Minggu yang unit, sehari masuk...sehari libur... Nah, daripada manyun liat sosmed temen-temen yang pada berlibur, gw mending curhat di blog aja ahhhh hehehe...

Buat yang ngga bisa cuti dan keluar kota atau bahkan keliling Indonesia mungkin (sesungguhnya ini curhatan gw yang ngga boleh cuti bahkan cuma sehari), mendingan pakai waktunya untuk bersama orang terkasih. Pacaran atau menikmati quality time ngga harus ke pulau atau luar negeri kok, ini agak terdengar nyinyir hahahaha...wahai partner tolong dong gantian rencanakan trip buat saya dan anaknya hahahaha... 

Back to topic, menghabiskan waktu libur dengan dompet seadanya yaaa ...makan !! Pas banget weekend ini adalah minggu terkasih Jakarta Fashion and Food Festival di Kelapa Gading. Sabtu kemarin, saya dan keluarga menyempatkan ke Kampoeng Tempoe Doloe. Kalap ?? Sudah pasti ! Nadine sudah pasti order mie ayam plus Es Podeng. Si papa alias partner saya pilot nasi goreng kambing Kebon Sirih. Saya, pilih cakwe Medan aja, sambil nyicipin juga martabak medan dan tahu baso Semarang. Kalau ngikutin nafsu, maunya makan sate jamur Yogyakarta, Sate Padang, tahu tenor, rujak juhi, psssst ngga habis-habis wish list-nya wkwkwkw... 


Harganya lumayan, untuk semua yang dimakan kami sekitar 150 ribu. Komentar soal venue acaranya, lumayan rapih dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Area Kampoeng Tempoe Doloe lebih luas dan bersih, dengan petugas kebersihan yang cekatan juga. Pilihan makanannya juga banyak. Seperti tahun-tahun sebelumnya, festival ini berusaha merangkul makanan-makanan khas berbagai daerah dan kuliner favorit. Cuma saja suasanya tempo dulunya agak berkurang karena sistem transaksi pakai kartu yang difasilitasi BCA. Dulu, transaksinya pakai uang-uangan ala jaman dulu, jadi terasa kampung tempo dulunya. 




Nah, buat yang mau liburan kejepit dan ngga dapet cuti kayak saya nii, boleh loh ke Kampoeng Tempo Doloe. Selamat makan dan menggemuk hehehe...

#jfff #kampoengtempodoloe #kelapagading #kuliner 


Beberapa minggu ini sebenarnya jadi minggu yang menyenangkan buat gw...kenapa ? Soalnya berturut-turut diundang screening fim-film bagus, mulai dari Spiderman 2, Godzilla, X-Men dan Jumat kemarin, "Edge of. Tomorrow". Dari 4 film ini cuma 2 yang gw tonton, maklum efek partner juga suka nonton..yaaah mau ngga mau menyisihkan beberapa film yang sebaiknya ditonton sama beliau hehehe. Tapi, untuk film "Edgebof Tomorrow" maap...ngga bisa ditolak nii. Gw merasa harus kudu nonton film mas Tom paling dulu, setidaknya untuk level orang awam hehehe. Inilah kenapa gw suka kerja di media. 


Terakhir gw nonton film Mas Tom Cruise adalah "Oblivion" dan sayangnya jelita alias jelek. Tom di film itu mencoba masuk ke dalam genre action dan menurut gw gagal. Nah, di "Edge of Tomorrow" Tom juga semacam ingin menjajal genre action. Setidaknya itu tergambar dari poster dan promosi film ini. Untungnya, film ini ngga melulu menonjolkan sisi action, tapi juga drama dan menonjolkan jalan cerita. Tom di film ini berperan sebagai Cage, publik relations untuk militer Amerika Serikat yang "menjual" kehebatan telkonologi dan kekuatan militer pembasmi mimic, alien yang mencoba menginvasi bumi. 

Cage sesungguhnya ngga pernah terjun ke medan perang, meski dia sukses membuat banyak orang bergabung dengan team militer pemburu mimic. Pada suatu ketika, Cage tidak punya pilihan untuk turun ke garis depan. Ia dipaksa berperang melawan mimic tanpa pernah latihan sekalipun. Sudah bisa dipastikan, Cage gugur di perang pertamanya. Lantas film selesai ? Tentu tidak, justru ini serunya, tiap kali Cage tewas, ia terbangun kembali dan mengulang masa yang sama. Ini berulang dan berulang.


Pada perjalanannya, Cage mulai memperbaiki situasi dan mengenal sang wanita baja. Dia adalah Rita, yang diperankan Emily Blunt. Bersama Rita, Cage berusaha mencari tau kenapa hidupnya berulang dan berulang. Cage mulai mencari pemecahannya dan melewati tiap hari yang berulang dengan Rita. Di sisi lain, Rita dan semua yang ada di sekeliling Cage tidak menyadari bahwa waktu berulang. Cage mengenal Rita lebih dalam,tapi tidak dengan Rita. Ngga ada adegan intim antara Tom dan Emily, tapi sudah dipastikan cara Tom memandang karakter Rita bikin klepek-klepek. Kalau gw yang jadi Rita pasti udah ngga tahan tuh hihihi....ya kaleeee skenarionya gw yang bikin.

Nah berhasil ngga Cage menghentikan berulangnya waktu ? Itu juga yang ngga bakal seru lagi kalau gw ceritain disini hehehe. Intinya film ini punya ending yang ngga ketebak. Bisa siii ketebak, cuma gw terlampau hanyut sama karakter Cage, sampai ngga kepikiran akan seperti apa endingnya. Action yang ada di film ini juga lumayan kok dibandingkan Oblivion atau bahkan Godzilla kemarin. Beberapa adegan juga ada yang menggelitik, bikin gw senyum-senyum sendiri. Nah kalau mau lebih seru, nonton "Edge of Tomorrow" di versi 3D deh, dijamin lebih seru...berasa mau ditelan alien.

#edgeoftomorrow #tomcruise #emilyblunt #movie 
"...bertarung di negeri orang" judulnya kayak postingan soal merantau ya hehehe. Tapi mugkin ini memang soal perantauan,seekor Godzilla yang merantau ke bumi. Yup, postingan kali ini mau cerita soal film Godzilla, efek kemarin menuruti kemauan partner nonton film ini (plus spiderman 2 sii,soalnya partner belum nonton spiderman 2). Ceritanya simple banget, tentang Godzilla yang bertarung dengan 2 M.U.TO. Ketiga mahluk ini penampakannya semacam monster dan konon bukan berasal dari bumi. Nah, Godzilla ini sesungguhnya pro manusia di bumi dan berfungsi sebagai penyeimbang alam. Ia pun memang tidak dibinasakan,tapi dijadikan observasi oleh organisasi tertentu. Menurut tokoh Serizawa, Godzilla sudah hidup berpuluh tahun lamanya, bahkan diperkirakan saat bom hiroshima dan nagasaki. Terbayang kan 3 monster berukuran besaaaar bertarung di muka bumi ini. Buat mereka bumi semacam lego yang sekali hantam, dhuuuaaaar hancur lebur. Mending cuma di Jepang aja, pertarungan ini berjalan dari satu negara ke negara lain.

Kenapa mereka lintas negara? karena M.U.T.O mencari nuklir sebagai bahan makanannya. Sepintas seru ya terdengarnya. Saya awalnya juga menaruh kegemesan sama film ini. Adegan awalnya aja digambarkan tentang penemuan fosil sejenis Godzilla yang menjadi tanda tanya. Lebih bikin penasaran lagi muncul tokoh Joe yang meyakini getaran dari bawah bumi yang selama ini terjadi bukanlah gempa bumi. Wah seru nih ada yang ahlinya dan pasti ada semacam kerjasama manusia dan Godzilla. Nyatanya, Joe tewas dan belum sempat berbagi ilmu. Nyebelinnya lagi, peran Serizawa ngga dominan dan terasa seadanya saja. Bagian yang ditonjolkan di film ini ada chaos atau kepanikan masyarakat dan sosok-sosok para monster. Setuju, kehebohan Godzilla dan teman-temannya memang memikat seperti riil, tapi ngga bikin efek ngeri gitu loh. Rasa panik justru muncul karena efek tsunami atau bencana yang timbul dari para mahluk ini.

Karakter lainnya juga ngga cukup kuat di film ini. Bukan soal ngga nge-top loh ya, tapi seperti ngga ada yang dominan. Padahal kalau saja sutradara Gareth Edwards dan penulis script Max Borenstein bisa mengawinkan ikatan antara manusia dengan Godzilla, pasti lebih seru dan menyentuh hati. Soalnya, ada momen saat Godzilla kontak mata dengan manusia, dia seperti mau bilang sesuatu gitu...mungkin dia mau bilang "aku menjagamu"...huahahaha imajinasi berlebihan ga sii? aaahhh saya sii ngerasanya gitu.

Jadi wajib tonton tak film Godzilla ini ? wajiblah..ini kan film fenomenal, lebih kurangnya dinikmati aja. Pssst saya sempet ketiduran loh waktu nonton film ini. Mungkin karena efek movie marathon ya kemarin,bukan faktor filmnya hihihi.

#godzilla #movie 
"Good food = Good mood" ... meminjam kata-kata seorang teman dekat saya, Sitta. Belakangan ini memang ngerasa agak berlebihan sama urusan perut. Ngga cuma beberapa kali makan enak,tapi juga seringkali makan banyak gegara kerjaan seperti air alias datang tiada henti. Eits....bukan mengeluh, tapi kadang biar mood kerja kita tetap kenceeeng, urusan perut memang harus nyaman. Setuju kan?


Yup, seperti malam ini...saya dan 2 teman dekat saya sama-sama lagi butek isi kepalanya, yang satu bete gegara salah potong rambut dan kantornya, satu lagi rindu berat sama partnernya, dan saya lagi kebanyakan meeting di kantor hahahaha. Jadilah malam ini, tanpa rencana, kami bertemu di resto kesukaan bersama "Sushi Tei" dan berlanjut ke "Pancious". Benar kan opening saya tadi...sambil makan, cerita demi cerita mengalir dan pulang dari Grand Indonesia malam ini pun terasa lebih ringan. Kami bertiga Ngga takut gemuk ? Siapa bilang ? hahaha mikir juga...tapi itulah kami, selama pelarian kegalauan masih hal-hal yang positif dan terkendali, kenapa harus khawatir ?

Dan belakangan memang makin sadar, ternyata banyak menghabiskan waktu buat makan enak dan curhat bareng dua teman saya ini. Dari mereka ini, terutama Ita, saya jadi tau promo-promo kuliner dan fashion yang lagi hits. Saya bilangnya makan enak dan belanja yang produktif, karena biarpun perut gendut dan dompet kadang cepat menipis, meluangkan waktu sebentar saja  dengan perempuan-perempuan hebat ini bisa menghilangkan kepenatan. Serunya, kami bertiga saling mendukung, berbagi filosofi dan saling menguatkan satu sama lain, plus harus siap terima kritikan. Galak sampai nyiyir, perempuan hebat sampe terlalu sering pakai baju hitam, semua terlabelkan di saya. Tapi toh, saya tetap memeluk mereka, karena terlalu banyak good mood yang akhirnya tercipta saat bersama mereka.



Bersyukur...saya punya pertemanan yang tulus...karena tidak semua pertemanan yang terlihat dekat sesungguhnya benar-benar tulus...

Selamat tidur....

#me