai dari 1 cabai hingga 5 cabai. Nyatanya, tanpa tambahan cabai saja, gw sudah kepedasan. Maklum gw bukan yang terlalu suka pedas. 

Tidak cuma varian nasi goreng, tempat ini juga punya menu mie goreng, yaitu mie goreng God Father dan Triad. Keduanya bisa juga dipesan dengan level kepedasan, hanya saja mie goreng God Father memang sudah punya basic rasa manis dari kedelai, sedangkan Triad pedas dari basic cabai merah. 

Nah, buat ekstra toping, konsumen bisa memilih mulai telur goreng, sate usus, sosis, lenggang kikil dan masih banyak lagi variasinya. 

Buat penyuka pedas, nasi goreng Mafia ini jelas jadi rekomendasi pilihan tempat makan. Buat yang penasaran, boleh kok dicoba, pelan-pelan saja pilih levelnya. Happy kulineran! 




#kulinernyabastina #nasigoreng #friedrice #nasigorengmafia 
Ramen, Udon, dan Soba, 3 jenis mie Jepang yang belakangan sering menghiasi berbagai timeline sosial media. Yup, ngga sedikit orang Jakarta yang sepertinya makin terbiasa menyantap makanan ini. Gw termasuk salah satu orang yang juga mulai terbiasa dan pengen mencicipi lebih banyak. Ini bukan karena trend, maklum kalau ikutan trend pasti kantong gw makin cepat tipis, tapi gw memang penyuka mie, terutama mie asal Indonesia.

Nah, karena di awal gw udah sebutkan 3 jenis mie Jepang, sekarang mau cerita dikit soal 3 mie itu. Ramen adalah mie Jepang yang ternyata bukan asli Jepang. Ramen adalah mie yang diadaptasi dari Cina, bentuknya tipis dan biasanya disajikan dengan kuah kaldu melimpah. Udon adalah mie asli Jepang yang terbuat dari tepung terigu, bentuknya agak tebal, bisa disajikan secara panas maupun dingin. Terakhir, soba yang juga berasal dari Jepang, dibuat dari tepung gandum, berukuran tipis seperti ramen dan disajikan dingin.

Cukup infonya, sekarang gw mau cerita pengalaman makan udon di tempat yang cukup happening di Jakarta. Namanya Marugame Udon & Tempura. Dimana bisa menemukan Marugame Udon & Tempura? Jawabannya hampir di mall mana saja, diantaranya Mall Grand Indonesia, Kota Kasablanka dan Summarecon Mall Bekasi. Menu and alamnya tentu saja udon dan tempura. Ada 7 variasi menu udon yang ditawarkan, salah satunya yang pernah gw coba yaitu Niku Udon dan On Tama Udon. Untuk menu tempuranya juga beragam, seperti Ebi Tempura, Tori Tempura, Skewered Tofu Roll, dan lain-lain. Selain menu ini, ada juga variasi menu nasi, seperti Beef Curry Rice, Tendon Seafood Rice, dan lainnya.

Dari semua menu, gw baru mencoba 2 menu, Niku Udon dan On Tama Udon. Dua-duanya sukses di perut aka enak. Niku Udon adalah udon dengan lembaran daging sukiyaki dan bukake dashi soup. Sedangkan On Tama Udon adalah udon yang disiram bukake dashi soup dengan telur setengah matang. Gw sebenarnya kurang suka sama makanan apapun yang disajikan dengan telur setengah matang. Tapi, kali ini gw penasaran sama buat coba, karena tartarik sama tampilan On Tama Udon yang cakep. Sempat takut ngga doyan juga, apalagi telur setengah matangnya dibuka di depan gw. Ini namanya membiasakan diri dengan hal baru. Whooolaaaa rasanya endeeees alias enak. Kuning telurnya meleleh menyatu dengan kuah panas dan membuat terasa makin gurih. Biar tambah enak, tambahkan bubuk cabai kering dan taburan wijen.

Dari 2 menu yang sempat gw coba,gw jatuh cinta sama tekstur udonnya yang lembut tapi tetap kenyal. Porsinya juga pas, ngga terlalu besar, tapi juga ngga terlalu kecil untuk seporsi udon seharga di kisaran Rp 50.000,-. 

Untuk tambahan juga, kita bisa pilih macam-macam tempura. Rekomendasi gw pilih Ebi Tempura dan Tori Tempura. Ebi Tempura adalah udang tempura, sedangkan Tori Tempura dibuat dari potongan ayam. Potongan udang dan ayamnya dijamin memuaskan dan kres, kres, kres alias krispi alias kriuk banget. Waduh gw sampai ngiler membayangkan makan di Marugame Udon & Tempura lagi hehehe.

Tips makan di Marugame Udon & Tempura cuma 1, jangan kalap. Rasanya pasti kepingin nambah macam-macam tempura buat teman makan udon. Coba pilih 1 atau 2 saja, karena dijamin udonnya padet dan bikin kenyang perut. 

 

#MarugameUdon #udon #kulinernyabastina