Happy weekend, mau kulineran kemana hari ini? Gw belum terpikir mau jelajah apa, tapi pagi ini mau cerita soal Nasi Gandul khas Pati. Awalnya, gw kenal makanan ini karena diajak makan siang sama HRD Manager di tempat gw kerja. Mungkin beliau ada misi khusus atau cuma misi traktor aja, ngga apa-apa karena kebetulan gw terbuka untuk urusan ditraktir #eeeaaa

Nasi Gandul ini konon khas Pati, sebuah daerah yang di Jawa Tengah. Gw juga kurang paham kenapa namanya nasi gandul. Menurut Wikipedia, dulunya penjual nasi ini menjajakan dagangannya dengan cara memanggul dengan bambu, jadi namanya Nasi Gandul. Sepintas Nasi Gandul terlihat seperti soto atau sop, tapi setelah gw tanya ke penjualnya, nasi gandul ya namanya memang gandul dan merupakan nasi dengan kuah khas dengan kekentalan antara soto dan sop. Nasi Gandul disajikan selalu di atas daun pisang, terdiri dari nasi putih dengan irisan-irisan tipis daging sapi berwarna cokelat tua, yang disiriam kuah dengan rasa manis gurih, dan pada bagian atas ditaburi bawang goreng. Sebagai pelengkapnya, nasi gandul enak disantap dengan aneka gorengan, misalnya jerohan, sate telur puyuh, perkedel kentang, atau telur dadar. Waaaah jadi kepingin makan lagi. 

Kemarin, gw makan Nasi Gandul di Jalan Sabang Jakarta Pusat. Kalau Anda ke jalan Sabang, lihat saja sekitar toko Duta Suara atau Seven Eleven, nah tempatnya tidak terlalu jauh dari situ. Warungnya memang agak kecil, tapi cukup nyaman untuk menikmati makan siang. Untuk harga, 1 porsi Nasi Gandul dihargai Rp 13.000,- dan jerohan mulai dari Rp 6.000,-. Untuk minuman standar saja, pilih es teh manis atau air putih. Buat yang pengen kulineran nasi ini, monggo dicek dulu penampakannya. Selamat makan.


#NasiGandul #kuliner #kulinernyabastina #kulinerindonesia #IndonesiaKerenBanget

 Apa makan malam kamu? Berhubung lagi pengen banget dapet kehangatan, sebenernya pengen pelukan aja, malam ini gw pilihnya ramen aja. Namanya Ramen Goma yang ada di belakang Sarinah, ga jauh dari kantor. Sebenernya selain ramen, ada martabak Boss juga, tapi kapan-kapan ya gw ceritain soal martabak boss-nya.

Ramen apa yang gw pilih malam ini? Hmmm Tempura Ramen. Kenapa? Karena terbujuk sama gambar Tempura Udangnya yang besar dan kenyataannya benar adanya hehehe. Di Goma Ramen, kita bisa memilih mau ukuran besar atau kecil dan level kepedasan dari 1 s/d 4. Sudah pasti gw pilih ukuran kecil dan ngga pedes, maklum lidah djowo tapi pengen banget nge'Ramen. Kembali ke ramen pilihan gw, Tempura Ramen ukuran kecil, buat gw ukuran ramen yang kecil ini sudah cukup, kuah kaldunya punya kental yang pas dan agak pedas untuk ukuran level nol. Tempura udangnya ada 2 per porsi dan besar-besar. Biar makin endeeeesss, coba taburin wijen dan bubuk cabai di atas ramen. Hmmm pas yummy. 

Selain Tempura Ramen, ada beberapa pilihan ramen yang bisa dipilih seperti Gindara Ramen dan Curry Ramen, plus beberapa pilihan ramen lainnya. Ada juga sushi dan pilihan snack lainnya. Kalau buat gw, ke sini cocoknya cuma buat ramen, sushi dan sejenisnya masih cocok sama tempat lain. Soal harga, lumayan menguras kantong juga, tapi cukup wajar. Ramen ukuran kecil harganya Rp 54.000,- dan besar Rp 64.000,-. Harga ramen juga tergantung dari menunya. Untuk venue, Goma Ramen memang agak kecil. Tempat ini punya 2 lantai dengan jumlah meja kursi yang ngga terlalu banyak. Agak kurang nyaman untuk berlama-lama dan agak sepi di lantai atas, karena tidak ada audio yang menemani. Ada TV di lantai atas, tapi gw juga kurang berminat buat nonton, karena emang tujuannya datang buat makan bukan? Monggo yang mau cobain ramen dan di dekat Sarinah Thamrin, tempat ini bisa jadi pilihan kok.

 

#GomaRamen #ramen #tempura #kulinernyabastina 
Yuhuuuuu long weekend kemana aja? Selain memperingati Paskah, liburan singkat nan sibuk ini gw isi dengan berkuliner ria. Kebetulan my hubby lagi ultah, jadilah kita manfaatkan makan di Sushi Tei, lumayan dapet sushi birthday gratis hehehe. Tapi, kali ini bukan mau cerita sushi ya, karena pasti udah banyak yang nulis soal resto sushi yang memang hiiiiitz se-antero jagat raya.

Gw mau cerita pilihan cuci mulut aja ya. Abis makan sushi, biasanya kita makan biskuit ice cream yang ada di resto yang sama. Nah, kali ini kita cobain ice cream yang bentuknya mirip terompet. Oiya, weekend ini kulineran kita ke Kota Kasablanka ya. Pilihan ice cream unik ini ada di lantai paling dasar, di lantai yang sama dengan Carefour. Awalnya, gw juga ngga mencari tempat ini, keliling-keliling eh kok ketemu satu gerai kecil dengan antrian mengular. Karena kita kepo ya, ikutlah my hubby mengantri yang tidak lain gerai bernama "Jeju Ice Cream".

Jeju Ice Cream adalah gerai makanan yang menjual ice cream dengan cone unik mirip terompet. Tekstur cone agak lebih keras dibandingkan cone ice cream biasanya dan punya rasa mirip cemilan Chiki, hanya saja less MSG hehehe. Untuk ice cream ya ada 3 rasa, yaitu cokelat, strawberry, dan vanilla. Saat beli tadi, cuma ada 2 rasa cokelat dan strawberry. Kita bisa beli rasa campur atau 1 rasa saja. Gw jelas beli rasa campur. Jadi ice cream dimasukkan ke lubang cone tadi dan menyatu didalamnya. Sebagai hiasan, ada bagian atas ice cream diberikan toping flakes berwarna-warni.

Gimana dengan rasa ? Hmmmm menurut Nadine, anak gw, enak. Menurut gw dan hubby, biasa saja. Cone-nya kurang lembut dan rasa ice creamnya standar saja dan cepat mencair. Buat anak kecil seperti Nadine, harus dibantu makannya biar cepat dan ngga terkena lelehan ice creamnya. Untuk sensasi dan trend, bolehlah dicoba. Harganya juga masih bersahabat, hanya Rp 18.000,- per ice cream. 

Menurut my hubby, ada gerai serupa di  Plaza Semanggi. Hmmm mungkin suatu saat bakal gw cobain, biar bisa dijadikan pembanding rasa saja. #kuliner #icecream #jejuicecream #KotaKasablanka #kulinernyabastina #kulinerjakarta