It’s a hard knock life for us ... It’s a hard knock life for us ...

Itulah curahan hati Annie, seorang anak yatim piatu, yang tinggal bersama seorang induk semang yang ketus. Annie tidak sendirian, bersama teman-temannya, Annie bertahan dan melalui hari-harinya dengan rasa optimis. Berbekal catatan di sebuah kertas, di hari-hari tertentu, Annie sengaja mendatangi sebuah restoran yang konon menjadi tempat terakhir orangtuanya meninggalkannya. Meski dari ke hari Annie tidak kunjung menemukan orangtuanya, ia tak pernah berhenti menunggu. 

Nasib Annie mendadak berubah setelah ia secara tidak sengaja diselamatkan oleh calon walikota New York, Will Stacks. Secara kebetulan ada seorang warga yang merekam kejadian itu dan mengunggahnya ke dunia maya. Secara mengejutkan, video ini populer dan merubah image Will dari sosok yang negatif menjadi posituf. Will yang tengah mencari cara menaikkan elektabilitas pun memanfaatkan momen ini. Ia mengagkat Annie sebagai anak asuhnya selama masa kampanye.

Selama Annie tinggal bersama Will, banyak hal yang tidak terduga yang muncul. Will tidak saja melihat Annie sebagai kesempatan emasnya, tapi ia tersentuh dengan Annie yang ternyata tidak mampu membaca dan mengetuk pintu hatinya. Diam-diam Will jatuh cinta dengan Annie dan ingin mengasuhnya sebagai anak angkat sesungguhnya. Tapi, niat ini tak berjalan mulus, karena ada kepentingan politik dibalik semua ini. Berhasilkah Will dan Annie menjadi sebuah keluarga ?

Film Annie ini adalah film musikal yang diadaptasi dari buku berjudul ‘Little Orphan Annie’ karya Harold Gray di tahun 1924. Annie dibuat dalam versi layar lebar di tahun 1982, dan dimainkan di Broadway pada tahun 1977. Di tahun 2014, Annie kembali dihadirkan ke layar lebar dengan pemain-pemain besar sebagai pemerannya. Sebut saja JamieFoxx sebagai Will Stacks, Quvenzhané Wallis sebagai Annie, Cameron Diaz sebagai induk semang, dan Rose Byrne sebagai Grace.

Rasanya tidak perlu membandingkan versi yang lama dan baru, semuanya membawa soul yang sama gregetnya. Di versi Annie yang terbaru, suasana dibuat sangat modern, mulai dari waktu, backround, dan kondisinya juga sangat kekinian. Annie digambarkan sangat anak-anak masa sekarang, yang familiar dengan transportasi seperti sepeda, bis sekolah hingga kereta bawah tanah. Sosok calon Walikota Will Stacks, juga dgambarkan sebagai seorang pemilik perusahaan selular terbesar di Amerika. Uniknya, kali ini tokoh Annie diperankan oleh aktris cilik berkulit hitam. Konflik dan drama sebagai seorang anak kecil yang merindukan sosok orangtua sangat kuat di film ini. Dikemas tidak terlalu sedih, tapi sangat menyentuh.

Tidak hanya jalan ceritanya yang menyentuh, lagu-lagu di film ini juga membawa rasa keceriaan yang fresh. Lagu-lagu seperti “Tommorow” atau “It’s Hard Knock Life” sedikit banyak membawa kita kembali ke masa-masa kecil. Apalagi saat scene Annie menyanyikan “Tommorow”, rasanya ingin bergandengan tangan bersamanya dan menyanyi bersama. Fresh dan menyenangkan, meski film ini punya pesan tersendiri. Film arahan sutradara Will Gluck ini, sebenarnya agak terlambat masuk ke Indonesia. Seharusnya film ini mulai tayang akhir tahun lalu bertepatan dengan liburan natal. Tapi, tidak ada kata terlambat ya untuk mengajak keluarga menyaksikan film ini di awal tahun. Dijamin akan membawa rasa fresh tersendiri.

*dengerin juga info film-film terbaru di 89.6 FM I Radio Jakarta dan www.iradiofm.com