"Tidak peduli apa pendapat orang tentangmu, asalkan kamu tau apa yang kamu perbuat" . Ini adalah salah satu dialog yang diucapkan Tom Hanks di film Bridge of Spies. Film arah sutradara Steven Speilberg yang bercerita tentang seorang pengacara Amerika bernama James Donovan, yang diminta membela dan membuat citra hukum Amerika baik adanya di mata Uni Sovyet dan dunia. Tapi apa yang harus dilakukan James bukan perkara mudah, karena ia harus memberikan pembelaan untuk seorang mata-mata Uni Sovyet. Berlatar belakang perang dingin, dimana ada perselisihan sengit antara Amerika dan Uni Sovyet, James pun harus beurusan dengan pandangan miring masyarakat Amerika. Keluarga James pun mendapatkan teror.

Saat memberikan pembelaan untuk mata-mata Rudolph Abel (Mark Rylance), James sempat kalah di persidangan. Abel tetap didakwa melakukan tindakan spionase. Atas usaha James, Abel dihukum 30 tahun penjara dan membujuk hakim untuk tidak memberinya hukuman mati. Tindakan James makin menyulut kebeciaan masyarakat Amerika.

Pada waktu yang sama, seorang pilot CIA, Francis Gary Powers, ditangkap oleh pihak Uni Sovyet. Lagi-lagi James terseret dalam rumitnya perselisihan dingin. Ia diminta untuk membantu pertukaran tawanan Abel dengan Gary. Masalahnya, pemerintah Amerika seperti tidak mau campur tangan dengan pertukaran ini. Pemerintah Amerika hanya menginginkan warga negaranya kembali, tidak peduli dengan keselamatan dan kenyamanan James. Kondisi makin pelik, karena James menemukan ada 1 lagi warga negara Amerika yang menjadi tawanan dan dituduh menjadi spionase Amerika.

Kejeniusan Steven Speilberg dan Tom Haks kembali teruji di film yang terinspirasi dari kisah nyata ini. Bridge of Spies berhasil menginterpretasikan kisah yang rumit dalam satu bentuk film yang mudah dipahami, bahkan dengan bumbu humor yang tersirat lewat dialog-dialog cerdas. Film berdurasi sekitar 2,5 jam ini sempat membuat penonton berpikir diawalnya, namun alur yang mengalir membuat penonton merasakan kegalauan hati seorang James Donovan, mulai dari rasa bimbang saat harus melakukan pembelaan, rasa kemanusiaannya akan nasib mereka yang dituduh sebagai spionase, tapi juga rasa sayang dan romantis James pada keluarganya.

Brigde of Spies bisa dibilang sebagai film yang sangat menginspirasi dan mengingatkan kita bahwa “Setiap orang berhak mendapatkan pembelaan, karena setiap orang berharga”.

Film Brigde of Spies :

Produser: Steven Spielberg, Marc Platt, Kristie Macosko Krieger
Sutradara: Steven Spielberg
Penulis cerita: Matt Charman, Ethan Coen, Joel Coen
Pemain: Tom Hanks, Mark Rylance, Austin Stowell, Will Rogers, Amy Ryan, Alan Alda, Sebastian Koch, Scott Shepherd
Produksi: Touchstone Pictures, Fox 2000 Pictures, DreamWorks Picture, TSG Enterteinment

Distributor: 20th Century Fox
Pernah ngga Anda merasa bingung mau makan apa, saat diajak ketemuan bersama teman atau kolega di food court sebuah mall? Saya pernah! Beberapa food court di beberapa mall di Jakarta hampir punya karakteristik jenis makanan yang sama. Sebut saja beberapa jenis makanan, seperti fried chicken, bakso dan mie, crepes, steak, ramen, ataupun aneka sajian fast food lainnya, hampir dipastikan ada di food court. Dari semua itu, saya punya pilihan andalan yang sering saya jadikan pilihan. Namanya Mie Tarik Laiker. Pertama kali kenal mie tarik Leiker ini di food court Mall of Indonesia. Beberapa food court seperti di Grand Indonesia dan Senayan City,  juga menyediakan mie tarik Laiker.


Khusus di Plaza Indonesia, Mie Tarik Laiker. ini ternyata punya tempat sendiri, adanya di lantai 5. Menu pilihan saya setiap kali ke sini adalah mie tarik saus cream Italia. Dari namanya saja sudah paham ya, mie ini adalah mie rebus yang disajikan dengan saus krim, dengan toping sosis ayam dan udang rebus, plus sayur selada sebagai pemanis. Di beberapa tempat, mie tarik saus krim Italia ini disajikan di piring besar, karena memang porsinya cukup besar. Tapi di Plaza Indonesia, semua menu disajikan di mangkok. Porsinya tetap besar meski disajikan berbeda. Soal rasa, saya suka gurih manis sausnya, Sosisnnya juga enak dan udangnya juga besar-besar. Selain mie tarik saus krim Italia, salah satu menu yang saya rekomendasikan adalah mie tarik kari ayam. Menu ini disajikan dengan kuah kari yang kental, dengan toping potongan ayam, telur ayam, tahu dan emping goreng. Rasa karinya tidak terlalu medok, jadi tidak membuat kita yang memakannya merasa eneg. Buat saya yang ngga terlalu suka rasa yang kuat, saya lebih suka dengan mie tarik saus krim Italia. 


Untuk harga, mie Tarik Laiker ini masih sesuai kantong kok. Harganya berkisar Rp 40.000,- tiap porsinya. Untuk ukuran yang menurut saya agak jumbo, harga ini cukup masuk akal. Jadi ngga perlu bingung kan mau makan apa saat ketemu food court? 

*tunggu ya rekomendasi kuliner lainnya yang bisa Anda pilih di food court*

#foodcourt #mie #mietarik #mietarikleiker #kulinerjakarta #kulinernyabastina 
Belakangan ini merasa cuaca di Jakarta lebih panas ngga sih? Weekend kemarin rasanya ngga mau keluar rumah, kalau memang tidak ada yang penting. Namun, akhirnya ngga tahan juga sama cuaca di Jakarta dan jadilah saya mencari tempat adem yang bikin tenggorokan adem. Pas banget suami punya ide ke Magnum Cafe di Grand Indonesia. Bukan tempat baru, tapi kenyataannya sesampainya disana tetap loh antri. 


Begitu masuk ke dalam Magnum Cafe, ternyata kondisinya tidak terlalu berbeda saat saya dan suami ke sini, sekitar 3 tahun lalu. Konsumen masuk melewati karpet merah menuju ke cafe, dengan etalase mewah di bagian depan cafe. Nadine, anak saya, cukup takjub dengan design-nya, katanya bagus. Design cafe-nya juga masih sama, masih didominasi warna cokelat dan putih dengan beberapa ornamen bertuliskan tentang cokelat.

 #WaffleDeAntwerp

Kami duduk di sebuah meja kecil dengan 2 kursi kayu berwarna cokelat dan Nadine duduk di sofa. Kami cuma pesan 2 menu, Waffle de Antwerp Petite dan Fondue du Desir untuk ice cream-nya, juga Frites de Brussels untuk cemilannya. Waffle de Antwerp Petite, waffle yang disajikan satu magnum cokelat, dengan siraman saus cokelat dan sirup buah ceri. Ice cream-nya bisa di-up size jadi 2, istilahnya grande. Berhubung ini menu pilihan suami, saya tidak banyak cicip. Waffle-nya enak, ngga terlalu manis. Nah, kalau saya sukanya waffle tadi dicelupkan ke cokelat panas yang jadi bagian dari pesanan saya dan Nadine. Fondue de Desir, magnum hot chocolate foundue berteman potongan buah segar, brownies, dan 2 magnum ice cream ras vanila dan cokelat. Hot chocolate-nya juara, saya suka banget, dinginnya ice cream bertemu dengan rasa hangat, hmmm yummy. 2 menu tadi adalah menu-menu andalan dari Magnum Cafe, selain ada beberapa menu lainnya yang wajib Anda coba, seperti The New Crown Jewel, Magnum yang disajikan dalam gelas besar yang mewah dengan potongan buah-buah segar, brownies, kacang, dan disiram dengan saus susu cokelat. Ini pas banget buat bertiga, karena magnum yang disajikan 3 buah. Untuk kisaran harga di Magnum Cafe berkisar antara Rp 45.000 - Rp 125.000,-. 

#FondueDeDesir

Untuk makanannya, saya memang ngga terlalu bernafsu. Buat saya, tujuan utama ke Magnum Cafe pasti ice creamnya. Demi penyeimbang lidah yang sudah didominasi manisnya ice cream, saya pilih Frites de Brussels yang tidak lain adalah kentang goreng dengan mayonaise. 



Magnum Cafe di Grand Indonesia Jakarta ini ada di lantai 3A West Mall, cocok untuk tujuan akhir setelah keliling mall dan kuliner penutup. Saran saya, sabar ya, soalnya antriannya lumayan panjang. 

#kuliner #kulinernyabastina #icecream #magnumcafe
Makan siang di kantor itu bisa jadi saat menyenangkan sekaligus jadi saat yang membingungkan, betul ngga? Apalagi kalau kita sudah bertahun-tahun kerja di tempat yang sama. Rasanya semua tempat kuliner sudah dicoba, walaupun pasti ada yang belum Anda coba. Seperti kemarin, saya mencari makan siang sekitar Sarinah, ujung-ujungnya kalau bukan food court Sarinah, beberapa fast food di Sarinah dan Gedung Djakarta Teater, kuliner jalan Sabang, jalan Lombok atau kantin Badrun. Semuanya sudah pernah dicoba? Ternyata belum loh, di food court saja ada beberapa tempat yang belum gw coba, salah satunya "Tori Ramen".

Tori Ramen ini termasuk baru di food court Sarinah, tempatnya ada di bagian pojok dekat KFC. Untuk ukuran makan siang kantoran harganya memang agak mahal, sekitar Rp 55.000,- per porsinya. Cuma saja, rasanya tidak terlalu mengecewakan untuk harga tersebut. Di tempat ini ada beberapa pilihan menu, salah satu yang menjadi andalan adalah Hot & Spicy Ramen dengan pilihan Chicken Ramen, Beef Ramen, dan Seafood Ramen. Sesuai namanya menu ini sudah pasti pedas. Berhubung ngga terlalu suka pedas, saya mencoba menu Chicken Ramen tapi dengan kuah Miso atau original, dengan bumbu pedas dipisah. Kalau bisa dibilang, takut pedas tapi pengen coba juga (hahaha). 

 #ChickenRamenOriginal

Chicken Ramen original disajikan hangat dengan potongan ayam, telur setengah matang, jamur, rumput laut dan tamagoyaki (telur dadar Jepang), plus taburan wijen dan daun bawang yang bisa disesuaikan dengan selera. Porsinya cukup makan siang, tidak terlalu besar, tapi juga tidak kecil, pas dan tidak bikin perut terlalu begah atau full. Saya suka kuahnya, gurihnya pas, tidak terlalu kental dan tidak terlalu asin. Saya juga mencoba bumbu pedas yang membuat kuahnya menjadi warna merah dan ternyata rasanya tidak terlalu membakar lidah. Kalau Anda merasa kurang pedas, bisa menambahkan bubuk cabai. Untuk tekstur ramen sebenarnya standar saja, yang makin memperkuat menu ini justru potongan ayamnya yang juara empuknya dengan rasa manis yang ngga terlalu dominan. Tiap Anda pesan 1 porsi di Tori Ramen, konsumen otomatis mendapatkan Ocha juga, bisa pilih Ocha panas atau dingin. 

 #ToriRamen

Selain Hot&Spicy, Anda juga bisa memilih beberapa menu lain, seperti Curry Special, Chicken Special, dan Seafood Special. Makan siang berikutnya mau coba menu lain aaah. Selamat makan siang.

#ToriRamen #Ramen #FoodCourtSarinah #SarinahThamrinJakarta #kulinernyabastina #kuliner 

Tidak pernah ada yang namanya moment bahagia. Anda setuju atau tidak? Berangkat dari film terbaru produksi Disney Pixar, Inside Out, pada kenyataannya tidak pernah ada yang 100% menunjukkan manusia dalam kondisi bahagia seutuhnya. Film Inside Out becerita tentang 5 perasaan yang ada di dalam tubuh manusia, yaitu Joy (bahagia, Amy Poehler), Fear (takut, Bill Hader), Anger (marah, Lewis Black), Disgust (jijik, Mindy Kaling) dan Sadness (sedih, Phyllis Smith). Lima perasaan ini ada di dalam tubuh kita sejak kita terlahir ke dunia dan ikut berkembang bersama kita. Mereka tinggal di sebuah tempat yang disebut dengan Headquarter, yaitu pusat kendali pikiran membimbing kita dalam kehidupan sehari-hari.

Film Inside Out sendiri lebih banyak menceritakan lima perasaan yang ada di dalam diri Riley, seorang gadis belia, yang baru saja pindah rumah bersama keluarganya ke San Fransisco. Riley pun belajar menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Joy sebagai pemimpin Headquarter merasa bertanggung jawab menjaga perasaan Riley dengan perasaan bahagia. Padahal dalam kenyataannya, ada hal-hal yang menjijikan atau mungkin membuat khawatir Riley. Ini terlihat saat Riley mencoba kuliner baru di sekitar rumahnya, pizza brokoli, yang membuat Riley sedikit mengernyitkan keningnya dan tentu saja menolak pizza itu. Sementara itu, di dalam diri Riley, Joy berusaha membuat hati Riley selalu happy atau bahagia. Sadness yang belakangan ingin ikut terlibat, sengaja dijauhkan Joy dari papan kendali perasaan. Kekacauan terjadi saat core memories atau memori-memori inti Riley terbawa keluar Headquarters dan sebagian diantaranya menjadi biru atau menjadi kenangan yang menyedihkan. Kondisi makin kacau, karena Joy dan Sadness mengembalikan momeri-memori inti Riley.

Petualangan pun dimulai, Joy tetap pada keyakinannya bahawa Riley harus bahagia. Dalam perjalanannya, Joy menemukan bahwa kebahagiaan dan memori-memori indah itu mulai berjatuhan dan hilang. Headquarter tanpa Joy, membuat Riley menjadi sosok yang pendiam, takut, khawatir dan pemarah. Riley bahkan ingin kembali ke kota lamanya. Tapi keyakinannnya Joy tidak hilang, Riley harus bahagia!

Menurut sang sutradara Pete Docter dan sang produser Jonas Rivera, dibutuhkan waktu 5 tahun untuk menyelesaikan Inside Out. Tim mereka bahkan kadang merasakan kejenuhan dalam penggerjaannya. Tapi keinginan untuk mempelajari semua karakter orang, kekuatannya, dan cara menghadapinya, membuat Pete dan Jonas “bergelut” dengan tim Disney Pixar.

Dari sisi cerita, Inside Out punya bobot yang agak berbeda dengan film animasi anak-anak lainnya. Inside Out tidak saja menarik perhatian anak-anak karena warna-warni karakter didalamnya yang atraktif, tapi dipastikan menarik perhatian orang tua karena membawa pesan tentang bagaimana menghadapi anak-anak yang tengah berkembang. Kalau Anda pernah menonton Monster Inc dan Up, film Inside Out punya karakter film yang kurang lebih sama.

Intinya film ini ingin menyampaikan, tidak ada yang namanya bahagia selamanya, karena perlu ada kesedihan, kemarahan, ketakutan dan kebigungan untuk membuat hidup kita bahagia dan berwarna.


Untuk Anda yang ingin mengisi waktu dengan buah hati Anda, film Inside Out bisa menjadi pilihan di akhir minggu ini.

Nasi goreng itu enaknya di makan pas kapan? Mungkin ada yang biasa makan nasi goreng buat sarapan atau makan malam. Kalau buat gw, nasi goreng pas di makan saat kelaperan banget, banget, banget! Yup, kebiasaan jelek kalau sudah laper, apsti yang kepikiran nasi goreng, seperti malam minggu kemarin, makanny pilih Nasi Goreng Mafia yang ada di Pondok Kelapa. Tempat persisnya ada di seberang Ayam Kremes Bu Lis.

Sebenarnya gw sudah pernah dengar soal Nasi Goreng Mafia. Awalnya, gw pernah diminta mengajak teman-teman media ke tempat makan ini, tepatnya yang ada di Tebet. Harus diakui rasa nasi goreng disini agak beda dengan nasi goreng mainstream. Dengan tagline "Nasi Goreng Rempah No.1 di Indonesia" memang nasi goreng yang disajikan cukup kuat rasa rempahnya. Salah satu yang gw coba adalah nasi goreng bandit. Nasi goreng Bandit dimasak dengan campuran potongan ayam dan menonjolkan rasa kunyit. Sebagai toping tambahan, gw pilih telur dadar dan kerupuk putih. Rasanya tidak mengecewakan dan porsinya besar. 

Selain nasi goreng Bandit, ada juga menu-menu lainnya yang unik, seperti nasi goreng, Preman, Triad, Yakuza, Gangster, Badboyz, Brandal dan God Father. Selain God Father yang rasanya manis karena diolah dengan kedelai pilihan, menu nasi goreng yang ada di Nasi Goreng Mafia ini bisa dipesan dengan berbagai level kepedasan. Levelnya mulai dari level menyenangkan alias tidak pedas, kemudian menggoda, menyesakkan, merisaukan, menyesal dan mematikan. Itu adalah level mulai dari 1 cabai hingga 5 cabai. Nyatanya, tanpa tambahan cabai saja, gw sudah kepedasan. Maklum gw bukan yang terlalu suka pedas. 

Tidak cuma varian nasi goreng, tempat ini juga punya menu mie goreng, yaitu mie goreng God Father dan Triad. Keduanya bisa juga dipesan dengan level kepedasan, hanya saja mie goreng God Father memang sudah punya basic rasa manis dari kedelai, sedangkan Triad pedas dari basic cabai merah. 

Nah, buat ekstra toping, konsumen bisa memilih mulai telur goreng, sate usus, sosis, lenggang kikil dan masih banyak lagi variasinya. 

Buat penyuka pedas, nasi goreng Mafia ini jelas jadi rekomendasi pilihan tempat makan. Buat yang penasaran, boleh kok dicoba, pelan-pelan saja pilih levelnya. Happy kulineran! 




#kulinernyabastina #nasigoreng #friedrice #nasigorengmafia 
Ramen, Udon, dan Soba, 3 jenis mie Jepang yang belakangan sering menghiasi berbagai timeline sosial media. Yup, ngga sedikit orang Jakarta yang sepertinya makin terbiasa menyantap makanan ini. Gw termasuk salah satu orang yang juga mulai terbiasa dan pengen mencicipi lebih banyak. Ini bukan karena trend, maklum kalau ikutan trend pasti kantong gw makin cepat tipis, tapi gw memang penyuka mie, terutama mie asal Indonesia.

Nah, karena di awal gw udah sebutkan 3 jenis mie Jepang, sekarang mau cerita dikit soal 3 mie itu. Ramen adalah mie Jepang yang ternyata bukan asli Jepang. Ramen adalah mie yang diadaptasi dari Cina, bentuknya tipis dan biasanya disajikan dengan kuah kaldu melimpah. Udon adalah mie asli Jepang yang terbuat dari tepung terigu, bentuknya agak tebal, bisa disajikan secara panas maupun dingin. Terakhir, soba yang juga berasal dari Jepang, dibuat dari tepung gandum, berukuran tipis seperti ramen dan disajikan dingin.

Cukup infonya, sekarang gw mau cerita pengalaman makan udon di tempat yang cukup happening di Jakarta. Namanya Marugame Udon & Tempura. Dimana bisa menemukan Marugame Udon & Tempura? Jawabannya hampir di mall mana saja, diantaranya Mall Grand Indonesia, Kota Kasablanka dan Summarecon Mall Bekasi. Menu and alamnya tentu saja udon dan tempura. Ada 7 variasi menu udon yang ditawarkan, salah satunya yang pernah gw coba yaitu Niku Udon dan On Tama Udon. Untuk menu tempuranya juga beragam, seperti Ebi Tempura, Tori Tempura, Skewered Tofu Roll, dan lain-lain. Selain menu ini, ada juga variasi menu nasi, seperti Beef Curry Rice, Tendon Seafood Rice, dan lainnya.

Dari semua menu, gw baru mencoba 2 menu, Niku Udon dan On Tama Udon. Dua-duanya sukses di perut aka enak. Niku Udon adalah udon dengan lembaran daging sukiyaki dan bukake dashi soup. Sedangkan On Tama Udon adalah udon yang disiram bukake dashi soup dengan telur setengah matang. Gw sebenarnya kurang suka sama makanan apapun yang disajikan dengan telur setengah matang. Tapi, kali ini gw penasaran sama buat coba, karena tartarik sama tampilan On Tama Udon yang cakep. Sempat takut ngga doyan juga, apalagi telur setengah matangnya dibuka di depan gw. Ini namanya membiasakan diri dengan hal baru. Whooolaaaa rasanya endeeees alias enak. Kuning telurnya meleleh menyatu dengan kuah panas dan membuat terasa makin gurih. Biar tambah enak, tambahkan bubuk cabai kering dan taburan wijen.

Dari 2 menu yang sempat gw coba,gw jatuh cinta sama tekstur udonnya yang lembut tapi tetap kenyal. Porsinya juga pas, ngga terlalu besar, tapi juga ngga terlalu kecil untuk seporsi udon seharga di kisaran Rp 50.000,-. 

Untuk tambahan juga, kita bisa pilih macam-macam tempura. Rekomendasi gw pilih Ebi Tempura dan Tori Tempura. Ebi Tempura adalah udang tempura, sedangkan Tori Tempura dibuat dari potongan ayam. Potongan udang dan ayamnya dijamin memuaskan dan kres, kres, kres alias krispi alias kriuk banget. Waduh gw sampai ngiler membayangkan makan di Marugame Udon & Tempura lagi hehehe.

Tips makan di Marugame Udon & Tempura cuma 1, jangan kalap. Rasanya pasti kepingin nambah macam-macam tempura buat teman makan udon. Coba pilih 1 atau 2 saja, karena dijamin udonnya padet dan bikin kenyang perut. 

 

#MarugameUdon #udon #kulinernyabastina

Sudah dari minggu lalu gw pengen nulis soal resto yang satu ini, namanya Pancious. Awalnya, memang suka sama makanan di resto ini, eh kok belakangan 2 minggu ini kantor juga dikasih pasokan menu-menu dari Pancious. 

Pancious adalah salah satu resto yang menyajikan menu-menu pasta ala Italy, mulai dari spageti, fettuccine, penne, dan jenis pasta lainnya. Selain variasi menu pasta, ada juga pilihan burger dan desserts aneka pancake. Untuk tulisan kali ini, gw mau cerita soal pasta-pasta yang pernah gw coba saja ya dan menu delivery yang pernah gw cicipi. Maklum, ini bukan blog ahli kuliner, tapi pencinta makanan yang jajan sesekali hahaha.

Menu pasta pertama yang gw suka banget adalah Salmon Pesto, pasta berwarna hijau dengan potongan atau irisan ikan salmon diatasnya. Salmon Pesto ini diolah dengan olive oil dengan taburan cabe kering diatasnya. Oiya, kalau di Pancious, Anda bisa memilih menu dimasak dengan jenis pasta sesuai selera. Nah, gw pilih pastanya fettuccine Salmon Pesto. Untuk porsi, tidak terlalu besar, fettuccine-nya juga lembut berpadu dengan olive oil, dan irisan salmonnya juga fresh. Kalau boleh request, gw pengen minta salmonnya agak banyakan, enak soalnya hehehe. Taburan cabai kering yang ada di Salmon Pesto membuat pasta ini terasa agak pedas, tapi masih cukup bisa ditoleransi tingkat kepedasannya.


Menu pasta yang kedua yang gw suka banget adalah Chicken and Blue Cheese. Kali ini gw pilih pake penne, pasta yang bentuknya mirip makaroni panjang. Penne Chicken and Blue Cheese, pasta yang diolah dengan saus krim blue cheese, disajikan sedikit creamy atau kental, punya rasa keju yang gurih, berteman potongan ayam ukuran sedang dan taburan peterseli cincang halus. Gw suka banget sama creamy-nya yang pas dan masing enak kalau ditambahkan taburan keju parmesan diatasnya. Nah ini juga yang bikin gw cinta sama Panciuos, kita bisa minta keju parmesan yang bisa ditaburkan sesuka hati di atas menu pesanan kita. Enak....enak...enak....karena menurut gw resto dengan sajian menu pasta ala Italy kalau tanpa fasilitas taburan keju parmesan artinya ngga komplit, iya ngga ?



Nah, sekarang gw mau bahas dikit menu delivery yang sempat mampir ke kantor I Radio beberapa minggu lalu. Gw sempet mencicipi Bacon and Onion Burger, burger dengan beef patty, beef bacon, saus bawang dengan rasa sedikit manis. Ukurannya "wow", cukup besar dan rasa bawangnya sangat dominan. Patty atau dagingnya cukup tebal dan empuk. Bacon-nya juga enak, tidak terlalu kering dan saus bawang menjadi keunikan dari burger ini. Buat Anda yang ngga doyan bawang, mungkin pilihan burger ini bukan pilihan. Tapi buat Anda yang suka burger, jelas Anda harus coba varian menu baru dari Pancious ini.



Untuk harga, Panciuos memang agak membutuhkan kekuatan kantong hahaha...maksudnya tidak murah, tapi masih terjangkau. Untuk menu makanan, harga berkisar antara Rp 50.000,-. Panciuos juga sangat mudah ditemukan di mall-mall Jakarta. Mau ke Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Pacific Place, semua ada! Ayo mumpung lagi long weekend, cobain ajak pasangan ke sini.  Hmmm...kali aja pasangan gw ngajak kesini hehehe, ngarep! Selamat berkuliner. 

#kulinernyabastina #pancious find my zomato @dewibastina
akal...
akal-akalan...
akal, menurut gw akal adalah kepandaian yang dipunyai seseorang.
akal, bisa dipakai untuk apa saja, untuk kita bertahan hidup, untuk kita berbuat baik, untuk kita bekerja, untuk kita mencari solusi, ... tapi bisa juga untuk mengguntungkan diri sendiri.

akal...
akal-akalan...
sekarang tanya ke diri Anda sendiri, akal yang Anda punya dipakai buat apa ?
Anda memakai akal atau akal-akalan?

Sedikit mengutip Wikipedia :
Akal juga bisa berarti jalan atau cara melakukan sesuatu, daya upaya, dan ikhtiar.[2] Akal juga mempunyai konotasi negatif sebagai alat untuk melakukan tipu daya, muslihat, kecerdikan, kelicikan.[4]

Kembali lagi ke diri Anda ...
Anda pakai akal atau akal-akalan ...
Anda adalah orang yang mencari solusi dan berbuat baik atau Anda adalah orang LICIK !!!


#akal #akalakalan

akal vs akal-akalan

by on May 07, 2015
akal... akal-akalan... akal, menurut gw akal adalah kepandaian yang dipunyai seseorang. akal, bisa dipakai untuk apa saja, untuk kita...
Happy weekend, mau kulineran kemana hari ini? Gw belum terpikir mau jelajah apa, tapi pagi ini mau cerita soal Nasi Gandul khas Pati. Awalnya, gw kenal makanan ini karena diajak makan siang sama HRD Manager di tempat gw kerja. Mungkin beliau ada misi khusus atau cuma misi traktor aja, ngga apa-apa karena kebetulan gw terbuka untuk urusan ditraktir #eeeaaa

Nasi Gandul ini konon khas Pati, sebuah daerah yang di Jawa Tengah. Gw juga kurang paham kenapa namanya nasi gandul. Menurut Wikipedia, dulunya penjual nasi ini menjajakan dagangannya dengan cara memanggul dengan bambu, jadi namanya Nasi Gandul. Sepintas Nasi Gandul terlihat seperti soto atau sop, tapi setelah gw tanya ke penjualnya, nasi gandul ya namanya memang gandul dan merupakan nasi dengan kuah khas dengan kekentalan antara soto dan sop. Nasi Gandul disajikan selalu di atas daun pisang, terdiri dari nasi putih dengan irisan-irisan tipis daging sapi berwarna cokelat tua, yang disiriam kuah dengan rasa manis gurih, dan pada bagian atas ditaburi bawang goreng. Sebagai pelengkapnya, nasi gandul enak disantap dengan aneka gorengan, misalnya jerohan, sate telur puyuh, perkedel kentang, atau telur dadar. Waaaah jadi kepingin makan lagi. 

Kemarin, gw makan Nasi Gandul di Jalan Sabang Jakarta Pusat. Kalau Anda ke jalan Sabang, lihat saja sekitar toko Duta Suara atau Seven Eleven, nah tempatnya tidak terlalu jauh dari situ. Warungnya memang agak kecil, tapi cukup nyaman untuk menikmati makan siang. Untuk harga, 1 porsi Nasi Gandul dihargai Rp 13.000,- dan jerohan mulai dari Rp 6.000,-. Untuk minuman standar saja, pilih es teh manis atau air putih. Buat yang pengen kulineran nasi ini, monggo dicek dulu penampakannya. Selamat makan.


#NasiGandul #kuliner #kulinernyabastina #kulinerindonesia #IndonesiaKerenBanget

 Apa makan malam kamu? Berhubung lagi pengen banget dapet kehangatan, sebenernya pengen pelukan aja, malam ini gw pilihnya ramen aja. Namanya Ramen Goma yang ada di belakang Sarinah, ga jauh dari kantor. Sebenernya selain ramen, ada martabak Boss juga, tapi kapan-kapan ya gw ceritain soal martabak boss-nya.

Ramen apa yang gw pilih malam ini? Hmmm Tempura Ramen. Kenapa? Karena terbujuk sama gambar Tempura Udangnya yang besar dan kenyataannya benar adanya hehehe. Di Goma Ramen, kita bisa memilih mau ukuran besar atau kecil dan level kepedasan dari 1 s/d 4. Sudah pasti gw pilih ukuran kecil dan ngga pedes, maklum lidah djowo tapi pengen banget nge'Ramen. Kembali ke ramen pilihan gw, Tempura Ramen ukuran kecil, buat gw ukuran ramen yang kecil ini sudah cukup, kuah kaldunya punya kental yang pas dan agak pedas untuk ukuran level nol. Tempura udangnya ada 2 per porsi dan besar-besar. Biar makin endeeeesss, coba taburin wijen dan bubuk cabai di atas ramen. Hmmm pas yummy. 

Selain Tempura Ramen, ada beberapa pilihan ramen yang bisa dipilih seperti Gindara Ramen dan Curry Ramen, plus beberapa pilihan ramen lainnya. Ada juga sushi dan pilihan snack lainnya. Kalau buat gw, ke sini cocoknya cuma buat ramen, sushi dan sejenisnya masih cocok sama tempat lain. Soal harga, lumayan menguras kantong juga, tapi cukup wajar. Ramen ukuran kecil harganya Rp 54.000,- dan besar Rp 64.000,-. Harga ramen juga tergantung dari menunya. Untuk venue, Goma Ramen memang agak kecil. Tempat ini punya 2 lantai dengan jumlah meja kursi yang ngga terlalu banyak. Agak kurang nyaman untuk berlama-lama dan agak sepi di lantai atas, karena tidak ada audio yang menemani. Ada TV di lantai atas, tapi gw juga kurang berminat buat nonton, karena emang tujuannya datang buat makan bukan? Monggo yang mau cobain ramen dan di dekat Sarinah Thamrin, tempat ini bisa jadi pilihan kok.

 

#GomaRamen #ramen #tempura #kulinernyabastina 
Yuhuuuuu long weekend kemana aja? Selain memperingati Paskah, liburan singkat nan sibuk ini gw isi dengan berkuliner ria. Kebetulan my hubby lagi ultah, jadilah kita manfaatkan makan di Sushi Tei, lumayan dapet sushi birthday gratis hehehe. Tapi, kali ini bukan mau cerita sushi ya, karena pasti udah banyak yang nulis soal resto sushi yang memang hiiiiitz se-antero jagat raya.

Gw mau cerita pilihan cuci mulut aja ya. Abis makan sushi, biasanya kita makan biskuit ice cream yang ada di resto yang sama. Nah, kali ini kita cobain ice cream yang bentuknya mirip terompet. Oiya, weekend ini kulineran kita ke Kota Kasablanka ya. Pilihan ice cream unik ini ada di lantai paling dasar, di lantai yang sama dengan Carefour. Awalnya, gw juga ngga mencari tempat ini, keliling-keliling eh kok ketemu satu gerai kecil dengan antrian mengular. Karena kita kepo ya, ikutlah my hubby mengantri yang tidak lain gerai bernama "Jeju Ice Cream".

Jeju Ice Cream adalah gerai makanan yang menjual ice cream dengan cone unik mirip terompet. Tekstur cone agak lebih keras dibandingkan cone ice cream biasanya dan punya rasa mirip cemilan Chiki, hanya saja less MSG hehehe. Untuk ice cream ya ada 3 rasa, yaitu cokelat, strawberry, dan vanilla. Saat beli tadi, cuma ada 2 rasa cokelat dan strawberry. Kita bisa beli rasa campur atau 1 rasa saja. Gw jelas beli rasa campur. Jadi ice cream dimasukkan ke lubang cone tadi dan menyatu didalamnya. Sebagai hiasan, ada bagian atas ice cream diberikan toping flakes berwarna-warni.

Gimana dengan rasa ? Hmmmm menurut Nadine, anak gw, enak. Menurut gw dan hubby, biasa saja. Cone-nya kurang lembut dan rasa ice creamnya standar saja dan cepat mencair. Buat anak kecil seperti Nadine, harus dibantu makannya biar cepat dan ngga terkena lelehan ice creamnya. Untuk sensasi dan trend, bolehlah dicoba. Harganya juga masih bersahabat, hanya Rp 18.000,- per ice cream. 

Menurut my hubby, ada gerai serupa di  Plaza Semanggi. Hmmm mungkin suatu saat bakal gw cobain, biar bisa dijadikan pembanding rasa saja. #kuliner #icecream #jejuicecream #KotaKasablanka #kulinernyabastina #kulinerjakarta


Kenapa film Cinderella selalu diartikan tentang pernikahan bahagia selamanya? Setidaknya itu komentar yang muncul di timeline sosial media. Ada bahkan yang bilang, bekali dulu anak-anak sebelum menonton film Disney terbaru yang sangat sangat sangat happening belakangan ini. Anehnya, pernikahan bahagia selamanya bukan jadi pesan moral di film yang dibintangi Lily James dan Richard Madden. Film Cinderella versi terbaru ini cukup imbang dengan kondisi saat ini. Pasalnya, di awal film diceritakan tentang sosok Cinderella kecil yang ditanamkan sifat baik, sayang alam, sayang binatang, ringan tangan dan menjadi perempuan yang pemberani dalam menghadapi segala hal. Cinderella pun bertumbuh menjadi perempuan yang berpikir positif, suka membaca dan belajar. Jelas ini sosok yang sedikit berbeda dengan cerita Cinderella di buku-buku sebelumnya, yang lebih menonjolkan sisi tak mampu berkutik dengan penindasan dan kesengsaraan atau pasrah.

Film Cinderella versi manusia, begitu Nadine (anak saya) bilang, punya cerita yang memang tidak terlalu berbeda dengan cerita yang biasa kita baca. Cinderella diceritakan kehilangan orang tuanya dan harus menerima keberadaan ibu tiri (Cate Blanchett) dan dua sudara tirinya. Dia dijadikan "pembantu" oleh keluarga tirinya. Tapi, bukan penderitaan dan kepasrahan yang ditonjolkan. Cinderella justru menjadikan semua itu sebagai cara ia berlari dari kepedihan hidupnya. Klise mungkin ada perempuan yang sekuat itu, paling tidak begitulah twist sederhana versi sutradara Kenneth Branagh, jika ingin dibandingkan dengan versi terdahulunya. Cinderella pun diceritakan tidak ambisius melihat permikahan. Dia ingin pergi ke pesta dansa hanya karena dia ingin merasakan bertemu dengan orang-orang di luar lingkungan rumahnya. Dia polos, bahkan tidak mengetahui sosok Pangeran.

Selain dari sisi cerita, film Cinderella juga tetap mempertahankan ciri khas Cinderella dari segi wardrobe. Baju yang dikenakan para tokohnya masih sangat mirip dengan buku cerita, gaun Cinderella berwarna biru mewah, sementara ibu tirinya elegan dan saudari-saudari tirinya ditampilkan menor. Kereta labu dengan para pelayan, kusir dan kuda-kudanya pun digambarkan mirip dengan versi buku cerita. Hanya peri pelindungnya saja yang dibuat sedikit berbeda. Biasanya peri pelindung adalah seoarang ibu peri dengan perawakan sedikit gemuk. Di versi kali ini, peri pelindung yang diperankan Helena Bonham adalah sosok perempuan dewasa dengan gaun yang cukup wah.  

Untuk adegan favorit, hmmmm suka tidak suka memang suka dengan adegan dansa antara Cinderella dengan pangeran. Suka banget sama nuansanya, suasananya dan tautan pandangan mata keduanya memang bikin penonton berdecak "aaaaaa". Adegan saat pencarian terakhir pemilik sepatu juga cukup bikin gemas,apalagi pas Cinderella bilang ke pangeran "kalau semuanya sudah diketahui, apakah kamu akan menerima apa adanya?" (mungkin kalimatnya ngga sama persis ya). Mungkin terkesan murahan, tapi bumbu roman ini pas dalam penyampaiannya dan ngga terkesan mengumbar romantisme akan cinta bahagia selamanya. Eits, satu lagi adegan yang disuka adalah saat pertemuan pertama Cinderella dengan pangeran di hutan, jelas perempuan ini punya sikap tegas ditengah kepolosannya. 

Hmmm rasanya kalau diceritakan semua jadi ngga seru kan ya? Mumpung masih hangat, ikutan deh arus mainstream nonton film ini. Ngga usah terlalu dipikirkan film ini mengajarkan tentang pernikahan bahagia selamanya. Perhatikan saja, film ini bahkan tidak menonjolkan pesta pernikahan mewah meriah. Kalau kita bisa melihat dari sisi yang lain, justru film ini mengajarkan bagaimana seorang perempuan sebaiknya punya keberanian dan sifat baik hati, karena pada akhirnya semesta (mungkin yang dikiaskan sebagai magic di film ini) akan berpihak pada mereka yang punya sifat positif.


#Cinderella #CinderellaMovie 
Ikuti review film Cinderella di I Radio Network dan www.iradiofm.com

Masih berkutat di hari Sabtu yang padet #eeeaaa gw mau cerita makan siang hari ini. Belakangan ini gw lagi suka cobain ramen, satu tempat yang sering disebut temen-temen adalah Ikkudo Ichi. Kabarnya ramen ini lagi hits dan enaaaaak. Nah, mumpung di mall Kota. Kasablanka ada ramen ini, mampirlah gw bersama Nadine. Woow tampaknya rumor ramen ini hits benar adanya ya, karena pas gw datang, woooow ramai sekali antriannya. Gw dan Nadine masuk di antrian keempat, tapi untungnya kami cepat dilayani. Suasana dan tempat duduk di Ikkudo Ichi  Kokas ini ngga terlalu besar dan konsepnya macam kedai mie yang memang tidak dibuat untuk duduk berlama-lama. Meja dan kursinya sederhana, kursinya tanpa sandaran, di atas meja sudah siap peralatan makan, aneka bumbu dan cabe bubuk (kesukaan gw) dengan rapi. Pesanannya pun cepat loh untuk ukuran tempat makan yang penuh banget. Mungkin cuma perlu 15 menit dari gw pesan sampai makanan tersaji di meja.

Di Ikkudo Ichi ada 2 jenis mie yang ditawarkan, mie lurus dan mie keriting. Kalau mie keriting teksturnya agak keras, jadilah kami memesan mie lurus saja. Untuk penyajiannya bisa ukuran kecil atau  besar. Karena kami hanya jalan berdua, kami pun pesan ukuran kecil saja. Saya pesan Torry Curry, sementara. Nadine pesan Tori Signature. Tori Curry adalah ramen dengan kuah kari kental dengan potongan ayam, separuh telur ayam setengah matang, irisan jamur dan taburan daun bawang plus wijen. Kuahnya tidak terlalu kental, tapi rasa karinya memang cukup nendang dan ngga medok. Kalau menurut pelayannya, Tori Curry Japanese lebih kental dengan tambahan kentang dan wortel. Ramen pilihan Nadine, Tori Signature toping ya hampir sama dengan pilihan gw, hanya saja kuahnya kaldu ayam. Kedua ramen ini rasanya gurih dan tidak pedas. Buat yang suka pedas, juga ada beberapa pilihan ramen pedasnya. Nah untuk minum sudah pasti pilihannya ocha dingin aja alias Rei Cha, yang bisa refill sepuasnya. Untuk harga, ramen di Ikkudo Ichi berkisar antara 38 ribu untuk ukuran kecil? Sedangkan ocha dingin 9 ribuan. 

Sebenarnya disini bisa juga kalau mau tambah side dish lagi, misal tambahan gyoza dan beef chashiu, namun berhubung perutnya full, gw ngga nambah apa-apa lagi. Makan disini ngga nyesel deh, kuahnya enak, angket, pelayananannya cepet. Kabarnya, outlet Ikkudo Ichi yang Grand Indonesia ada menu pork, rasanya kapan-kapan harus banget mampir ke sana. Selamat makan. 

 

#kuliner #kulinernyabastina #ramen #mie #ikkudoichi 

Nge'Ramen di Ikkudo Ichi

by on March 14, 2015
Masih berkutat di hari Sabtu yang padet #eeeaaa gw mau cerita makan siang hari ini. Belakangan ini gw lagi suka cobain ramen, satu tempat ya...
Whaaaaa udah sebulan aja ngga nulis di blog ini...hayuklah hari ini gw mau cerita soal kulineran hari ini aja. Hmmmm...Sabtu ini dimulai sangat pagi (menurut gw ya), karena saat jam 6 pagi di hari Sabtu seharusnya gw masih ada di BKT lari-lari santai menuju sekolah Nadine untuk jemput dia eskul. Pagi ini, dimulai jam yang sama, bedanya sudah dalam kondisi rapi, wangi dan siap menuju sekolah untuk ambil raport bayangan. Done ambil rapor kira-kira jam 8 pagi, gw dan keluarga meluncur ke arah Mall Kota Kasablanka, karena ada preview film Spongebob (review menyusul di blog yang sama dan www.iradiofm.com tentunya). 

Sampai di sekitar Tebet, perut mulai krucukan. Akhirnya kami muter-muter sekitar Tebet buat cari sarapan. Berhubung ngga terlalu kenal Tebet, kamipun lebih banyak menjelajah di sekitar area Ayam Bakar Mas Mono dan Sambel Jontor. Tengok kiri-kanan ada 1 Warung sederhana di pojokan yang membuat kami mampir. Namanya Warung Soto Surabaya Asli H Nandar, alamatnya Tebet Timur Dalam II No.72. Begitu masuk memang Djowo Timuran tenan rek, terlihat dari logat penjualnya. Menu andalannya soto ayam, soto daging, dan rawon edan. Pilihan gw dan Nadine adalah soto ayam tanpa kulit, papanya milih rawon edan. Ngga lama dari pesan, soto ayam dan rawon pesanan datang. Dari segi penyajian gw suka, potongan ayamnya besar-besar dengan porsi lumayan banyak, kuahnya kuning kental dan ditambah dengan taburan kremes kerupuk udang yang bisa ditabur sesukanya. Ini nih ciri khas Jawa Timuran yang bikin kangen dan beda sama soto lainnya. Buat nemenin makan soto, ada banyak pilihan kerupuk, mulai kerupuk putih, kerupuk kulit alias rambak, emping besar, dan gendar. Dari segi harga, masih masuk di kantong kok, sekitar 15 ribu untuk soto saja. Kalau buat yang kangen sama soto Surabaya, bisalah mampir ke Warung Soto Surabaya H Nandar ini.


#sotoayamsurabaya #soto #kulinertebet #kulinernyabastina #kulinerindonesia #IndonesiaKerenBanget
Membaca judul film ini, The Boy Next Door, sepintas terpikir ini adalah film ala-ala cerita chicklit berkisah tentang cinta antara dua orang dewasa dengan bumbu drama. Apalagi karena pemerannya JLo, bisa jadi film ini punya alur cerita ringan seperti film The Backup Plan atau The Wedding Planner, yang pernah dibintangi juri American Idol ini. Tapi bayangan  berubah setelah menyaksikan sepintas trailer film ini. Ada bumbu thriller di film ini.

Film The Boy Next Door berkisah tentang  Claire, yang diperankan Jenifer Lopez, seorang istri yang tengah terombang-ambing dalam kekusutan rumah tanggannya, akibat ulah suaminya yang selingkuh dengan perempuan lain. Claire tinggal bersama anaknya, Kevin (diperrankan Ian Nelson).Claire mengajar sastra di SMA Kevin. Pada suatu kesempatan, Claire berkenalan dengan, seorang remaja yang tinggal di sebelah rumahnya, Noah (diperankan Ryan Guzman). Noah hidup sebatang kara dan merawat pamannya yang sudah sakit-sakitan. Dari sinilah Claire merasa iba dan kagum dengan Noah. Ia pun membuka pintu pertemanan untuk Noah, yang semakin hari semakin dekat. 

Pada suatu malam, Claire terbawa emosi dan bercinta dengan Noah. Hubungan mereka pun semakin rumit, karena Claire sebenarnya masih berharap kembali bersatu dengan sang suami dan membangun keluarga utuh. Di sisi lain, Noah ternyata punya obsesi tersendiri pada Claire, ditambah lagi ia punya luka batin pada orangtuanya yang ternyata punya catatan perselingkuhan.

Film Boy Next Door ini punya alur yang cukup cepat. Emosi cinta antara  Claire dan Noah dibuat mengalir tidak bertele-tele, cukup menggeratrjan, dan tentunya sangat mengekspose keidahan tubuh JLo dan Ryan Guzman. Konflik setelah emosi terlarang kedua insan ini juga meningkat intens di adegan-adegan berikutnya. Penonton dibuat deg-degan sekaligus tersenyum sesekali, dengan plot cerita di film ini. Beberapa adegdan seperti saat Noah berusaha merayu Claire, padahal saat bersama keluarganya, membuat penonton gregetan melihat ekspresi Claire dan Noah. Tidak cuma itu, adrenalin penonton juga dipancing, terutama saat Noah mulai tidak bisa mengendalikan emosinya. 

Film arahan Rob Cohen dan produksi Universal Pictures ini sebenarnya cukup mudah ditebak. Agaknya, sosok JLo memang sengaja ditonjolkan sebagai pemikat. Terbukti, kemolekan tubuh JLo sangat mencuri perhatian di sepanjang film. Selain itu, pesan moral tentang perselingkuhan juga ditonjolkan disini. Rasanya pas untuk kehidupan sekarang ini. Lewat film ini semacam ada "warning" bahwa perselingkuhan bisa jadi melahirkan kegilaan yang lain. Bukan saja membuat pasangan yang diselingkuhi 'gila' alias hidupnya galau, tapi juga anak yang merekam kejadian itu.

Dengerin juga reviewnya di 89.6 FM I Radio Jakarta dan klik www.radiofm.com 

#Jlo #TheBoyNextDoor #TheBoyNextDoorMovie #Movie #selingkuh #RyanGuzman #JenniferLopez #IanNelson #JohnCorbett

It’s a hard knock life for us ... It’s a hard knock life for us ...

Itulah curahan hati Annie, seorang anak yatim piatu, yang tinggal bersama seorang induk semang yang ketus. Annie tidak sendirian, bersama teman-temannya, Annie bertahan dan melalui hari-harinya dengan rasa optimis. Berbekal catatan di sebuah kertas, di hari-hari tertentu, Annie sengaja mendatangi sebuah restoran yang konon menjadi tempat terakhir orangtuanya meninggalkannya. Meski dari ke hari Annie tidak kunjung menemukan orangtuanya, ia tak pernah berhenti menunggu. 

Nasib Annie mendadak berubah setelah ia secara tidak sengaja diselamatkan oleh calon walikota New York, Will Stacks. Secara kebetulan ada seorang warga yang merekam kejadian itu dan mengunggahnya ke dunia maya. Secara mengejutkan, video ini populer dan merubah image Will dari sosok yang negatif menjadi posituf. Will yang tengah mencari cara menaikkan elektabilitas pun memanfaatkan momen ini. Ia mengagkat Annie sebagai anak asuhnya selama masa kampanye.

Selama Annie tinggal bersama Will, banyak hal yang tidak terduga yang muncul. Will tidak saja melihat Annie sebagai kesempatan emasnya, tapi ia tersentuh dengan Annie yang ternyata tidak mampu membaca dan mengetuk pintu hatinya. Diam-diam Will jatuh cinta dengan Annie dan ingin mengasuhnya sebagai anak angkat sesungguhnya. Tapi, niat ini tak berjalan mulus, karena ada kepentingan politik dibalik semua ini. Berhasilkah Will dan Annie menjadi sebuah keluarga ?

Film Annie ini adalah film musikal yang diadaptasi dari buku berjudul ‘Little Orphan Annie’ karya Harold Gray di tahun 1924. Annie dibuat dalam versi layar lebar di tahun 1982, dan dimainkan di Broadway pada tahun 1977. Di tahun 2014, Annie kembali dihadirkan ke layar lebar dengan pemain-pemain besar sebagai pemerannya. Sebut saja JamieFoxx sebagai Will Stacks, Quvenzhané Wallis sebagai Annie, Cameron Diaz sebagai induk semang, dan Rose Byrne sebagai Grace.

Rasanya tidak perlu membandingkan versi yang lama dan baru, semuanya membawa soul yang sama gregetnya. Di versi Annie yang terbaru, suasana dibuat sangat modern, mulai dari waktu, backround, dan kondisinya juga sangat kekinian. Annie digambarkan sangat anak-anak masa sekarang, yang familiar dengan transportasi seperti sepeda, bis sekolah hingga kereta bawah tanah. Sosok calon Walikota Will Stacks, juga dgambarkan sebagai seorang pemilik perusahaan selular terbesar di Amerika. Uniknya, kali ini tokoh Annie diperankan oleh aktris cilik berkulit hitam. Konflik dan drama sebagai seorang anak kecil yang merindukan sosok orangtua sangat kuat di film ini. Dikemas tidak terlalu sedih, tapi sangat menyentuh.

Tidak hanya jalan ceritanya yang menyentuh, lagu-lagu di film ini juga membawa rasa keceriaan yang fresh. Lagu-lagu seperti “Tommorow” atau “It’s Hard Knock Life” sedikit banyak membawa kita kembali ke masa-masa kecil. Apalagi saat scene Annie menyanyikan “Tommorow”, rasanya ingin bergandengan tangan bersamanya dan menyanyi bersama. Fresh dan menyenangkan, meski film ini punya pesan tersendiri. Film arahan sutradara Will Gluck ini, sebenarnya agak terlambat masuk ke Indonesia. Seharusnya film ini mulai tayang akhir tahun lalu bertepatan dengan liburan natal. Tapi, tidak ada kata terlambat ya untuk mengajak keluarga menyaksikan film ini di awal tahun. Dijamin akan membawa rasa fresh tersendiri.

*dengerin juga info film-film terbaru di 89.6 FM I Radio Jakarta dan www.iradiofm.com