“Tidak perlu menjadi setengah dewa untuk menjadi pahlawan, tapi cukup percaya bahwa kamu adalah pahlawan”

Siapa yang tidak mengenal legenda Hercules ? Rasanya semua pernah mendengar kisah heroik manusia setengah dewa ini, yang konon merupakan keturunan Dewa Zeus. Dalam kisahnya, Hercules adalah sosok yang tidak terkalahkan oleh musuh apapun. Kini, legenda itu kembali diangkat dalam film Hercules, dengan pemeran utama Dwyane Johnson sebagai Hercules. Dwyane Johnson yang lekat dengan karakter humor, memang sengaja dipilih untuk melahirkan sebuah kisah yang berbeda dengan kisah yangselama ini ada. Benar saja, film Hercules versi baru ini terasa sangat manusiawi dengan dramatisasi yang mendebarkan sekaligus segar.

Berangkat dari komik Hercules: The Thracian Wars, film Hercules menceritakan tentang Hercules yang terlibat dalam perang kerajaan Thrace. Di sini Hercules adalah sosok yang lari dari rasa sesal masa lalu dan bertarung demi emas. Ia bersama kelompoknya menerima tawaran Raja Cotys penguasa Thrace untuk melawan Rhesus. Bersama dengan Autolycus, Tydeus, Atalanta, Amphiaraus, dan Iolaus, Hercules melawan dan melatih para prajurit. Sudah bisa ditebak, usaha Hercules membawa kemenangan untuk Raja Cotys. Tapi ternyata, ada udang dibalik batu alias ada skenario jahat di balik itu semua.

Bukan dari sisi cerita yang sesungguhnya menarik di film Hercules, tapi bagaimana sosok ini diceritakan sangat manusiawi, itulah yang menjadi daya tarik. Hercules ternyata tidak sendirian dalam pertarungannya, bisa berdarah, punya kegalauan akan masa lalu, menolak dikatakan pahlawan dan seorang bintang. Kenapa bintang ? Karena Hercules dan lengendanya melebihi pamor kerajaan apapun dan image itu terbentuk atas bantuan teman-teman yang mendampinginya. Hercules diciptakan sebagai sosok yang dianggap mampu mengisipirasi semua orang.

Berbicara tentang Hercules pasti tidak bisa lepas dari action. Aksi “the rock” di film ini sudah dipastikan membuat penonton menahan nafas, terasa seru, cepat dan dinamis. Lebih serunya lagi, beberapa musuh, seperti singa, serigala dan kebuasan lainnya, ditampilkan begitu riil, tapi tidak meninggalkan kesan ngeri. Efek ini lebih terasa sensasinya kalau Anda menonton film ini dalam versi 3D, dijamin Anda akan merasakan seperti diterkam serigala atau dihujani panah dan tombak di tengah peperangan. Bukan hanya Hercules, beberapa karakter yang mendampinginya, seperti Autolycus (Rufus Sewell) dan Tydeus (Aksel Hennie), membuat aksi-aksi Hercules menjadi makin seru. Keduanya sangat kuat dan punya keahlian tersendiri dalam memenangkan pertarungan. Belum lagi sosok perempuan ksatria yang jago memanah, Atalanta (Ingrid Bolsø Berdal), memberikan unsur kuat sekaligus seksi di film ini. Pengaruh sang peramal, Amphiaraus (Ian McShane) , juga tak kalah menarik. Amphiaraus memberikan “pengelihatan” seputar perang-perang yang akan mereka hadapi dan bahkan meramalkan kematiannya sendiri. Uniknya, justru Amphiaraus yang akhirnya menantang Hercules untuk membuktikan diri, bahwa sosok dewa Zeus benar ada di dalam dirinya atau tidak.


Film Hercules sepertinya diprediksi akan menyedot penonton, apalagi film yang disutradarai Brett Ratner ini dibintangi oleh nama-nama besar yang menjadi langganan nominasi dan pemenang Golden Globe. Hercules : “Are you only the legend, or are you the truth behind the legend?”

#Hercules #Movie

Ikuti up date film terbaru di http://www.iradiofm.com/intermezzo/film
Pernahkah Anda mendengar mitos bahwa konon manusia hanya menggunakan 10% fungsi otaknya ? Ini merujuk pada kenyataan Albert Einstein yang begitu jenius dan hanya menggunakan 10% otaknya. Andaikan mitos ini benar, lantas apa yang akan terjadi pada manusia dan dunia ini, kalau manusia menggunakan 100% fungsi otaknya.

Lucy, film terbaru yang dibintangi Scarlett Johansson, bercerita tentang kemungkinan yang terjadi saat manusia menggunakan 100% fungsi otaknya. Lucy, gadis biasa yang terjebak dalam lingkaran perdagangan narkotika internasional. Awalnya, ia hanya diminta mengantarkan sebuah koper yang ternyata berisi narkotika varian baru dengan kekuatan luar biasa. Lucy akhirnya mau tidak mau jadi kurir bersama dengan 3 orang lainnya. Dalam perjalanannya, Lucy mengalami insiden yang membuat narkotika itu terserap ke dalam tubuhnya. Mendadak Lucy menjadi punya kemampuan telekinetik. Ia bisa merasakan saat pertama mendapatkan ASI dari ibunya, bisa mendengar semua pembicaraan orang dan bahkan bisa mengedalikan segala hal yang ada disekitarnya.

Lucy pun mencari jawaban atas apa yang terjadi pada dirinya. Ia menghubungi seorang polisi di Paris untuk menghentikan aksi mafia narkotika itu. Di sisi lain, Lucy juga menghubungi seorang profesor Norman yang selama ini melakukan penelitian tentang otak. Usaha Lucy bukan tanpa hambatan. Ia berkejaran dengan para mafia yang keji, sekaligus ingin memaksimalkan apa yang ia punya demi kebaikan dunia.

Film Lucy dibintangi Scarlett Johansson dan Morgan Freeman, dengan arahan sutradara Luc Besson. Memasuki awal film, jangan kaget kalau Anda disuguhi kekejian yang membuat Anda menelan ludah. Darah dimana-mana dan kekerasan dengan senjata tajam diperlihatkan vulgar. Kalau boleh sedikit membandingkan dengan film The Raid 2, kekejian diawal film Lucy hampir sama dengan The Raid 2. Apalagi pemeran mafia narkotika yang menjadi lawan main Scarlett Johansson adalah mafia Asia. Mungkin semacam trade mark Asia, sentuhan action dan efeknya harus bikin meriding ngeri.

Soal acting, Scarlett Johansson dan Morgan Freeman sudah pasti tidak diragukan lagi. Scarlett Johansson apalagi, terlihat sangat dingin dan berani mati di film Lucy ini. Adegan yang paling menarik adalah saat Lucy melakukan penerbangan untuk menemui Profesor Norman. Ia berubah fisik dan pada suatu titik tertentu tubuhnya menjadi partikel-partikel. Terbayang kalau benar ini terjadi pada manusia yang memanfaatkan 100% otaknya. Kalau semua manusia baik, kalau manusia memanfaatkan kemampuan telekinetiknya untuk maksud jahat ? boom hancurlah dunia.

Untuk sebuah ide membuat penasaran para penikmat film, film Lucy sebenarnya punya daya tarik yang memikat. Adegan-adegan telekinetik Lucy cukup memikat, hanya saja tidak banyak diekspose. Usaha mengawinkan action Asia, Hollywood, dan Eropa, juga terasa sedikit hambar. Demi porsi yang sama, film Lucy justru terasa kurang fokus. Sebagai penonton awam, gw sempat mempertanyakan mitos 10% otak di atas setelah nonton film ini loh. Coba Lucy lebih banyak melakukan aksi telekinetik, pasti imajinasi penonton juga makin terbangun dan makin bikin penasaran ke diri sendiri.

#movie #LucyTheMovie #ScarlettJohansson #MorganFreeman


Update terus info film terbaru di http://www.iradiofm.com/intermezzo/film
Masih postingan dari weekend kemarin, hari ini gw mau cerita soal kulineran...kok rasanya gw nii kerjaannya makan mulu ya hehehe. Tempat kulineran kali ini namanya "Dim Sum Inc." di Plaza Festival. Ini bukan tempat baru, gw termasuk sering liat postingan tempat ini di sosial media. Tapi, buat gw ini baru perdana cobain. Maklum, secara gw jarang punya urusan di sekitar Plaza Festival. Ini pun mampir karena kebetulan abis jenguk teman di MMC, plus Nadine laper.

Kesan pertama ke Dim Sum Inc. langsung terbaca ini tongkrongan anak muda, bukan untuk family. Desain interiornya sederhana, dengan meja dan kursi kayu yang simple, pencahayaan yang agak gelap dan mejanya cukup nyaman buat ngobrol-ngobrol santai. Kalaupun mau ajak anak-anak juga bisa, tapi lebih baik pilih meja yang ada di teras tengah atau luar. Pencahyaannya agak terang dan bisa merasakan semilir angin.

Kita masuk ke menu. Karena judulnya dimsum inc, ya menu yang kita incer dimsum. Selain dimsum, menu makanan besar dan cemilan lainnya juga menarik. Berhubung ini misinya nganter Nadine makan malam, jadilah pesan makanan besar untuk si mbak cilik. Pilihannya mie ayam alias chicken noodle, ini adalah mie ayam kuah dengan toping ayam,bok choy dan pangsit rebus. Menurut Nadine rasanya enak, terutama pangsit rebusnya. Kalau buat yang suka pedas, ada pilihan sambal yang disajikan terpisah. Porsi mie ayam ini juga lumayan besar untuk perut perempuan.

Beralih ke dimsum yuk. Gw pilih 3 jenis dimsum yang katanya andalan, Mayo Prawn Dumpling, Shiu May, dan Oyster Sauce Spring Roll. Mayo Prawn Dumpling disajikan dengan digoreng, isinya manteb alias udangnya besar-besar, kulit dumplingnya juga renyah dan kresss enak dicocol pakai saus mayonaise.
Shui May, disajikan dalam wadah kukus, 4 buah per porsi dan isinya juga padat. Berikutnya Oyster Sauce Spring Roll, yaitu spring roll yang disajikan dengan saus tiram dan dikukus. Rasa keduanya pas! Kalau pas lagi laper-lapernya bisa kalap pesen lagi, tapi berhubung perut udah penuh, yaaa 3 menu udah cukup.
Buat minumannya, gw pilih Mango smoothies dan lagi-lagi rasanya ngga mengecewakan loh! Enak! Mangganya manis, campuran susunya pas dan ngga bikin eneg.
Harga makanan dan minuman di Dim Sum Inc. lumayan bersahabat. Untuk dimsum berkisar Rp 19.900,- per porsi, chicken noodle Rp. 29.900,- dan mango smoothie Rp 24.900,-. Selain pilihan menu tadi, masih banyak menu lainnya seperti mix platter, macam-macam menu nasi dan mie, bubur atau side dish macam kentang goreng, chicken wing, dan omelette.
#dimsum #dimsuminc #shuimay #siomay

dim sum'an yuk

by on August 25, 2014
Masih postingan dari weekend kemarin, hari ini gw mau cerita soal kulineran...kok rasanya gw nii kerjaannya makan mulu ya hehehe. Tempat ku...
weekend tlah usai...weekend tlah usai...hore...hore...hore...hahaha rasanya cuma orang sakit aja yang menyambut senin dengan gembira. Banyak cerita di weekend ini,mulai dari jenguk teman dan penyiar multi talenta (agak lebay deh gw), plus menutup weekend dengan event #IRadioSapuBersih.

Soal event ini, kita punya misi mengumpulkan sampah-sampah yang ada di Car Free Day, sekaligus branding tentunya. Sukanya lagi, bisa dibilang ini adalah ajang berkumpulnya para pekerja I Radio,mulai dari para kreatif, reporter dan penyiar, plus induk semang kita (baca bos) yang mau turun langsung. Jujur, udah lama ngga liat support macam ini loh, kompak as a team! Gw mulai merasa  tempat ini sudah mulai on the track. Gw ngga ngomong soal komitmen pribadi, mau itu sekedar cari uang, pencitraan atau memang menemukan passion di tempat ini. Yang penting saat kita punya misi membuat tempat kita hidup dan berkarya menjadi maju, berikanlah usaha terbaik kita. Rasanya juga, mereka yang hanya berpikir untung rugi juga akan terkikis semesta, bukan begitu?
#me #IRadioJakarta

Ayo Sapu Bersih!

by on August 24, 2014
weekend tlah usai...weekend tlah usai...hore...hore...hore...hahaha rasanya cuma orang sakit aja yang menyambut senin dengan gembira. Banya...
Ngerasa ngga siii...akhir-akhir ini Jakarta terasa makin panas? Seperti siang ini yaaa...Ini nemenin Nadine bikin PR sekolahnya di ruang tengah berteman kipas angin, rasanya cuma selewat aja ademnya. Terpikir buat beli AC dan dipasang di ruang tengah, tapi kok ya boros listrik ujungnya. Daripada ngeluh, alihkan aja pikiran tho...mau cerita aja soal yang seger-seger hehehe.

Kemarin pas libur Lebaran, gw sempet mampir ke Cimory Riverside. Pilihan menu yang pas untuk cuaca Jakarta sekarang ini (seandainya Cimory ada di sebelah rumah gw hahaha) salah satunya Mix Jelly with Vanila Ice Cream. Hmmmm...nulis ya aja bikin ngiler. Terbuat dari serutan es batu, yang dicampur dengan potongan-potongan jelly rasa taro, mangga, dan green tea, plus vanila ice cream di bagian atasnya. Gw suka Mix jelly ini karena rasanya ngga terlalu manis. Seperti biasa, menyantap vanila ice cream dulu, baru gw nikmati sendokan demi sendokan jelly yang melegakan di tenggorokan dan sluruuuuuup es batunya yang mulai mencair bikin segeeeeer. Doooh...es mana es....haus dan panas nii...


Sebentar....gw ambil es teh manis dulu dari kulkas hehehe....

Sluruuuuuuup....ahhhh....

Nah lanjut buat yang mau ke Cimory Riverside, gw sarankan ngga dalam posisi lapar banget yaa. Menurut gw menu makanan yang seru di tempat ini bukan menu orang Indonesia banget, maksudnya menu nasinya kurang menarik. Menu yang menarik justru macam-macam sosis, misalnya Spiral Kanzler Sausage. Sosisnnya panjang dengan kentang goreng dan kepingan crispy keju. Porsinya pas buat perut perempuan kok. Biarpun terlihat besar, ternyata pas hehehe. 


Oiya Cimory Riverside juga punya area playground buat anak-anak dan di bagian bawah ada view sungai yang bisa dipakai buat ajang selfie atau narsis. Gw ngga bilang bikin hati adem ya, soalnya kebersihan sungainya biasa aja. Seandainya boleh usul, kalau saja area alamnya dibuat sampai seberang sungai dan pengunjung juga bisa kesana, pasti makin seru.

#cimoryriverside #jelly #sosis #kuliner 



Tergoda Jelly Ice Cream

by on August 10, 2014
Ngerasa ngga siii...akhir-akhir ini Jakarta terasa makin panas? Seperti siang ini yaaa...Ini nemenin Nadine bikin PR sekolahnya di ruang ten...

Mencoba kuliner baru itu seperti menjalani hidup..ibaratnya mencicip rasa baru itu kan ngga gampang,apalagi kalo selama ini terbiasa sama rasa yang itu-itu aja dan sudah nyaman #eeeaaa
Eits,tapi ini bukan soal filosofi kok,cuma soal cobain tempat makan baru hehehe. Awalnya,ini undangan meeting kantor dan ternyata rasanya cocok sama lidah gw.

Nama restonya adalah "Sere Manis" yang ada di kawasan Cikini Jakarta Pusat. Sere Manis sebenarnya ada juga di jalan Sabang,tapi kali ini gw mainnya di tempatnya yang terbaru ya. Posisinya menyatu dengan Hotel Puri Inn, dengan warna dominan orange bata. Datang di jam makan siang setelah libur Lebaran, tentunya jadi moment yang pas,soalnya belum banyak orang yang menyerbu tempat ini. Menurut ownernya, David Tambunan, tempat ini ramai dikunjungi saat makan siang, selain karena melayani kebutuhan pengunjung hotel, Sere Manis memang jadi alternatif buat para pekerja di sekitar cikini dan pengunjung rumah sakit cikini, yang kebetulan gedungnya ada di seberang bangunan Sere Manis.

Melegakan dahaga dari panasnya cuaca, langsung saja gw teguk es teh manis khas Sere Manis. Kenapa khas? Karena es teh manis ini disajikan dengan ice cream sere. Yup, this is the first time gw mencicipi ice cream dengan rasa sere. Cara menikmatinya pun bebas, ice cream bisa langsung diaduk dengan teh atau mau dinikmati dulu sambil lelehannya menyantu sendiri dengan teh. Awalnya, ice cream ini dimaksudkan sebagai alternatif gula untuk memberikan rasa manis. Memang saat dicicip tersendiri, ice cream sere ini terasa manis dengan paduan rasa pedas dari serenya. Begitu ice cream diaduk dalam teh, memang rasa manis itu hilang. Kalau buat gw, begitu ice cream diaduk, ngga perlu menambahkan terlalu banyak gula cair, agak kurang manis, tapi ini supaya rasa serenya ngga tertutup dengan manis gula.

Sajian pembuka datanglah tahu kremes, yaitu tahu goreng dengan taburan kremesan dan disajikan bersama irisan rawit dan sambel kecap. Satu porsi disajikan 4 buah tahu, di atas tempat semacam telenan. Rasanya enak dan kresss pas digigit. Coba tambahin kremesnya, pasti makin endesss. Maklum gw termasuk penyuka tahu.

Masuk ke makanan utama, menu yang disajikan ada 5 menu, salah satunya ikan gohu. Ini juga perdana gw makan ikan gohu, makanan khas dari Maluku Utara. Terbuat dari ikan tuna dengan rasa khas asam pedas. Hati-hati..cabe yang ada diolahan menu ini bisa jadi 'ranjau'... kletus... pedeees. Gw bukan penyuka makanan pedas, tapi gw suka sama rasa ikan gohu ini, apalagi ada taburan kacang tanah diatasnya.

Buat penutupnya dipilihlah singkong keju. Hmmm...perut sudah penuh sesak, tapi tetap harus dipaksakan demi rasa penasaran hehehe. Menurut David, ini menu andalan Sere Manis juga. Singkongnya dijamin empuk loh, soalnya sengaja dipilih singkong madu yang punya rasa manis dan tekstur yang lembut. Rasanya endesss dan pas banget langsung dilahap saat hangat. Gegara singkong keju ini juga, gw jadi tahu soal singkong madu yang ternyata baru bisa ketahuan jenisnya pas diolah. Nah, seringkali singkong yang dikirim supplier buka jenis madu. Apakah Sere Manis 'memaksa'mengolahnya? Tentu tidak dan itulah yang harus diacungi jempol, kualitas sajiannya tetap terjaga.

Selain 4 menu tadi, Sere Manis sebenarnya masih punya menu andalan seperti aneka soto, ada tangkar dan soto betawi, aneka menu ayam dan bebek, plus makanan khas Indonesia lainnya seperti tempe mendoan bakar. Soto betawinya sempet cobain juga (boooow banyak ya gw makannya...sampe geli sendiri ceritanya nii hahaha), enak dan dagingnya empuk. Juga sempet cobain ayam goreng penyet, ayam asam manis dan tumis kacang panjang. Nah, buat tempe mendoannya sayang banget belum sempet cobain. Next-nya deh mampir lagi ke Sere Manis Cikini, siapa yang mau nemenin ? ;)

Sere Manis Cikini
Jl. Raden Saleh no. 39, Jakarta Pusat
021 - 3140078
@seremanisresto
www.seremanis.com

#seremanis #kuliner #icecreamsere #ikangohu #singkongkeju


Mengisi libur Lebaran...ngapain hayoooo? 

Pertama, jadi Inem! Sudah pasti itu! Sejak ART pulang 5 hari sebelum hari Lebaran, gw juga udah menjalankan peran ganda, sebagai mama, inem, dan perempuan bekerja eh...triple ya hehehe. Yup, sempat bawa si kecil ke kantor juga, yang untungnya kooperatif banget sama pekerjaan mamanya yang lagi mbludak dengan warna-warni naik iklan manual dan export ulang (ini soal iklan radio selama seminggu yang harus dipastikan on air hehehe).

Singkat cerita, seminggu lalu libur sudah dimulai....tapi partner gw masih masuk dong gegara ada konfirmasi pembayaran mahasiswa. Jadilah gw dan Nadine ikut ke kantor yang kebetulan ada di sekitar Semanggi. Daripada bengong dan main game seharian, gw iseng aja ngajak Antrie (temen gw, dulu penyiar yang sekarang jadi perempuan multi profesi hehehe) sarapan di Pasar Benhil....yang ternyata kosong melompong. Kalo dipikir-pikir ya wajar aja kosong, wong udah H-2 Lebaran hahaha. Lantas muncul ide dari Antrie ke Pasar Kopro yang ternyata letaknya di deket area Central Park. Boooow jawara ya alias jauh yaaaa. 

Nah kita masuk ke agenda Kedua selagi liburan, ngemiiiiil dan wiskul. Biarpun cuma pasar rakyat biasa alias sama aja seperti pasar Klender, pasar Benhil dan lainnya, Pasar Kopro ini seru juga loh. Kebersihan standar siii dengan pasar kebanyakan, cuma kulinernya ternyata lumayan seru. Sasaran pertama adalah tempat makan (chinese food) yang ada di lantai 2. Ramenya pooool! Jangan kaget kalo pelayannya rada 'galak', tone alias nada bicaranya emang segitu sodara-sodara. Tapi, pelayanannya cukup sigap. Ada beberapa menu yang sempet dicicipi yaitu mie chasio, nasi tim, dan nasi goreng seafood. Banyak ya hahahaha. Mie Chasio, sejenis mie Bangka dengan toping daging babi merah. Kalo nasi tim, isinya jamur dan ayam. Semuanya endes dengan porsi yang lumayan besar untuk perut perempuan. Kalo nasi gorengnya, endes juga dengan porsi besar. Kebetulan nasgor ini dibungkus dan sempet icip-icip juga hehehe.

Kalo ke Pasar Kopro, sempatkan juga keliling ya. Gw sempet mampir ke tempat pempek hehehe. Sempet cobain adaan, lenjeran dan kapal selam. Eits, ini dimakan bertiga kok, gw, Antrie dan tante Dinok (adiknya Antrie). Rasa lumayan, terutama yang adaan. 

Ngga jauh dari tempat pempek, sempatkan juga mampir di tempat jajanan kue basah. Gw beli lemper dan kue lapis, plus beli semacam kekian babi. Rasanya enak juga, Nadine habis 3 lemper ayamnya. Sedangkan di pojok depan, ada yang jualan es kopi. Kata Antrie, enak. Sayang, gw ngga terlalu suka kopi. Semua yang tadi gw ceritain ada di lantai 2 ya. Buat yang pengen kue kering, siomay babi, atau panganan yang halal juga ada kok di Pasar Kopro ini.

Bayangkan ya kalo semua pasar tradisional lebih bersih dan tertata, pasti kuliner macam ini dicari orang. Ngga perlu ke mall buat dapetin kuliner seru, ya ngga ?

Happy holiday dan ayo buat kuliner seru ala kita sendiri ;)

                                           

#kuliner #pasarkopro