selingkuh? ... siap-siap panik!

"dialah yang harus panik, karena aku tidak salah" (The Other Woman)

Saya suka ungkapan film terbaru yang dibintangi Cameron Diaz di atas. Rasanya semacam penguatan hati perempuan yang teraniaya oleh kelakuan lelaki yang doyan selingkuh. Tapi,sesungguhnya ungkapan itu bisa juga disandang pada lelaki loh, kalau perempuannya ternyata berselingkuh atas dia. But anyway...saya mau bilang suka banget sama film ini. Ceritanya sangat sehari-hari dan mungkin terjadi pada banyak perempuan di belahan dunia manapun.

Bercerita tentang Carly yang tengah dilanda jatuh cinta dengan Mark. Carly adalah perempuan matang dengan karir dan gaya hidup yang mapan. Saat rasa tengah di puncak,Carly mengetahui ternyata Mark sudah mempunyai istri. Carly berusaha menenangkan diri. Anehnya, istri Mark, Kate, justru mencari jawaban pada Carly, membongkar perselingkuhan suaminya dan akhirnya bersahabat dengan Carly. Berbeda dengan Carly, Kate adalah perempuan rapuh, konservatif dan patuh pada suami.

Awalnya Kate hanya ingin mengetahui detail perselingkuhan suaminya dengan Carly. Tapi, ada hal lain yang disembunyikan Mark. Bersama Carly,akhirnya Kate pun menyelidiki Mark lebih jauh. Lagi-lagi, Mark ternyata selingkuh dengan perempuan muda yang umurnya jauh dari mereka dan punya penampilan sempurna. Perempuan itu adalah Amber. Uniknya lagi, mereka bertiga akhirnya bersahabat dan membongkar keburukan Mark.

Film The Other Woman ini sangat perempuan, dilihat dari dialog-dialognya, personifikasi masing-masing karakter dan dilema yang dihadapi para perempuan di tiap level usia mereka. Kate, tipikal perempuan rumahan yang saya rasa seperti kebanyakan perempuan menikah lainnya. Kate tergantung dengan Mark dan bahkan tidak membekali dirinya sendiri dengan pekerjaan atau pergaulan. Pergaulan yang dimaksud siapa yang jadi teman Mark adalah teman Kate. Sebagai manusia bernaluri bebas, perempuan menikah pun sebaiknya punya pergaulan bebas dengan teman-temannya yang bukan teman suaminya tho. Memang..ketika sudah menikah kebebasannya terbatas, bukan karena tunduk pada lelaki melainkan tanggung jawab sebagai istri dan ibu.

Carly, perempuan independen yang mapan dan mandiri seperti kebanyakan perempuan karir. Usianya tak lagi muda, tapi juga tak tua atau dengan kata lain matang. Tipikal Carly adalah perempuan yang mencari pasangan hidup, kenyamanan hati, tapi juga menjaga apa yang menjadi asetnya atau dengan kata lain punya posisi tawar yang sepadan dengan teman-teman kencannya. Nah ini yang kadang-kadang bikin gemes. Beberapa teman saya pernah dan mungkin masih terjebak dalam situasi ini. Di usia matang mereka mencari cinta, kadang menemukan orang yang tidak tepat dan tetap dipertahankan hanya demi kenyamanan hati. Mereka kadang juga ngga percaya diri bahwa punya 'aset' yang membuat posisi tawar mereka lebih tinggi. Haiii buat para temanku yang masih berkutat dengan lelaki yang ngga pantas, tonton ya The Other Woman ini dan pertimbangkan dalam hati : "penipu tidak akan berubah."

Amber, tipikal hot chicks yang mudah tertipu oleh para lelaki matang demi kenyamanan hati dan materi. Banyak juga tipikal begini nii. Tak banyak yang bisa saya komentari soal tipikal ini. Sebagian besar dari mereka mengandalkan emosi, egois dan ngga punya hati. Memang...bukan perempuan jenis begini yang kita persalahkan, tapi para lelakilah yang harusnya mampu mengendalikan diri. Helooo perempuan dengan sadar diri menahan diri loh, karena akar budaya dan sosialisasi peran yang patriarkhi dari jaman mula perempuan hadir di dunia ini.

Salutnya dari film ini, sosok Carly dan Amber diceritakan tidak ingin merusak pernikahan Kate. Mereka mengaku tertipu. Salah satu adegan yang saya suka adalah saat mereka bertiga berencana mengerjai Mark. Pada satu kesempatan mereka memutuskan untuk memberi kesempatan Mark melepaskan kebutuhan seksnya. Mereka bertiga melakukan undian dan Amber yang harusnya melakukaan peran itu. Gemesnya, wajah mereka bertiga semacam bingung dan Carly dan Amber seperti ngga tega menyakiti Kate. Selain persahabatan perempuan yang kuat, saya juga suka moment Bahama mereka. Ada satu scene mereka bertiga duduk menghadap pantai di pagi hari dengan saling merangkul. Rasanya nyaman gitu punya sahabat-sahabat perempuan yang mendukung satu sama lain. Untungnya saya punya itu.


Dari 3 karakter itu, karakter Kate sangat berkesan. Kita semua pasti rapuh saat suami/pasangan kita berselingkuh. Intinya 'menangislah dalam hati seperti pemenang'. Menangis, bangkit dan balas. Balas disini buktikan bahwa perempuan bisa bertahan dan berhasil berdiri sendiri. Saya juga ingat dialog Kate : 'saya tidak membekali diri untuk...(untuk punya network,bekerja dan punya barang sendiri).' Jadi kembali berpikir tetap bekerja nii, karena kita ngga pernah tau kapan 'penyakit' selingkuh itu datang dan akan membawa dampak seberapa besar. Ingat, menikah memang membuat dua belah pihak terbatasi, tapi bukan berarti menindas. Perempuan punyalah duniamu sendiri dan stop berpikir bagaimana suami atau pasanganku? Terkadang lelaki juga ngga mikir kok bagaimana ya tanggapan istri/partenerku? kebanyakan malah bilang setelah kejadian kan? hahaha.. Ayo punyai duniamu.. Semangaaaat !!!

#movie #theotherwoman #woman #filmperempuan
#wanita #perempuan #selingkuh #camerondiaz