Darurat Rokok, mau nulis apa dengan judul itu ? Entahlah rasanya judulnya catchy aja dan ide ini  kemarin pas jalan sore cari cemilan. Kenapa darurat rokok? Sore itu melintas di area Tebet, masuk lewat stasiun Tebet, melewati dunkin donat, lalu menyusuri jalanan yang dipenuhi distro dan tempat-tempat kuliner. Selepas mata memandang begitu mudah dijumpai orang-orang muda dengan rokok di tangan. Sampai di tempat cemilan, tukang parkir, pengunjung ruko sekitar dan bahkan pengunjung tempat gw ngemil juga merokok. Selesai ngemil ice cream, gw pulang. Sama seperti pemandangan saat berangkat, hampir sepanjang jalan pulang, begitu mudah gw melihat orang-orang menyesap rokok mereka. Ngga cuma di pinggir jalan, beberapa pengendara motor pun ada yang merokok. 

Gw kadang mikir, sebegitu daruratnya kah merokok hingga tak bisa hidup dan bergaul tanpa rokok ? Mungkin ini perasaan gw yang memang ngga suka sama rokok dan perokok. Gw memang belum pernah menyicipi ya, tapi secara logika, buat apa memasukkan racun di tubuh kita ? Gw aja tiap kali makan kelewat enak atau bahkan cuma makan gorengan aja, rasanya suka gemes sendiri. Bukannya apa-apa, gw kok tega memasukkan bibit kolesterol ke tubuh sendiri. Makan gorengan misalnya, enak dan bikin kenyang, tapi belakangan teringat persen dokter bahwa minyaknya bisa jadi pemicu kista. Kebetulan dulu sempat kena kista cokelat. Kembali ke rokok, ngga cukupkah bibit-bibit penyakit bawaan dari makanan kita masuk ke tubuh ? Gw yakin ngga banyak dari kita yang bawa bekal makan siang dari rumah dan banyak yang jajan/makan di tempat yang kurang higienis. Nah mikir dong, kondisi ini pun masih ditambah dengan racun nikotin. Katakanlah makanan, setidaknya ada asupan protein, karbohidrat atau mineral mungkin, lha kalau rokok rasanya kok cuma memasukkan racun  begitu saja, seperti kita manyuntikkan drugs. Ngga cuma itu, perokok pasif pun mendapatkan efek dari orang yang merokok disekitarnya. Bukan cuma menghirup racun rokoknya, di kehidupan gw, itu merusak hubungan pribadi. Gw adalah orang yang paling ngga terima dengan bau rokok, terutama di tempat pribadi gw seperti rumah dan meja kantor. Ngga terhitung adu mulut terjadi sama partner hidup gw, yang pulang membawa bau rokok efek dari teman-teman kantornya yang merokok sembarangan. Pengen rasanya mengadu ke pemprov deh, biar kantor-kantor yang masih membebaskan perokok merokok sembarangan ditindak tegas. Tapi ya kaleee gw sejahat itu. Berharap aja mereka punya hati buat berhenti dan merusak teman-temannya yang bukan perokok.

Belakangan pemerintah juga mewajibkan produsen rokok mencantumkan gambar seram atau menakutkan tentang bahaya merokok di bungkus rokok. Gw termasuk yang setuju banget sama langkah ini. Dengan begitu, orang mikir kalau mau merokok. Toh daripada merokok membuang uang, mending uangnya dipakai buat beliin oleh-oleh buat anaknya, ditabung dan buat liburan sama keluarga atau buat biayain les/kursus buat anaknya. Buat yang single, lo bisa loh tabungin uang rokok lo buat beliin kado ortu, pacar atau nyicil apartment/rumah masa depan. Yaaah ini cuma curahan hati dan harapan semoga para perokok itu sadar, kalau mau mati, mati sendirian gih. Kalaupun masih ngotot mau merokok, jauh-jauh dari orang yang bukan perokok. 


Inget, kebiasaan negatif lo bisa jadi mengganggu orang lain bahkan hubungan orang lain dengan orang lain!



Darurat Rokok

by on June 29, 2014
Darurat Rokok, mau nulis apa dengan judul itu ? Entahlah rasanya judulnya catchy aja dan ide ini  kemarin pas jalan sore cari cemilan. Kenap...

Banyak yang bilang, sehari sebelum puasa baiknya jajan atau makan yang enak-enak. Nah,hari ini gw ikutan jajan yang enak-enak juga, biarpun aslinya ngga ikutan puasa hahaha. Berhubung jalanan deket TPU dan mall dipastikan penuh,gw mainnya ke area Tebet aja.

Di Tebet ada satu tempat namanya "Fat Bubble". Tempatnya ngga jauh dari ayam bakar mas Mono. Ini kedua kalinya gw kesini dan sama seperti sebelumnya, tempat ini rame pengunjung. Tempatnya agak kecil sii dan ada 2 lantai. Lantai bawah no smoking (walaupun di atas juga ada yang no smoking,tapi cuiliiiik nemen alias kelinci alias kecil) dan di lantai atas buat para penggila asap alias perokok. Demi mendapatkan udara bersih, gw dan keluarga milih di bawah aja. Yaaa agak menunggu 15menitan, karena tempatnya full.

Pilihan gw sore tadi C2 matcha ice cream dengan toping jelly grass, mochi, fat bubble dan tambahan mango puding, plus kuah milk. Kebayang ya endutnya abis makan ini hahaha. Nah, buat yang ngga suka kuah milk, bisa juga pilih brown sugar atau soya atau biasa aja tanpa kuah. Mau mix and match antara ice cream dan toping bisa kok. Ice creamnya ada rasa matcha, vanilla dan mango. Gw suka mango ice cream dan mango pudding-nya, ngga terlalu manis. Kalau mau minum aja,bisa juga pesan milk tea dengan banyak rasa dan toping.

Buat cemilannya ada macem-macem mulai kentang goreng, calamary atau sejenis martabak manis mini ala Fat Bubble. Sayangnya, gw ngga banyak cobain, soalnya kekenyangan hahaha. Embak kecil gw, Nadine, tetep dong ngemil dan pilihannya kentang goreng. Nah, penyajiannya juga dapet nilai lumayan dari gw. Seperti kentang goreng tadi misalnya, disajikan dengan keranjang mungil berwarna putih. Nilai minusnya cuma di tempat yang kecil dan beberapa pelayannya jutek hahaha, itu mungkin dia gemes ngelayanin gw yang juga banyak mau hahaha.

Buat yang mau cobain sebelum mulai puasa atau membatalkan puasa atau memang mau jajan aja, ini alamatmya : Fat Bubble, Tebet Timur Dalam 2 No.47C, telepon 021-83797823. Pass wifinya : fatbubble (entah ini diperlukan atau ngga hehehe).

Minggu ini gw menghadapi beberapa kelulusan. Pertama, lulusnya si kecil Nadine dari TK dan siap masuk ke SD bulan ini. Buat sebagian orang mungkin biasa saja, buat gw kelulusan Nadine artinya tanggung jawab yang makin besar dan harus dihadapi dengan besar juga. Bukan hanya dari segi materi yang harus makin dimantapkan, ini step yang harus jadi perhatian. Akan makin banyak PR, makin bervariasi teman-teman dan pengaruh yang ditemui Nadine. Pernah gw berangan-angan, saat dia SD, gw sudah ready bekerja part time dan total buat Nadine. Nyatanya ? Gw masih harus berdiri di beberapa kaki, kaki sebagai ibu dan perempuan bekerja. Kenapa gw pisahkan arti keduanya ? Kadang sebagai ibu, lingkungan banyak membebankan tanggung jawab perkembangan anak pada sosok ibu. Coba saja lihat kalau ada anak nakal, "ibunya siapa?" Muak kadang mendengarnya ya, apalagi buat sebagian perempuan yang punya tanggung jawab memenuhi kebutuhan material juga, bukan sekedar membantu suami ya, tapi menjadi partner yang seimbang. Belakangan gw melihat ini secara ikhlas saja. Gw berusaha menjadi ibu, sekaligus partner untuk pasangan saya. Sebel,menyesal atau gemas karena ngga sesuai rencana awal di kepala gw ? Aaaaahhh...lelah memikirkannya, mendingan dijalani saja. Gw percaya, semesta dan Tuhan pasti punya jawaban dan rencana baik. Belakangan juga ikhlas membawa hasil positif kok ke gw pribadi. Semoga partner gw juga punya Good plan untuk keluarga ini.



Kedua, lulusnya dua penyiar senior di kantor gw, Rafiq dan Poetri. Terhitung mulai Senin ini, mereka ngga lagi siaran di Pagi-Pagi, wajahnya berganti dengan dua penyiar lain. Dibilang sering elus dada dengan dua penyiar senior ini, yaaaa namanya juga pekerjaan ya...tapi kelulusan Jumat kemarin lumayan membuat mata mbrebes mili alias tersentuh. 9 tahun ternyata pasangan ini bertahan, yang artinya 9 tahun juga gw mengenal mereka dengan suka dukanya hehehe. Sedih terutama kehilangan Mbak Poetri. Biarpun tiap pagi suka ngejekin gw, tapi dia ini orang yang sering gw ajak diskusi soal anak, berbagi cerita tentang Nadine, plus sedikit banyak tentang religi dan online shop juga hahaha. 

Yaaaa itulah lulus yang gw alami Minggu ini..keduanya bawa efek tanggung jawab yang baru dan lebih besar. Keduanya juga bawa konsekuensi adaptasi dengan hal-hal baru. Menantang dan harus dijalani! 

Gw sendiri pengen lulus dari apa ya setelah ini ? ;)

#me 

Lulus....

by on June 16, 2014
Minggu ini gw menghadapi beberapa kelulusan. Pertama, lulusnya si kecil Nadine dari TK dan siap masuk ke SD bulan ini. Buat sebagian orang m...
Teralu banyak rencana di kepala saya di hari Minggu ini. Awalnya mau belanja dan nengok seorang teman yang baru lahiran. Tapi berhubung partner saya molor sepanjang hari dan pasti emosi jiwa kalau saya ganggu, ya sudahlah akhirnya saya mengalah menemani si kecil bermain di rumah sambil ngisi blog. Daripada sebel sendiri kan yaaaa... *berharap partner saya nii punya insiatif produktif di hari weekend*besok lagi mending janjian sama temen-temen saya yak*

Oke fokus ke tulisan hari ini...kebengongan saya hari ini sempat terisi dengan membuka moment-moment lama di Path. Wow...ternyata saya sering juga posting foto makanan. Anehnya, saya kayaknya jarang banget share kulineran saya di blog. Yaaa walaupun ngga seperti para ahli kuliner yang sudah menjelajah dan menjajal berbagai tempat kuliner, rasanya ngga masalah dong ya saya berbagi, toh ini blog curhatan pribadi...mau dibaca monggo, ngga yawis hehehe..

Saya mau share tentang jajanan saya aaaahhh. Apa jajanan "non kaki lima" yang belakangan sering saya lahap? Hmmmm....

1. Shihlin
Saya menyebutnya sebagai snack MSG yang ngga mungkin ditolak alias bikin nagih. Beberapa kali ke mall, selalu yang saya cari Shihlin ini, selain SALE hahaha. Konon menurut info di dunia maya, Shihlin ini asal muasalnya dari Taiwan. Ada beberapa menu yang dijual, tapi saya paling suka XXL Crispy Chicken dan Fish Tempura alias otak-otak. Ada beberapa varian rasa, tapi saya sukanya original dengan tingkat kepedasan sedang sampai ngga pedas. Sehabis kita pesan, biasanya Crispy Chicken digoreng dalam minyak panas beberapa menit, diangkat, dibumbui (dengan MSG itu tadi hahaha), kemudian dipotong-potong dengan gunting, dan disajikan dalam white paper bag dengan 2 tusukan lidi. Hmmmm...selagi hangat enak nii, ngemil sambil jalan-jalan di mall.

2. Macdee Shaker fries
Mc Donalds alias macdee shaker fries adalah kentang goreng biasa sebenarnya, hanya saja disajikan dengan taburan bumbu Brazilian Salsa. Bumbu Brazilian ini sekaligus menyambut World Cup 2014. Jadi, kentang goreng dan bumbu dimasukkan ke dalam brown paper bag, lalu dikocok-kocok. Makan selagi hot...hmmmm....yummy...enak banget buat cemilan pas lagi nunggu si kecil menari atau pas bosan sama kerjaan kantor.

3.Starbucks Green Tea Frapuccino 
Sesungguhnya ini enaknya berkantor di Sarinah, yang juga dekat sama GI dan Plaza Indonesia, bisa "lari" ke tempat-tempat itu untuk me-refresh otak yang terkadang menguap hahaha. Ngga cuma 2 mall itu, lari ke Skyline Building yang ada dis seberang Sarinah, juga bisa me-refresh kok. Apalagi kalau bukan Starbucks. Biasanya bareng 2 teman perempuan saya tuh, Sitta dan Ita, yang paliiiing doyan ngajak ke tempat ini. Pilihan saya, hampir setiap waktu adalah Green Tea Frapucinno. 

Nah, itu tadi jajanan "non kaki lima" andalan saya kalau lagi di mall atau di waktu luang. Sebenarnya kalau mau diceritain semua, banyak jajanan lainnya yang seru dimakan saat break kantor. Ops jadi ketahuan ya saya suka ngemil hehehe...sudahlah, mari kita ngemil yuks. Next saya cerita soal cemilan buatan beberapa teman saya ya ;)





apa cemilan kesukaanmu?

by on June 08, 2014
Teralu banyak rencana di kepala saya di hari Minggu ini. Awalnya mau belanja dan nengok seorang teman yang baru lahiran. Tapi berhubung part...
Haloooo my blog...kangen juga sama kamu, apalagi di antara drama lantai 8 yang belakangan bikin deg-degan. Mau posting apa hari ini ? Hmmm gimana kalo judulnya "menyesuaikan diri" ? Sedikit terinspirasi dengan drama belakangan ini hehehe...

Cerita menyesuaikan diri saya siii seputar kuliner aja yaaa...
Jadi ceritanya beberapa waktu lalu, saya harus menyelesaikan kerjasama dengan sebuah radio dan mengambil bukti siar. Jadilah saya bertemu dengan teman saya di radio itu dan ala-ala pengen cobain makanan yang ada di Epicentrum. Sebenarnya saya suka sama tempat ini, kecil, intim dan ngga terlalu ramai dengan tenant. Cukup enak untuk kulineran, tapi sayangnya belakangan makin banyak resto atau cafe yang tutup disini. 

Akhirnya saya dan Wiwie memutuskan makan di Do An, resto khas Vietnam. Sepintas mata memandang, sepertinya menunya masuk di perut dan lidah saya. Singkat kata kami masuk dan pesan. Saya cuma pesan cemilan aja, namanya goi cuon alias lumpia Vietnam dan cha gio tom, minumnya tra sua da alias teh tarik ala Vietnam. Porsinya pas buat perut saya, ngga terlalu besar. Soal rasa, yaaaa saya cocok 2 dari 3 menu yang saya pilih sendiri dengan pedenya. Cha gio tom, menurut saya sama dengan udang goreng tepung dalam versi lain. Rasanya ngga terlalu spesial. Yaaa mungkin karena saya bukan Pak Bondang Maknyus yaa hehehe... Teh tariknya juga punya rasa yang bersahabat, dengan tampilan sedikit oranye. Nah rasa yang saya sebut "menyesuaikan diri" adalah goi cuon. Lumpia Vietnam ini disebut juga salad roll, isinya udang, potongan ayam, telur dadar, selada, peterseli, Thai basil, bihun dan mint, yang digulung dalam rice papar berwarna putih. Cemilan ini disajikan dengan saus kacang manis asam bertabur potongan kacang tanah cincang. Rasanya padat dan begitu menggigitnya...kreess...ada yang aneh di mulut saya. Mungkin ini antara Thai basil dan mint yang beradu, agak ngga nyaman di mulut. Tapi namanya menjajal yang baru, yaaa saya tahan-tahanin aja makan. Untung teman saya lebih banyak makan daripada saya hehehe.


Makanan lainnya yang kami pesan adalah bu bo hue. Ini porsinya kelewat besar untuk saya dan teman saya yang perutnya standar hahaha. Akhirnya kami berbagi makanan ini. Ini sejenis mie kuah dengan isi sayuran dan tauge, plus potongan daging diiris tipis-tipis. Rasanya mirip toge goreng kali yaaa tapi dengan mie putih. Hanya saja rasanya ngga terlalu gurih dan ngga gigit. Kalau saya, belum bisa menyesuaikan diri sama makanan-makanan Vietnam ini. Tapi bukan berarti ngga bisa loh yaa...kan saya punya mimpi juga pengen jalan-jalan ke Vietnam hehehe. Dari harga, resto Do An ini, lumayanlah. Untuk cemilan yang saya pesan harganya berkisar  Rp 30.000,- an, sedangkan minumannya sekitar Rp 20.000,- an. Untuk menu utamanya mulai dari Rp 50.000,- ke atas.

Hmmmm....kira-kira weekend ini saya mau kulineran yang "menyesuaikan diri" atau mau yang biasa aja yaaa....mari makan...makan...makan...

#kuliner #kulinervietnam #DoAn #lumpia #food