Lama ngga menyambangi blog ini, mau nulis apa ya enaknya ?

Hmmm...gimana kalo soal kuliner ? Ceritanya nii malam minggu kemarin, gw dan partner kebetulan bisa pergi berdua aja tanpa si kecil. Awalnya cuma nganter istrinya ini kerja, eh berhubung abis kerja kok rasanya gerah (btw cuaca di Jakarta emang lagi ga bersahabat ya panasnya), akhirnya kita berdua memanfaatkan waktu cari kulineran es atau apapun yang adem-adem. Awalnya mau ke Tebet, tapi mumpung berdua, kita putuskan ke daerah kelapa gading...ehmmmm tempat kencan pertama pas pacaran #eeeaaa

Sasaran utama adalah Gading Walk, tempat kuliner baru di area MKG Mall. Dibilang baru sebenernya ngga juga, cuma ini alternatif tempat nongkrong baru selain La Piazza dan food court yang ada di mall ini. Tempatnya juga enak, ngga seramai La Piazza, dengan pilihan resto atau cafe yang variatif. Kadang di tempat ini ada bazar juga. Ada beberapa tempat kuliner, tapi kali ini gw mau cerita soal Bobabits. Sepintas mirip Fat Bubble, sajian utamanya adalah es campur ala-ala, ini adalah istilah gw buat es dengan kuah susu beraneka rasa dengan toping ice cream, jelly, bubble, boba, puding, buah segala dan balls, atau yang lebih sering disebut es ala Jepang dan Taiwan. Di Bobabits namanya adalah Bowl Desserts. Ada beberapa pilihan, sayang waktu gw kesana ada toping yang sold out. Pilihan gw adalah Greeny House, sudah pasti toping ya adalah Green Tea Ice Cream dengan kuah rasa caramel, plus toping boba, purple sweet potato, sweet potato, grass jelly, dan balls. Sebenernya ada red bean, tapi udah sold out a.k.a abis. Secara rasa, gw suka ice cream dan grass jelly-nya. Kuahnya ngga terlalu manis, jadi enak di mulut. Menurut gw mendingan tanpa red bean, karena tanpa toping yang satu ini aja gw udah ke kekenyangan. 

Bowl desserts partner gw adalah Creamy Mango, yang rasanya juga juara, terutama ice cream-nya. Dengan kuah susu, toping desserts yang satu ini ada ice cream mangga, boba, sweet potato, grass jelly, boba, dan harusnya potongan buah mangga segar. Sayangnya potongan mangganya habis. Dari rasa gw suka, perpaduan rasa manis kecutnya pas. Ice cream mangganya memberikan efek rasa kecut dikiiit, tapi tetep endeeesss alias enak. Untuk harga seporsi es macam ini berkisar Rp 38.000,- dan bisa nambah toping yang harganya sekitar Rp 5.000,- sampai dengan Rp 10.000,-.

Nah, selain desserts, Bobabits menawarkan milk tea, aneka roti bakar, minuman-minuman seru dan makanan lainnya. Sepertinya bisa jadi pilihan yang menarik juga, hanya saja karena kemarin gw carinya es seger dan perut kekenyangan sate padang di venue kerjaan, jadilah kami ngga makan hehehe. 

Buat yang pengen ke Bobabits, monggo dinikmati dulu foto es pilihan gw dan partner..selamat kulineran.




Malam Minggu di Bobabits

by on October 12, 2014
Lama ngga menyambangi blog ini, mau nulis apa ya enaknya ? Hmmm...gimana kalo soal kuliner ? Ceritanya nii malam minggu kemarin, gw dan part...
“Tidak perlu menjadi setengah dewa untuk menjadi pahlawan, tapi cukup percaya bahwa kamu adalah pahlawan”

Siapa yang tidak mengenal legenda Hercules ? Rasanya semua pernah mendengar kisah heroik manusia setengah dewa ini, yang konon merupakan keturunan Dewa Zeus. Dalam kisahnya, Hercules adalah sosok yang tidak terkalahkan oleh musuh apapun. Kini, legenda itu kembali diangkat dalam film Hercules, dengan pemeran utama Dwyane Johnson sebagai Hercules. Dwyane Johnson yang lekat dengan karakter humor, memang sengaja dipilih untuk melahirkan sebuah kisah yang berbeda dengan kisah yangselama ini ada. Benar saja, film Hercules versi baru ini terasa sangat manusiawi dengan dramatisasi yang mendebarkan sekaligus segar.

Berangkat dari komik Hercules: The Thracian Wars, film Hercules menceritakan tentang Hercules yang terlibat dalam perang kerajaan Thrace. Di sini Hercules adalah sosok yang lari dari rasa sesal masa lalu dan bertarung demi emas. Ia bersama kelompoknya menerima tawaran Raja Cotys penguasa Thrace untuk melawan Rhesus. Bersama dengan Autolycus, Tydeus, Atalanta, Amphiaraus, dan Iolaus, Hercules melawan dan melatih para prajurit. Sudah bisa ditebak, usaha Hercules membawa kemenangan untuk Raja Cotys. Tapi ternyata, ada udang dibalik batu alias ada skenario jahat di balik itu semua.

Bukan dari sisi cerita yang sesungguhnya menarik di film Hercules, tapi bagaimana sosok ini diceritakan sangat manusiawi, itulah yang menjadi daya tarik. Hercules ternyata tidak sendirian dalam pertarungannya, bisa berdarah, punya kegalauan akan masa lalu, menolak dikatakan pahlawan dan seorang bintang. Kenapa bintang ? Karena Hercules dan lengendanya melebihi pamor kerajaan apapun dan image itu terbentuk atas bantuan teman-teman yang mendampinginya. Hercules diciptakan sebagai sosok yang dianggap mampu mengisipirasi semua orang.

Berbicara tentang Hercules pasti tidak bisa lepas dari action. Aksi “the rock” di film ini sudah dipastikan membuat penonton menahan nafas, terasa seru, cepat dan dinamis. Lebih serunya lagi, beberapa musuh, seperti singa, serigala dan kebuasan lainnya, ditampilkan begitu riil, tapi tidak meninggalkan kesan ngeri. Efek ini lebih terasa sensasinya kalau Anda menonton film ini dalam versi 3D, dijamin Anda akan merasakan seperti diterkam serigala atau dihujani panah dan tombak di tengah peperangan. Bukan hanya Hercules, beberapa karakter yang mendampinginya, seperti Autolycus (Rufus Sewell) dan Tydeus (Aksel Hennie), membuat aksi-aksi Hercules menjadi makin seru. Keduanya sangat kuat dan punya keahlian tersendiri dalam memenangkan pertarungan. Belum lagi sosok perempuan ksatria yang jago memanah, Atalanta (Ingrid Bolsø Berdal), memberikan unsur kuat sekaligus seksi di film ini. Pengaruh sang peramal, Amphiaraus (Ian McShane) , juga tak kalah menarik. Amphiaraus memberikan “pengelihatan” seputar perang-perang yang akan mereka hadapi dan bahkan meramalkan kematiannya sendiri. Uniknya, justru Amphiaraus yang akhirnya menantang Hercules untuk membuktikan diri, bahwa sosok dewa Zeus benar ada di dalam dirinya atau tidak.


Film Hercules sepertinya diprediksi akan menyedot penonton, apalagi film yang disutradarai Brett Ratner ini dibintangi oleh nama-nama besar yang menjadi langganan nominasi dan pemenang Golden Globe. Hercules : “Are you only the legend, or are you the truth behind the legend?”

#Hercules #Movie

Ikuti up date film terbaru di http://www.iradiofm.com/intermezzo/film
Pernahkah Anda mendengar mitos bahwa konon manusia hanya menggunakan 10% fungsi otaknya ? Ini merujuk pada kenyataan Albert Einstein yang begitu jenius dan hanya menggunakan 10% otaknya. Andaikan mitos ini benar, lantas apa yang akan terjadi pada manusia dan dunia ini, kalau manusia menggunakan 100% fungsi otaknya.

Lucy, film terbaru yang dibintangi Scarlett Johansson, bercerita tentang kemungkinan yang terjadi saat manusia menggunakan 100% fungsi otaknya. Lucy, gadis biasa yang terjebak dalam lingkaran perdagangan narkotika internasional. Awalnya, ia hanya diminta mengantarkan sebuah koper yang ternyata berisi narkotika varian baru dengan kekuatan luar biasa. Lucy akhirnya mau tidak mau jadi kurir bersama dengan 3 orang lainnya. Dalam perjalanannya, Lucy mengalami insiden yang membuat narkotika itu terserap ke dalam tubuhnya. Mendadak Lucy menjadi punya kemampuan telekinetik. Ia bisa merasakan saat pertama mendapatkan ASI dari ibunya, bisa mendengar semua pembicaraan orang dan bahkan bisa mengedalikan segala hal yang ada disekitarnya.

Lucy pun mencari jawaban atas apa yang terjadi pada dirinya. Ia menghubungi seorang polisi di Paris untuk menghentikan aksi mafia narkotika itu. Di sisi lain, Lucy juga menghubungi seorang profesor Norman yang selama ini melakukan penelitian tentang otak. Usaha Lucy bukan tanpa hambatan. Ia berkejaran dengan para mafia yang keji, sekaligus ingin memaksimalkan apa yang ia punya demi kebaikan dunia.

Film Lucy dibintangi Scarlett Johansson dan Morgan Freeman, dengan arahan sutradara Luc Besson. Memasuki awal film, jangan kaget kalau Anda disuguhi kekejian yang membuat Anda menelan ludah. Darah dimana-mana dan kekerasan dengan senjata tajam diperlihatkan vulgar. Kalau boleh sedikit membandingkan dengan film The Raid 2, kekejian diawal film Lucy hampir sama dengan The Raid 2. Apalagi pemeran mafia narkotika yang menjadi lawan main Scarlett Johansson adalah mafia Asia. Mungkin semacam trade mark Asia, sentuhan action dan efeknya harus bikin meriding ngeri.

Soal acting, Scarlett Johansson dan Morgan Freeman sudah pasti tidak diragukan lagi. Scarlett Johansson apalagi, terlihat sangat dingin dan berani mati di film Lucy ini. Adegan yang paling menarik adalah saat Lucy melakukan penerbangan untuk menemui Profesor Norman. Ia berubah fisik dan pada suatu titik tertentu tubuhnya menjadi partikel-partikel. Terbayang kalau benar ini terjadi pada manusia yang memanfaatkan 100% otaknya. Kalau semua manusia baik, kalau manusia memanfaatkan kemampuan telekinetiknya untuk maksud jahat ? boom hancurlah dunia.

Untuk sebuah ide membuat penasaran para penikmat film, film Lucy sebenarnya punya daya tarik yang memikat. Adegan-adegan telekinetik Lucy cukup memikat, hanya saja tidak banyak diekspose. Usaha mengawinkan action Asia, Hollywood, dan Eropa, juga terasa sedikit hambar. Demi porsi yang sama, film Lucy justru terasa kurang fokus. Sebagai penonton awam, gw sempat mempertanyakan mitos 10% otak di atas setelah nonton film ini loh. Coba Lucy lebih banyak melakukan aksi telekinetik, pasti imajinasi penonton juga makin terbangun dan makin bikin penasaran ke diri sendiri.

#movie #LucyTheMovie #ScarlettJohansson #MorganFreeman


Update terus info film terbaru di http://www.iradiofm.com/intermezzo/film
Masih postingan dari weekend kemarin, hari ini gw mau cerita soal kulineran...kok rasanya gw nii kerjaannya makan mulu ya hehehe. Tempat kulineran kali ini namanya "Dim Sum Inc." di Plaza Festival. Ini bukan tempat baru, gw termasuk sering liat postingan tempat ini di sosial media. Tapi, buat gw ini baru perdana cobain. Maklum, secara gw jarang punya urusan di sekitar Plaza Festival. Ini pun mampir karena kebetulan abis jenguk teman di MMC, plus Nadine laper.

Kesan pertama ke Dim Sum Inc. langsung terbaca ini tongkrongan anak muda, bukan untuk family. Desain interiornya sederhana, dengan meja dan kursi kayu yang simple, pencahayaan yang agak gelap dan mejanya cukup nyaman buat ngobrol-ngobrol santai. Kalaupun mau ajak anak-anak juga bisa, tapi lebih baik pilih meja yang ada di teras tengah atau luar. Pencahyaannya agak terang dan bisa merasakan semilir angin.

Kita masuk ke menu. Karena judulnya dimsum inc, ya menu yang kita incer dimsum. Selain dimsum, menu makanan besar dan cemilan lainnya juga menarik. Berhubung ini misinya nganter Nadine makan malam, jadilah pesan makanan besar untuk si mbak cilik. Pilihannya mie ayam alias chicken noodle, ini adalah mie ayam kuah dengan toping ayam,bok choy dan pangsit rebus. Menurut Nadine rasanya enak, terutama pangsit rebusnya. Kalau buat yang suka pedas, ada pilihan sambal yang disajikan terpisah. Porsi mie ayam ini juga lumayan besar untuk perut perempuan.

Beralih ke dimsum yuk. Gw pilih 3 jenis dimsum yang katanya andalan, Mayo Prawn Dumpling, Shiu May, dan Oyster Sauce Spring Roll. Mayo Prawn Dumpling disajikan dengan digoreng, isinya manteb alias udangnya besar-besar, kulit dumplingnya juga renyah dan kresss enak dicocol pakai saus mayonaise.
Shui May, disajikan dalam wadah kukus, 4 buah per porsi dan isinya juga padat. Berikutnya Oyster Sauce Spring Roll, yaitu spring roll yang disajikan dengan saus tiram dan dikukus. Rasa keduanya pas! Kalau pas lagi laper-lapernya bisa kalap pesen lagi, tapi berhubung perut udah penuh, yaaa 3 menu udah cukup.
Buat minumannya, gw pilih Mango smoothies dan lagi-lagi rasanya ngga mengecewakan loh! Enak! Mangganya manis, campuran susunya pas dan ngga bikin eneg.
Harga makanan dan minuman di Dim Sum Inc. lumayan bersahabat. Untuk dimsum berkisar Rp 19.900,- per porsi, chicken noodle Rp. 29.900,- dan mango smoothie Rp 24.900,-. Selain pilihan menu tadi, masih banyak menu lainnya seperti mix platter, macam-macam menu nasi dan mie, bubur atau side dish macam kentang goreng, chicken wing, dan omelette.
#dimsum #dimsuminc #shuimay #siomay

dim sum'an yuk

by on August 25, 2014
Masih postingan dari weekend kemarin, hari ini gw mau cerita soal kulineran...kok rasanya gw nii kerjaannya makan mulu ya hehehe. Tempat ku...
weekend tlah usai...weekend tlah usai...hore...hore...hore...hahaha rasanya cuma orang sakit aja yang menyambut senin dengan gembira. Banyak cerita di weekend ini,mulai dari jenguk teman dan penyiar multi talenta (agak lebay deh gw), plus menutup weekend dengan event #IRadioSapuBersih.

Soal event ini, kita punya misi mengumpulkan sampah-sampah yang ada di Car Free Day, sekaligus branding tentunya. Sukanya lagi, bisa dibilang ini adalah ajang berkumpulnya para pekerja I Radio,mulai dari para kreatif, reporter dan penyiar, plus induk semang kita (baca bos) yang mau turun langsung. Jujur, udah lama ngga liat support macam ini loh, kompak as a team! Gw mulai merasa  tempat ini sudah mulai on the track. Gw ngga ngomong soal komitmen pribadi, mau itu sekedar cari uang, pencitraan atau memang menemukan passion di tempat ini. Yang penting saat kita punya misi membuat tempat kita hidup dan berkarya menjadi maju, berikanlah usaha terbaik kita. Rasanya juga, mereka yang hanya berpikir untung rugi juga akan terkikis semesta, bukan begitu?
#me #IRadioJakarta

Ayo Sapu Bersih!

by on August 24, 2014
weekend tlah usai...weekend tlah usai...hore...hore...hore...hahaha rasanya cuma orang sakit aja yang menyambut senin dengan gembira. Banya...
Ngerasa ngga siii...akhir-akhir ini Jakarta terasa makin panas? Seperti siang ini yaaa...Ini nemenin Nadine bikin PR sekolahnya di ruang tengah berteman kipas angin, rasanya cuma selewat aja ademnya. Terpikir buat beli AC dan dipasang di ruang tengah, tapi kok ya boros listrik ujungnya. Daripada ngeluh, alihkan aja pikiran tho...mau cerita aja soal yang seger-seger hehehe.

Kemarin pas libur Lebaran, gw sempet mampir ke Cimory Riverside. Pilihan menu yang pas untuk cuaca Jakarta sekarang ini (seandainya Cimory ada di sebelah rumah gw hahaha) salah satunya Mix Jelly with Vanila Ice Cream. Hmmmm...nulis ya aja bikin ngiler. Terbuat dari serutan es batu, yang dicampur dengan potongan-potongan jelly rasa taro, mangga, dan green tea, plus vanila ice cream di bagian atasnya. Gw suka Mix jelly ini karena rasanya ngga terlalu manis. Seperti biasa, menyantap vanila ice cream dulu, baru gw nikmati sendokan demi sendokan jelly yang melegakan di tenggorokan dan sluruuuuuup es batunya yang mulai mencair bikin segeeeeer. Doooh...es mana es....haus dan panas nii...


Sebentar....gw ambil es teh manis dulu dari kulkas hehehe....

Sluruuuuuuup....ahhhh....

Nah lanjut buat yang mau ke Cimory Riverside, gw sarankan ngga dalam posisi lapar banget yaa. Menurut gw menu makanan yang seru di tempat ini bukan menu orang Indonesia banget, maksudnya menu nasinya kurang menarik. Menu yang menarik justru macam-macam sosis, misalnya Spiral Kanzler Sausage. Sosisnnya panjang dengan kentang goreng dan kepingan crispy keju. Porsinya pas buat perut perempuan kok. Biarpun terlihat besar, ternyata pas hehehe. 


Oiya Cimory Riverside juga punya area playground buat anak-anak dan di bagian bawah ada view sungai yang bisa dipakai buat ajang selfie atau narsis. Gw ngga bilang bikin hati adem ya, soalnya kebersihan sungainya biasa aja. Seandainya boleh usul, kalau saja area alamnya dibuat sampai seberang sungai dan pengunjung juga bisa kesana, pasti makin seru.

#cimoryriverside #jelly #sosis #kuliner 



Tergoda Jelly Ice Cream

by on August 10, 2014
Ngerasa ngga siii...akhir-akhir ini Jakarta terasa makin panas? Seperti siang ini yaaa...Ini nemenin Nadine bikin PR sekolahnya di ruang ten...

Mencoba kuliner baru itu seperti menjalani hidup..ibaratnya mencicip rasa baru itu kan ngga gampang,apalagi kalo selama ini terbiasa sama rasa yang itu-itu aja dan sudah nyaman #eeeaaa
Eits,tapi ini bukan soal filosofi kok,cuma soal cobain tempat makan baru hehehe. Awalnya,ini undangan meeting kantor dan ternyata rasanya cocok sama lidah gw.

Nama restonya adalah "Sere Manis" yang ada di kawasan Cikini Jakarta Pusat. Sere Manis sebenarnya ada juga di jalan Sabang,tapi kali ini gw mainnya di tempatnya yang terbaru ya. Posisinya menyatu dengan Hotel Puri Inn, dengan warna dominan orange bata. Datang di jam makan siang setelah libur Lebaran, tentunya jadi moment yang pas,soalnya belum banyak orang yang menyerbu tempat ini. Menurut ownernya, David Tambunan, tempat ini ramai dikunjungi saat makan siang, selain karena melayani kebutuhan pengunjung hotel, Sere Manis memang jadi alternatif buat para pekerja di sekitar cikini dan pengunjung rumah sakit cikini, yang kebetulan gedungnya ada di seberang bangunan Sere Manis.

Melegakan dahaga dari panasnya cuaca, langsung saja gw teguk es teh manis khas Sere Manis. Kenapa khas? Karena es teh manis ini disajikan dengan ice cream sere. Yup, this is the first time gw mencicipi ice cream dengan rasa sere. Cara menikmatinya pun bebas, ice cream bisa langsung diaduk dengan teh atau mau dinikmati dulu sambil lelehannya menyantu sendiri dengan teh. Awalnya, ice cream ini dimaksudkan sebagai alternatif gula untuk memberikan rasa manis. Memang saat dicicip tersendiri, ice cream sere ini terasa manis dengan paduan rasa pedas dari serenya. Begitu ice cream diaduk dalam teh, memang rasa manis itu hilang. Kalau buat gw, begitu ice cream diaduk, ngga perlu menambahkan terlalu banyak gula cair, agak kurang manis, tapi ini supaya rasa serenya ngga tertutup dengan manis gula.

Sajian pembuka datanglah tahu kremes, yaitu tahu goreng dengan taburan kremesan dan disajikan bersama irisan rawit dan sambel kecap. Satu porsi disajikan 4 buah tahu, di atas tempat semacam telenan. Rasanya enak dan kresss pas digigit. Coba tambahin kremesnya, pasti makin endesss. Maklum gw termasuk penyuka tahu.

Masuk ke makanan utama, menu yang disajikan ada 5 menu, salah satunya ikan gohu. Ini juga perdana gw makan ikan gohu, makanan khas dari Maluku Utara. Terbuat dari ikan tuna dengan rasa khas asam pedas. Hati-hati..cabe yang ada diolahan menu ini bisa jadi 'ranjau'... kletus... pedeees. Gw bukan penyuka makanan pedas, tapi gw suka sama rasa ikan gohu ini, apalagi ada taburan kacang tanah diatasnya.

Buat penutupnya dipilihlah singkong keju. Hmmm...perut sudah penuh sesak, tapi tetap harus dipaksakan demi rasa penasaran hehehe. Menurut David, ini menu andalan Sere Manis juga. Singkongnya dijamin empuk loh, soalnya sengaja dipilih singkong madu yang punya rasa manis dan tekstur yang lembut. Rasanya endesss dan pas banget langsung dilahap saat hangat. Gegara singkong keju ini juga, gw jadi tahu soal singkong madu yang ternyata baru bisa ketahuan jenisnya pas diolah. Nah, seringkali singkong yang dikirim supplier buka jenis madu. Apakah Sere Manis 'memaksa'mengolahnya? Tentu tidak dan itulah yang harus diacungi jempol, kualitas sajiannya tetap terjaga.

Selain 4 menu tadi, Sere Manis sebenarnya masih punya menu andalan seperti aneka soto, ada tangkar dan soto betawi, aneka menu ayam dan bebek, plus makanan khas Indonesia lainnya seperti tempe mendoan bakar. Soto betawinya sempet cobain juga (boooow banyak ya gw makannya...sampe geli sendiri ceritanya nii hahaha), enak dan dagingnya empuk. Juga sempet cobain ayam goreng penyet, ayam asam manis dan tumis kacang panjang. Nah, buat tempe mendoannya sayang banget belum sempet cobain. Next-nya deh mampir lagi ke Sere Manis Cikini, siapa yang mau nemenin ? ;)

Sere Manis Cikini
Jl. Raden Saleh no. 39, Jakarta Pusat
021 - 3140078
@seremanisresto
www.seremanis.com

#seremanis #kuliner #icecreamsere #ikangohu #singkongkeju


Mengisi libur Lebaran...ngapain hayoooo? 

Pertama, jadi Inem! Sudah pasti itu! Sejak ART pulang 5 hari sebelum hari Lebaran, gw juga udah menjalankan peran ganda, sebagai mama, inem, dan perempuan bekerja eh...triple ya hehehe. Yup, sempat bawa si kecil ke kantor juga, yang untungnya kooperatif banget sama pekerjaan mamanya yang lagi mbludak dengan warna-warni naik iklan manual dan export ulang (ini soal iklan radio selama seminggu yang harus dipastikan on air hehehe).

Singkat cerita, seminggu lalu libur sudah dimulai....tapi partner gw masih masuk dong gegara ada konfirmasi pembayaran mahasiswa. Jadilah gw dan Nadine ikut ke kantor yang kebetulan ada di sekitar Semanggi. Daripada bengong dan main game seharian, gw iseng aja ngajak Antrie (temen gw, dulu penyiar yang sekarang jadi perempuan multi profesi hehehe) sarapan di Pasar Benhil....yang ternyata kosong melompong. Kalo dipikir-pikir ya wajar aja kosong, wong udah H-2 Lebaran hahaha. Lantas muncul ide dari Antrie ke Pasar Kopro yang ternyata letaknya di deket area Central Park. Boooow jawara ya alias jauh yaaaa. 

Nah kita masuk ke agenda Kedua selagi liburan, ngemiiiiil dan wiskul. Biarpun cuma pasar rakyat biasa alias sama aja seperti pasar Klender, pasar Benhil dan lainnya, Pasar Kopro ini seru juga loh. Kebersihan standar siii dengan pasar kebanyakan, cuma kulinernya ternyata lumayan seru. Sasaran pertama adalah tempat makan (chinese food) yang ada di lantai 2. Ramenya pooool! Jangan kaget kalo pelayannya rada 'galak', tone alias nada bicaranya emang segitu sodara-sodara. Tapi, pelayanannya cukup sigap. Ada beberapa menu yang sempet dicicipi yaitu mie chasio, nasi tim, dan nasi goreng seafood. Banyak ya hahahaha. Mie Chasio, sejenis mie Bangka dengan toping daging babi merah. Kalo nasi tim, isinya jamur dan ayam. Semuanya endes dengan porsi yang lumayan besar untuk perut perempuan. Kalo nasi gorengnya, endes juga dengan porsi besar. Kebetulan nasgor ini dibungkus dan sempet icip-icip juga hehehe.

Kalo ke Pasar Kopro, sempatkan juga keliling ya. Gw sempet mampir ke tempat pempek hehehe. Sempet cobain adaan, lenjeran dan kapal selam. Eits, ini dimakan bertiga kok, gw, Antrie dan tante Dinok (adiknya Antrie). Rasa lumayan, terutama yang adaan. 

Ngga jauh dari tempat pempek, sempatkan juga mampir di tempat jajanan kue basah. Gw beli lemper dan kue lapis, plus beli semacam kekian babi. Rasanya enak juga, Nadine habis 3 lemper ayamnya. Sedangkan di pojok depan, ada yang jualan es kopi. Kata Antrie, enak. Sayang, gw ngga terlalu suka kopi. Semua yang tadi gw ceritain ada di lantai 2 ya. Buat yang pengen kue kering, siomay babi, atau panganan yang halal juga ada kok di Pasar Kopro ini.

Bayangkan ya kalo semua pasar tradisional lebih bersih dan tertata, pasti kuliner macam ini dicari orang. Ngga perlu ke mall buat dapetin kuliner seru, ya ngga ?

Happy holiday dan ayo buat kuliner seru ala kita sendiri ;)

                                           

#kuliner #pasarkopro 
"Berpikir sebelum bertindak", quote yang diucapkan oleh Caesar, pemimpin kelompok kera, di awal film "Dawn of The Planet of The Apes" rasanya sangat menggambarkan keseluruhan film ini. Soalnya, kita ngga pernah mengetahui apa yang ada dalam pikiran para kera yang seringkali dijadikan bahan eksperimen penelitian oleh manusia. Gw bukan pencinta banget binatang, tapi gw termasuk ogah kalau disuruh bedah-bedah binatang, bahkan buat lab biologi sekalipun. Diceritakan, pada suatu masa dunia berada dalam kondisi sekarat. Manusia di ambang kehancuran karena wabah virus Simian, virus ini bercikal.bakal dari eksperimen atas kera. Di sisi lain, para kera bersekutu di bawah kepeminpinan Caesar di dalam hutan untuk bertahan hidup. Mereka ini bukan lagi kera biasa, tapi kera yang mempelajari sekelilingnya dan nyaris sama dengan manusia. Bedanya, para kera ini punya prinsip "ape not kill ape" dan ini yang membuat mereka solid.
Pada suatu kesempatan, kelompok manusia makin di ambang keputusasaan. Mereka nyaris kehilangan sumber daya listrik. Mereka harus mengaktifkan sebuah dam atau waduk yang ada di wilayah kekuasaan kelompok kera. Saat mengeksplorasi hutan, manusia dan kera bertemu, bersitegang dan nyaris beradu kekuatan. Caesar mencegah perseteruan ini dan menegaskan wilayah masing-masing kelompok. Tapi gejolak tetap tak terhindarkan, saat Koba, kera kepercayaan Caesar, berambisi membalaskan dendamnya pada manusia.

Menyadari pentingnya sumber daya listrik bagi manusia, memberanikan diri bernegosiasi dengan Caesar dan kelompoknya. Sementara itu, mereka yang tinggal di kamp penampungan bersiaga menyiapkan kemungkinan serangan dari kelompok kera. Maklum, naluri defensif antar kelompok tidak bisa dihindari dan semacam mendarah daging di tubuh manusia. Di sisi lain, Caesar tengah di uji oleh kelompoknya sendiri. Ia percaya kelompok Malcom dan Ellie bisa dipercaya, apalagi Ellie membantu penyembuhan istrinya. Tapi, Koba terus mendesaknya untuk tidak membantu manusia. Keadaan makin memanas karena  terjadi kudeta di kelompok Caesar. Sementara itu, manusia tetap dengan pola pikir superiornya dan merasa para kera lebih bodoh dari manusia. Dendam bertemu kesombongan, bisa ditebak ujungnya adalah peperangan, adu kuat dan pertumpahan darah.

Film "Dawn of The Planet of Apes" arahan Matt Reeves ini sempat memberikan kejutan di awal, dimana penonton dibuat berdegup lewat adegan berburu para kera. Wajah dan mimiknya pun dibuat semirip mungkin dengan manusia. Ini yang bikin serem dan bertanya-tanya gimana ya kalau beneran para kera makin mirip dengan manusia? Ketegangan antara kera dan manusia juga terasa intens di beberapa adegan, terutama di setengah bagian film ke belakang, saat Koba mulai menyerang kamp manusia. Ketegangan makin seru saat Caesar dan Koba bertarung, gimana gitu rasanya dua mahluk buas beradu...sereeem..belum lagi dengan teriakan khas binatang yang dianggap mirip manusia banget ini. Biarpun cukup menegangkan, film yang dibintangi Andy Serkis, Jason Clarke, Keri Russel dan Gary Oldman ini punya jalan cerita yang agak lambat dan mudah ditebak. Konflik-konfliknya sangat biasa, apalagi pas Caesar kembali ke rumah manusia yang mengasuhnya dulu,drama biasa aja gitu. Cuma saja rasa kengerian lo berhadapan sama kera bahkan gorila itu loh yang ngga bisa dibayangkan rasanya. Dari semua unsur film, itu yang gw suka.

Ada satu yang menohok, kutipan-kutipan di film"Dawn of The Planet of The Apes" sungguhnya cukup mencubit manusia. Memang, quote-nya tidak banyak, tapi uniknya quote yang lebih berarti justru lebih banyak muncul dari para kera. Salah satu yang gw pakai untuk menutup review ini adalah "manusia tidak memaafkan" dan bayangkanlah Caesar mengucapkan ini sambil membuka tangannya untuk menerima maaf pengikutnya yang sempat membelot darinya. Wahai manusia berpendidikan di luar sana, sanggupkan Anda memaafkan dan bahkan tidak saling membunuh sebagai sesama manusia ?

Selamat berakhir minggu dan baca juga review ini di www.iradiofm.com

#movie #dawnoftheplanetoftheapes
Makan...makan...makan...apapun acaranya, mau reuni, ngumpul, jalan-jalan, sampai anniversary, harus ada acara makan hehehe. Masih cerita anniversary gw dan partner, kemarin kita cobain salah satu tempat makanan (ala-ala) Jepang, Tokyo Belly. Sebenarnya ini bukan pertama kali kesini. Biasalah...2 partner in curhat gw, Sitta dan Ita yang mengenalkan tempat ini. Rasanya kalau ngga kenal mereka, gw ngga tau nii tempat-tempat makan seru hehehe.

Berhubung ini adalah perayaan ulang tahun, gw selalu memilih menu mie, ini gw lakukan di moment ultah lainnya. Pilihan jatuh ke menu Dry Garlic Ramen. Ramen goreng dengan topping potongan ikan salmon goreng dan kepinting goreng dengan ukuran tidak terlalu besar. Pilihan ramennya ada 3, bisa ramen dengan ukuran kecil, besar atau spicy. Jelas gw ngg pilih yang spicy, tapi yang tipis aja. Porsinya lumayan untuk perempuan, pas dan ngga terlalu kecil, tapi jelas ngga besar hehehe. Jujurnya, gw pilih menu ini karena penasaran sama si little crab dan penyajiannya yang enak dilihat. Rasa? Enak, ramennya kering ngga berminyak dan topping-nya krispy. Jujurnya lagi, kalau boleh porsinya agak diperbesar dikit lagi kok rasanya pas ya hehehe. Gw masih pengen nambah senenernya, tapi kalau pesen 1 menu lagi kayaknya ngga sanggup menghabiskan sendiri.

Nah, partner in love gw pilih menu Sukiyaki Bibimbap. Hmmm gw ngga terlalu paham menu apakah ini, tapi lagi-lagi dari tampilannya menggoda hati suami dan gw (untung tergodanya sama makanan ya). Menu ini terdiri dari nasi putih hangat dengan topping irisan daging sukiyaki dan telor setengah matang, plus bumbunya berwarna cokelat dengan rasa manis pedas yang disiram bersama irisan daging. Penyajiannya yang menarik, di atas mangkok berbahan batu hitam dan bikin nasi terasa panaaaas terus hehehe. Suami gw musti nunggu agak lama buat memulai sendokan pertamanya. Rasanya endeeesss alias enak, apalagi telurnya yang melted. Enyaaaak....enyaaaak....enyaaak...

#tokyobelly #grandindonesia #kuliner #ramen #bibimbap

 

Transformers...rasanya gw ngga pernah merasa puas nonton film Transformers yang versi manapun, termasuk versi terbaru kemarin "Transformers : Age of Extinction". Film ini identik dengan kecanggihan visual effect dan tentunya perempuan canteeeek. Nah soal perempuan ini memang bekalangan jadi risih euy, kayaknya semakin ke sini pilihannya sebatas seksi thok, tapi ngga terlihat smart apalagi kuat. Rasanya cuma Megan Fox aja yang sukses mengambil perhatian. Ngga jauh beda sama yang sebelumnya, visualisasi NicolaPeltz (Transformers 4) se-tipe dengan Rosie Huntington (Transformers 3), perempuan blonde dengan tatapan ala-ala seksi gimana gitu. Karakternya juga "cubitable" alias pengen dicubit banget, dicubit gegara gemes dan sebel hahaha. Bukan iri ya, tapi karakternya terasa kurang mandiri.

Untuk visual effect, rasanya ngga perlu meragukan sutradara Michael Bay ya, selalu membuat decak kagum. Gw suka semua visual effect-nya, bahkan di versi terakhir yang kemarin ditonton pas anniversary gw #eeeaaa. Gw suka detail effect-nya, termasuk transformasi masing-masing karakter robot, mau itu autobot, megatron, dan decepticon. Apalagi suara hantaman robot-robot ini pas berkelahi, serasa hidup. Karakter yang paling disuka ya Optimus Prime dan Bumblebee. OP jelaslah kenapa gw suka, berkuasa dan punya leadership (pengen deh ngajak nonton orang yang bilangin gw soal leadership, ini nii baru leadership, bisa diplomasi dengan logika dan bukan semata-mata senior....eh kok jadi curhat), cuma suaranya terlalu VO (voice over) talent hehehehe. Bumblebee itu kayak gw banget, panasan, tapi keren #eeeaaa 

Soal jalan cerita, biarpun kemana-mana arahnya ya, tapi cerita tentang hubungan ayah dan anak antara Cade Yeager (Mark Wahlberg) dan Tessa (Nicola) bikin mikir juga. Gw kepikiran kira-kira bakal gimana ya anak gw pas ABG besok? Apa ya iya diam-diam punya pacar ? Gimana kalau pacarnya pebalap atau bibit bobot bebetnya ngga oke ? Gimana juga anak gw cuma diurus papanya, akankah sukses ? Damn! Kadang gw terlalu serius ya mikirin film hahaha. Cerita ini sebenarnya biasa banget dan kurang menguras emosi, apalagi di saat bersamaan gw teralihkan dengan cerita lainnya di film Transformers : Age of Extinction ini. Nah, klimaks film ini ada di moment pertarungan antara Autobots dengan Decepticon, dimana keluarga kecil ini (Cade dan Tessa) membela OP dan teman-temannya. Agak lebay dan tertebak sii, tapi gw suka moment dramanya hahahaha. Lebih drama lagi, Optimus Prime bilang dong "Lindungi keluargamu, supaya mereka bisa jadi lebih baik". Eits, gw suka loh sama quote ini! 

Terakhir, komentar gw soal begitu komersilnya film ini. Saking komersilnya, ada bagian-bagian yang rasanya kurang digarap maksimal dan bikin gatel munculnya pendapat "ya gitu aja" alias ngga menjawab rasa kangen pencinta Bumblebee and the gank. Tapiiiii....rasanya film Transformers : Age of Extinction serius menggarap klien. Coba sebutkan adegan apa yang ada sponsornya ? Banyaaaaak euy...di awal film aja sudah ada Goodyear, Red Bull, Oreo, Victoria Secret, bahkan sampai Hongkong Tourism Board hahaha. Untuk sekedar pelepas lelah, film ini pas kok, apalagi kalau ditonton dalam versi 3D.

#transformers #movie #bumblebee #optimusprime #autobot 


*arti judul : Imperial Lamian : lumayaaan enaaak ;)

sebelum bekerja nulis blog dulu aja aaah..mau cerita apa ya? Hmmm...cerita soal pengalaman makan kemarin aja sama 2 sahabat gw, Nadine dan Ita Sari Utami yang sepanjang makan siang "digangguin" telepon dari klien,kantor dll. Ita...semoga diberi sabar makin besar ya ;)

Oke, kemarin gw cobain 1 tempat makan namanya Imperial Lamian di Grand Indonesia. Tempatnya ada di level 5, dengan setting tempat duduk khas makanan chinese, agak rapat satu sama lain, mayoritas kursinya kayu tanpa sandaran, tapi tetap enak dilihat. Masuk ke menu, hmmm menyajikan pork yeaaay..kegirangan di siang hari. Bukan ngga pernah makan pork, cuma pernah makan di resto model gini, tapi menunya non pork. Olahan menu pork ini juga macem-macem, mulai dimsum sampai menu utama. Di luar menu pork, tetap ada menu lain kok, ada aneka menu seafood, ayam dan bebek.

Pilihan gw dan 2 sahabat gw tentunya mixed yaa..pilihan dimsumnya Hakau isi udang, Cakue Udang Mayo, dan Tim Bakpao isi Babi Cincang. Nah penyajian Tim Bakpaunya lucu deh, dibentuk seperti kepala babi imut-imut hehehe. Buat rasa dan isi, semuanya manteb. Gw suka sama kepadatan udang yang ada di Hakaunya. Isi daging cincang babinya di Tim Bakpao juga sedep dan pas untuk ukuran dimsum. Cakwenya juga endeeess, andai saja ukurannya agak besar dikit dan jumlahnya dibanyakin hehehe.

Buat menu utama, gw pilih nasi goreng seafood (sesuai permintaan Nadine), tumis sapi lada hitam, kaylan cah bawang putih, dan belakangan nambah tahu goreng telur asin. Dari semuanya paling suka nasi gorengnya, rasanya endeees, ngga terlalu banyak minyak, udang dan cuminya juga lumayan banyak. Sapi lada hitamnya juga ngga terlalu pedas dan empuk. Nah, kalau tahu telur asinnya niy, coba porsinya agak besar dikit, pasti lebih endeees hehehe. Sayang kemarin ngga sempat cobain mie-nya. Kata Ita, mie-nya juga enak dan porsinya lumayan. Nah, tau kan siapa yang bikin gw makin suka menjajal tempat makan baru? hehehe...

Oops...kerja dulu yaaa..besok cerita lagi soal apa aja..oiya, gw cerita soal makanan bukan berarti ahli kuliner ya, cuma mau sharing aja..

#imperiallamian #grandindonesia #dimsum

*Imperial Lamian / Grand Indonesia East Mall 3a / 021-23580567*



Darurat Rokok, mau nulis apa dengan judul itu ? Entahlah rasanya judulnya catchy aja dan ide ini  kemarin pas jalan sore cari cemilan. Kenapa darurat rokok? Sore itu melintas di area Tebet, masuk lewat stasiun Tebet, melewati dunkin donat, lalu menyusuri jalanan yang dipenuhi distro dan tempat-tempat kuliner. Selepas mata memandang begitu mudah dijumpai orang-orang muda dengan rokok di tangan. Sampai di tempat cemilan, tukang parkir, pengunjung ruko sekitar dan bahkan pengunjung tempat gw ngemil juga merokok. Selesai ngemil ice cream, gw pulang. Sama seperti pemandangan saat berangkat, hampir sepanjang jalan pulang, begitu mudah gw melihat orang-orang menyesap rokok mereka. Ngga cuma di pinggir jalan, beberapa pengendara motor pun ada yang merokok. 

Gw kadang mikir, sebegitu daruratnya kah merokok hingga tak bisa hidup dan bergaul tanpa rokok ? Mungkin ini perasaan gw yang memang ngga suka sama rokok dan perokok. Gw memang belum pernah menyicipi ya, tapi secara logika, buat apa memasukkan racun di tubuh kita ? Gw aja tiap kali makan kelewat enak atau bahkan cuma makan gorengan aja, rasanya suka gemes sendiri. Bukannya apa-apa, gw kok tega memasukkan bibit kolesterol ke tubuh sendiri. Makan gorengan misalnya, enak dan bikin kenyang, tapi belakangan teringat persen dokter bahwa minyaknya bisa jadi pemicu kista. Kebetulan dulu sempat kena kista cokelat. Kembali ke rokok, ngga cukupkah bibit-bibit penyakit bawaan dari makanan kita masuk ke tubuh ? Gw yakin ngga banyak dari kita yang bawa bekal makan siang dari rumah dan banyak yang jajan/makan di tempat yang kurang higienis. Nah mikir dong, kondisi ini pun masih ditambah dengan racun nikotin. Katakanlah makanan, setidaknya ada asupan protein, karbohidrat atau mineral mungkin, lha kalau rokok rasanya kok cuma memasukkan racun  begitu saja, seperti kita manyuntikkan drugs. Ngga cuma itu, perokok pasif pun mendapatkan efek dari orang yang merokok disekitarnya. Bukan cuma menghirup racun rokoknya, di kehidupan gw, itu merusak hubungan pribadi. Gw adalah orang yang paling ngga terima dengan bau rokok, terutama di tempat pribadi gw seperti rumah dan meja kantor. Ngga terhitung adu mulut terjadi sama partner hidup gw, yang pulang membawa bau rokok efek dari teman-teman kantornya yang merokok sembarangan. Pengen rasanya mengadu ke pemprov deh, biar kantor-kantor yang masih membebaskan perokok merokok sembarangan ditindak tegas. Tapi ya kaleee gw sejahat itu. Berharap aja mereka punya hati buat berhenti dan merusak teman-temannya yang bukan perokok.

Belakangan pemerintah juga mewajibkan produsen rokok mencantumkan gambar seram atau menakutkan tentang bahaya merokok di bungkus rokok. Gw termasuk yang setuju banget sama langkah ini. Dengan begitu, orang mikir kalau mau merokok. Toh daripada merokok membuang uang, mending uangnya dipakai buat beliin oleh-oleh buat anaknya, ditabung dan buat liburan sama keluarga atau buat biayain les/kursus buat anaknya. Buat yang single, lo bisa loh tabungin uang rokok lo buat beliin kado ortu, pacar atau nyicil apartment/rumah masa depan. Yaaah ini cuma curahan hati dan harapan semoga para perokok itu sadar, kalau mau mati, mati sendirian gih. Kalaupun masih ngotot mau merokok, jauh-jauh dari orang yang bukan perokok. 


Inget, kebiasaan negatif lo bisa jadi mengganggu orang lain bahkan hubungan orang lain dengan orang lain!



Darurat Rokok

by on June 29, 2014
Darurat Rokok, mau nulis apa dengan judul itu ? Entahlah rasanya judulnya catchy aja dan ide ini  kemarin pas jalan sore cari cemilan. Kenap...

Banyak yang bilang, sehari sebelum puasa baiknya jajan atau makan yang enak-enak. Nah,hari ini gw ikutan jajan yang enak-enak juga, biarpun aslinya ngga ikutan puasa hahaha. Berhubung jalanan deket TPU dan mall dipastikan penuh,gw mainnya ke area Tebet aja.

Di Tebet ada satu tempat namanya "Fat Bubble". Tempatnya ngga jauh dari ayam bakar mas Mono. Ini kedua kalinya gw kesini dan sama seperti sebelumnya, tempat ini rame pengunjung. Tempatnya agak kecil sii dan ada 2 lantai. Lantai bawah no smoking (walaupun di atas juga ada yang no smoking,tapi cuiliiiik nemen alias kelinci alias kecil) dan di lantai atas buat para penggila asap alias perokok. Demi mendapatkan udara bersih, gw dan keluarga milih di bawah aja. Yaaa agak menunggu 15menitan, karena tempatnya full.

Pilihan gw sore tadi C2 matcha ice cream dengan toping jelly grass, mochi, fat bubble dan tambahan mango puding, plus kuah milk. Kebayang ya endutnya abis makan ini hahaha. Nah, buat yang ngga suka kuah milk, bisa juga pilih brown sugar atau soya atau biasa aja tanpa kuah. Mau mix and match antara ice cream dan toping bisa kok. Ice creamnya ada rasa matcha, vanilla dan mango. Gw suka mango ice cream dan mango pudding-nya, ngga terlalu manis. Kalau mau minum aja,bisa juga pesan milk tea dengan banyak rasa dan toping.

Buat cemilannya ada macem-macem mulai kentang goreng, calamary atau sejenis martabak manis mini ala Fat Bubble. Sayangnya, gw ngga banyak cobain, soalnya kekenyangan hahaha. Embak kecil gw, Nadine, tetep dong ngemil dan pilihannya kentang goreng. Nah, penyajiannya juga dapet nilai lumayan dari gw. Seperti kentang goreng tadi misalnya, disajikan dengan keranjang mungil berwarna putih. Nilai minusnya cuma di tempat yang kecil dan beberapa pelayannya jutek hahaha, itu mungkin dia gemes ngelayanin gw yang juga banyak mau hahaha.

Buat yang mau cobain sebelum mulai puasa atau membatalkan puasa atau memang mau jajan aja, ini alamatmya : Fat Bubble, Tebet Timur Dalam 2 No.47C, telepon 021-83797823. Pass wifinya : fatbubble (entah ini diperlukan atau ngga hehehe).

Minggu ini gw menghadapi beberapa kelulusan. Pertama, lulusnya si kecil Nadine dari TK dan siap masuk ke SD bulan ini. Buat sebagian orang mungkin biasa saja, buat gw kelulusan Nadine artinya tanggung jawab yang makin besar dan harus dihadapi dengan besar juga. Bukan hanya dari segi materi yang harus makin dimantapkan, ini step yang harus jadi perhatian. Akan makin banyak PR, makin bervariasi teman-teman dan pengaruh yang ditemui Nadine. Pernah gw berangan-angan, saat dia SD, gw sudah ready bekerja part time dan total buat Nadine. Nyatanya ? Gw masih harus berdiri di beberapa kaki, kaki sebagai ibu dan perempuan bekerja. Kenapa gw pisahkan arti keduanya ? Kadang sebagai ibu, lingkungan banyak membebankan tanggung jawab perkembangan anak pada sosok ibu. Coba saja lihat kalau ada anak nakal, "ibunya siapa?" Muak kadang mendengarnya ya, apalagi buat sebagian perempuan yang punya tanggung jawab memenuhi kebutuhan material juga, bukan sekedar membantu suami ya, tapi menjadi partner yang seimbang. Belakangan gw melihat ini secara ikhlas saja. Gw berusaha menjadi ibu, sekaligus partner untuk pasangan saya. Sebel,menyesal atau gemas karena ngga sesuai rencana awal di kepala gw ? Aaaaahhh...lelah memikirkannya, mendingan dijalani saja. Gw percaya, semesta dan Tuhan pasti punya jawaban dan rencana baik. Belakangan juga ikhlas membawa hasil positif kok ke gw pribadi. Semoga partner gw juga punya Good plan untuk keluarga ini.



Kedua, lulusnya dua penyiar senior di kantor gw, Rafiq dan Poetri. Terhitung mulai Senin ini, mereka ngga lagi siaran di Pagi-Pagi, wajahnya berganti dengan dua penyiar lain. Dibilang sering elus dada dengan dua penyiar senior ini, yaaaa namanya juga pekerjaan ya...tapi kelulusan Jumat kemarin lumayan membuat mata mbrebes mili alias tersentuh. 9 tahun ternyata pasangan ini bertahan, yang artinya 9 tahun juga gw mengenal mereka dengan suka dukanya hehehe. Sedih terutama kehilangan Mbak Poetri. Biarpun tiap pagi suka ngejekin gw, tapi dia ini orang yang sering gw ajak diskusi soal anak, berbagi cerita tentang Nadine, plus sedikit banyak tentang religi dan online shop juga hahaha. 

Yaaaa itulah lulus yang gw alami Minggu ini..keduanya bawa efek tanggung jawab yang baru dan lebih besar. Keduanya juga bawa konsekuensi adaptasi dengan hal-hal baru. Menantang dan harus dijalani! 

Gw sendiri pengen lulus dari apa ya setelah ini ? ;)

#me 

Lulus....

by on June 16, 2014
Minggu ini gw menghadapi beberapa kelulusan. Pertama, lulusnya si kecil Nadine dari TK dan siap masuk ke SD bulan ini. Buat sebagian orang m...
Teralu banyak rencana di kepala saya di hari Minggu ini. Awalnya mau belanja dan nengok seorang teman yang baru lahiran. Tapi berhubung partner saya molor sepanjang hari dan pasti emosi jiwa kalau saya ganggu, ya sudahlah akhirnya saya mengalah menemani si kecil bermain di rumah sambil ngisi blog. Daripada sebel sendiri kan yaaaa... *berharap partner saya nii punya insiatif produktif di hari weekend*besok lagi mending janjian sama temen-temen saya yak*

Oke fokus ke tulisan hari ini...kebengongan saya hari ini sempat terisi dengan membuka moment-moment lama di Path. Wow...ternyata saya sering juga posting foto makanan. Anehnya, saya kayaknya jarang banget share kulineran saya di blog. Yaaa walaupun ngga seperti para ahli kuliner yang sudah menjelajah dan menjajal berbagai tempat kuliner, rasanya ngga masalah dong ya saya berbagi, toh ini blog curhatan pribadi...mau dibaca monggo, ngga yawis hehehe..

Saya mau share tentang jajanan saya aaaahhh. Apa jajanan "non kaki lima" yang belakangan sering saya lahap? Hmmmm....

1. Shihlin
Saya menyebutnya sebagai snack MSG yang ngga mungkin ditolak alias bikin nagih. Beberapa kali ke mall, selalu yang saya cari Shihlin ini, selain SALE hahaha. Konon menurut info di dunia maya, Shihlin ini asal muasalnya dari Taiwan. Ada beberapa menu yang dijual, tapi saya paling suka XXL Crispy Chicken dan Fish Tempura alias otak-otak. Ada beberapa varian rasa, tapi saya sukanya original dengan tingkat kepedasan sedang sampai ngga pedas. Sehabis kita pesan, biasanya Crispy Chicken digoreng dalam minyak panas beberapa menit, diangkat, dibumbui (dengan MSG itu tadi hahaha), kemudian dipotong-potong dengan gunting, dan disajikan dalam white paper bag dengan 2 tusukan lidi. Hmmmm...selagi hangat enak nii, ngemil sambil jalan-jalan di mall.

2. Macdee Shaker fries
Mc Donalds alias macdee shaker fries adalah kentang goreng biasa sebenarnya, hanya saja disajikan dengan taburan bumbu Brazilian Salsa. Bumbu Brazilian ini sekaligus menyambut World Cup 2014. Jadi, kentang goreng dan bumbu dimasukkan ke dalam brown paper bag, lalu dikocok-kocok. Makan selagi hot...hmmmm....yummy...enak banget buat cemilan pas lagi nunggu si kecil menari atau pas bosan sama kerjaan kantor.

3.Starbucks Green Tea Frapuccino 
Sesungguhnya ini enaknya berkantor di Sarinah, yang juga dekat sama GI dan Plaza Indonesia, bisa "lari" ke tempat-tempat itu untuk me-refresh otak yang terkadang menguap hahaha. Ngga cuma 2 mall itu, lari ke Skyline Building yang ada dis seberang Sarinah, juga bisa me-refresh kok. Apalagi kalau bukan Starbucks. Biasanya bareng 2 teman perempuan saya tuh, Sitta dan Ita, yang paliiiing doyan ngajak ke tempat ini. Pilihan saya, hampir setiap waktu adalah Green Tea Frapucinno. 

Nah, itu tadi jajanan "non kaki lima" andalan saya kalau lagi di mall atau di waktu luang. Sebenarnya kalau mau diceritain semua, banyak jajanan lainnya yang seru dimakan saat break kantor. Ops jadi ketahuan ya saya suka ngemil hehehe...sudahlah, mari kita ngemil yuks. Next saya cerita soal cemilan buatan beberapa teman saya ya ;)





apa cemilan kesukaanmu?

by on June 08, 2014
Teralu banyak rencana di kepala saya di hari Minggu ini. Awalnya mau belanja dan nengok seorang teman yang baru lahiran. Tapi berhubung part...
Haloooo my blog...kangen juga sama kamu, apalagi di antara drama lantai 8 yang belakangan bikin deg-degan. Mau posting apa hari ini ? Hmmm gimana kalo judulnya "menyesuaikan diri" ? Sedikit terinspirasi dengan drama belakangan ini hehehe...

Cerita menyesuaikan diri saya siii seputar kuliner aja yaaa...
Jadi ceritanya beberapa waktu lalu, saya harus menyelesaikan kerjasama dengan sebuah radio dan mengambil bukti siar. Jadilah saya bertemu dengan teman saya di radio itu dan ala-ala pengen cobain makanan yang ada di Epicentrum. Sebenarnya saya suka sama tempat ini, kecil, intim dan ngga terlalu ramai dengan tenant. Cukup enak untuk kulineran, tapi sayangnya belakangan makin banyak resto atau cafe yang tutup disini. 

Akhirnya saya dan Wiwie memutuskan makan di Do An, resto khas Vietnam. Sepintas mata memandang, sepertinya menunya masuk di perut dan lidah saya. Singkat kata kami masuk dan pesan. Saya cuma pesan cemilan aja, namanya goi cuon alias lumpia Vietnam dan cha gio tom, minumnya tra sua da alias teh tarik ala Vietnam. Porsinya pas buat perut saya, ngga terlalu besar. Soal rasa, yaaaa saya cocok 2 dari 3 menu yang saya pilih sendiri dengan pedenya. Cha gio tom, menurut saya sama dengan udang goreng tepung dalam versi lain. Rasanya ngga terlalu spesial. Yaaa mungkin karena saya bukan Pak Bondang Maknyus yaa hehehe... Teh tariknya juga punya rasa yang bersahabat, dengan tampilan sedikit oranye. Nah rasa yang saya sebut "menyesuaikan diri" adalah goi cuon. Lumpia Vietnam ini disebut juga salad roll, isinya udang, potongan ayam, telur dadar, selada, peterseli, Thai basil, bihun dan mint, yang digulung dalam rice papar berwarna putih. Cemilan ini disajikan dengan saus kacang manis asam bertabur potongan kacang tanah cincang. Rasanya padat dan begitu menggigitnya...kreess...ada yang aneh di mulut saya. Mungkin ini antara Thai basil dan mint yang beradu, agak ngga nyaman di mulut. Tapi namanya menjajal yang baru, yaaa saya tahan-tahanin aja makan. Untung teman saya lebih banyak makan daripada saya hehehe.


Makanan lainnya yang kami pesan adalah bu bo hue. Ini porsinya kelewat besar untuk saya dan teman saya yang perutnya standar hahaha. Akhirnya kami berbagi makanan ini. Ini sejenis mie kuah dengan isi sayuran dan tauge, plus potongan daging diiris tipis-tipis. Rasanya mirip toge goreng kali yaaa tapi dengan mie putih. Hanya saja rasanya ngga terlalu gurih dan ngga gigit. Kalau saya, belum bisa menyesuaikan diri sama makanan-makanan Vietnam ini. Tapi bukan berarti ngga bisa loh yaa...kan saya punya mimpi juga pengen jalan-jalan ke Vietnam hehehe. Dari harga, resto Do An ini, lumayanlah. Untuk cemilan yang saya pesan harganya berkisar  Rp 30.000,- an, sedangkan minumannya sekitar Rp 20.000,- an. Untuk menu utamanya mulai dari Rp 50.000,- ke atas.

Hmmmm....kira-kira weekend ini saya mau kulineran yang "menyesuaikan diri" atau mau yang biasa aja yaaa....mari makan...makan...makan...

#kuliner #kulinervietnam #DoAn #lumpia #food 
Minggu yang unit, sehari masuk...sehari libur... Nah, daripada manyun liat sosmed temen-temen yang pada berlibur, gw mending curhat di blog aja ahhhh hehehe...

Buat yang ngga bisa cuti dan keluar kota atau bahkan keliling Indonesia mungkin (sesungguhnya ini curhatan gw yang ngga boleh cuti bahkan cuma sehari), mendingan pakai waktunya untuk bersama orang terkasih. Pacaran atau menikmati quality time ngga harus ke pulau atau luar negeri kok, ini agak terdengar nyinyir hahahaha...wahai partner tolong dong gantian rencanakan trip buat saya dan anaknya hahahaha... 

Back to topic, menghabiskan waktu libur dengan dompet seadanya yaaa ...makan !! Pas banget weekend ini adalah minggu terkasih Jakarta Fashion and Food Festival di Kelapa Gading. Sabtu kemarin, saya dan keluarga menyempatkan ke Kampoeng Tempoe Doloe. Kalap ?? Sudah pasti ! Nadine sudah pasti order mie ayam plus Es Podeng. Si papa alias partner saya pilot nasi goreng kambing Kebon Sirih. Saya, pilih cakwe Medan aja, sambil nyicipin juga martabak medan dan tahu baso Semarang. Kalau ngikutin nafsu, maunya makan sate jamur Yogyakarta, Sate Padang, tahu tenor, rujak juhi, psssst ngga habis-habis wish list-nya wkwkwkw... 


Harganya lumayan, untuk semua yang dimakan kami sekitar 150 ribu. Komentar soal venue acaranya, lumayan rapih dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Area Kampoeng Tempoe Doloe lebih luas dan bersih, dengan petugas kebersihan yang cekatan juga. Pilihan makanannya juga banyak. Seperti tahun-tahun sebelumnya, festival ini berusaha merangkul makanan-makanan khas berbagai daerah dan kuliner favorit. Cuma saja suasanya tempo dulunya agak berkurang karena sistem transaksi pakai kartu yang difasilitasi BCA. Dulu, transaksinya pakai uang-uangan ala jaman dulu, jadi terasa kampung tempo dulunya. 




Nah, buat yang mau liburan kejepit dan ngga dapet cuti kayak saya nii, boleh loh ke Kampoeng Tempo Doloe. Selamat makan dan menggemuk hehehe...

#jfff #kampoengtempodoloe #kelapagading #kuliner 


Beberapa minggu ini sebenarnya jadi minggu yang menyenangkan buat gw...kenapa ? Soalnya berturut-turut diundang screening fim-film bagus, mulai dari Spiderman 2, Godzilla, X-Men dan Jumat kemarin, "Edge of. Tomorrow". Dari 4 film ini cuma 2 yang gw tonton, maklum efek partner juga suka nonton..yaaah mau ngga mau menyisihkan beberapa film yang sebaiknya ditonton sama beliau hehehe. Tapi, untuk film "Edgebof Tomorrow" maap...ngga bisa ditolak nii. Gw merasa harus kudu nonton film mas Tom paling dulu, setidaknya untuk level orang awam hehehe. Inilah kenapa gw suka kerja di media. 


Terakhir gw nonton film Mas Tom Cruise adalah "Oblivion" dan sayangnya jelita alias jelek. Tom di film itu mencoba masuk ke dalam genre action dan menurut gw gagal. Nah, di "Edge of Tomorrow" Tom juga semacam ingin menjajal genre action. Setidaknya itu tergambar dari poster dan promosi film ini. Untungnya, film ini ngga melulu menonjolkan sisi action, tapi juga drama dan menonjolkan jalan cerita. Tom di film ini berperan sebagai Cage, publik relations untuk militer Amerika Serikat yang "menjual" kehebatan telkonologi dan kekuatan militer pembasmi mimic, alien yang mencoba menginvasi bumi. 

Cage sesungguhnya ngga pernah terjun ke medan perang, meski dia sukses membuat banyak orang bergabung dengan team militer pemburu mimic. Pada suatu ketika, Cage tidak punya pilihan untuk turun ke garis depan. Ia dipaksa berperang melawan mimic tanpa pernah latihan sekalipun. Sudah bisa dipastikan, Cage gugur di perang pertamanya. Lantas film selesai ? Tentu tidak, justru ini serunya, tiap kali Cage tewas, ia terbangun kembali dan mengulang masa yang sama. Ini berulang dan berulang.


Pada perjalanannya, Cage mulai memperbaiki situasi dan mengenal sang wanita baja. Dia adalah Rita, yang diperankan Emily Blunt. Bersama Rita, Cage berusaha mencari tau kenapa hidupnya berulang dan berulang. Cage mulai mencari pemecahannya dan melewati tiap hari yang berulang dengan Rita. Di sisi lain, Rita dan semua yang ada di sekeliling Cage tidak menyadari bahwa waktu berulang. Cage mengenal Rita lebih dalam,tapi tidak dengan Rita. Ngga ada adegan intim antara Tom dan Emily, tapi sudah dipastikan cara Tom memandang karakter Rita bikin klepek-klepek. Kalau gw yang jadi Rita pasti udah ngga tahan tuh hihihi....ya kaleeee skenarionya gw yang bikin.

Nah berhasil ngga Cage menghentikan berulangnya waktu ? Itu juga yang ngga bakal seru lagi kalau gw ceritain disini hehehe. Intinya film ini punya ending yang ngga ketebak. Bisa siii ketebak, cuma gw terlampau hanyut sama karakter Cage, sampai ngga kepikiran akan seperti apa endingnya. Action yang ada di film ini juga lumayan kok dibandingkan Oblivion atau bahkan Godzilla kemarin. Beberapa adegan juga ada yang menggelitik, bikin gw senyum-senyum sendiri. Nah kalau mau lebih seru, nonton "Edge of Tomorrow" di versi 3D deh, dijamin lebih seru...berasa mau ditelan alien.

#edgeoftomorrow #tomcruise #emilyblunt #movie 
"...bertarung di negeri orang" judulnya kayak postingan soal merantau ya hehehe. Tapi mugkin ini memang soal perantauan,seekor Godzilla yang merantau ke bumi. Yup, postingan kali ini mau cerita soal film Godzilla, efek kemarin menuruti kemauan partner nonton film ini (plus spiderman 2 sii,soalnya partner belum nonton spiderman 2). Ceritanya simple banget, tentang Godzilla yang bertarung dengan 2 M.U.TO. Ketiga mahluk ini penampakannya semacam monster dan konon bukan berasal dari bumi. Nah, Godzilla ini sesungguhnya pro manusia di bumi dan berfungsi sebagai penyeimbang alam. Ia pun memang tidak dibinasakan,tapi dijadikan observasi oleh organisasi tertentu. Menurut tokoh Serizawa, Godzilla sudah hidup berpuluh tahun lamanya, bahkan diperkirakan saat bom hiroshima dan nagasaki. Terbayang kan 3 monster berukuran besaaaar bertarung di muka bumi ini. Buat mereka bumi semacam lego yang sekali hantam, dhuuuaaaar hancur lebur. Mending cuma di Jepang aja, pertarungan ini berjalan dari satu negara ke negara lain.

Kenapa mereka lintas negara? karena M.U.T.O mencari nuklir sebagai bahan makanannya. Sepintas seru ya terdengarnya. Saya awalnya juga menaruh kegemesan sama film ini. Adegan awalnya aja digambarkan tentang penemuan fosil sejenis Godzilla yang menjadi tanda tanya. Lebih bikin penasaran lagi muncul tokoh Joe yang meyakini getaran dari bawah bumi yang selama ini terjadi bukanlah gempa bumi. Wah seru nih ada yang ahlinya dan pasti ada semacam kerjasama manusia dan Godzilla. Nyatanya, Joe tewas dan belum sempat berbagi ilmu. Nyebelinnya lagi, peran Serizawa ngga dominan dan terasa seadanya saja. Bagian yang ditonjolkan di film ini ada chaos atau kepanikan masyarakat dan sosok-sosok para monster. Setuju, kehebohan Godzilla dan teman-temannya memang memikat seperti riil, tapi ngga bikin efek ngeri gitu loh. Rasa panik justru muncul karena efek tsunami atau bencana yang timbul dari para mahluk ini.

Karakter lainnya juga ngga cukup kuat di film ini. Bukan soal ngga nge-top loh ya, tapi seperti ngga ada yang dominan. Padahal kalau saja sutradara Gareth Edwards dan penulis script Max Borenstein bisa mengawinkan ikatan antara manusia dengan Godzilla, pasti lebih seru dan menyentuh hati. Soalnya, ada momen saat Godzilla kontak mata dengan manusia, dia seperti mau bilang sesuatu gitu...mungkin dia mau bilang "aku menjagamu"...huahahaha imajinasi berlebihan ga sii? aaahhh saya sii ngerasanya gitu.

Jadi wajib tonton tak film Godzilla ini ? wajiblah..ini kan film fenomenal, lebih kurangnya dinikmati aja. Pssst saya sempet ketiduran loh waktu nonton film ini. Mungkin karena efek movie marathon ya kemarin,bukan faktor filmnya hihihi.

#godzilla #movie 
"Good food = Good mood" ... meminjam kata-kata seorang teman dekat saya, Sitta. Belakangan ini memang ngerasa agak berlebihan sama urusan perut. Ngga cuma beberapa kali makan enak,tapi juga seringkali makan banyak gegara kerjaan seperti air alias datang tiada henti. Eits....bukan mengeluh, tapi kadang biar mood kerja kita tetap kenceeeng, urusan perut memang harus nyaman. Setuju kan?


Yup, seperti malam ini...saya dan 2 teman dekat saya sama-sama lagi butek isi kepalanya, yang satu bete gegara salah potong rambut dan kantornya, satu lagi rindu berat sama partnernya, dan saya lagi kebanyakan meeting di kantor hahahaha. Jadilah malam ini, tanpa rencana, kami bertemu di resto kesukaan bersama "Sushi Tei" dan berlanjut ke "Pancious". Benar kan opening saya tadi...sambil makan, cerita demi cerita mengalir dan pulang dari Grand Indonesia malam ini pun terasa lebih ringan. Kami bertiga Ngga takut gemuk ? Siapa bilang ? hahaha mikir juga...tapi itulah kami, selama pelarian kegalauan masih hal-hal yang positif dan terkendali, kenapa harus khawatir ?

Dan belakangan memang makin sadar, ternyata banyak menghabiskan waktu buat makan enak dan curhat bareng dua teman saya ini. Dari mereka ini, terutama Ita, saya jadi tau promo-promo kuliner dan fashion yang lagi hits. Saya bilangnya makan enak dan belanja yang produktif, karena biarpun perut gendut dan dompet kadang cepat menipis, meluangkan waktu sebentar saja  dengan perempuan-perempuan hebat ini bisa menghilangkan kepenatan. Serunya, kami bertiga saling mendukung, berbagi filosofi dan saling menguatkan satu sama lain, plus harus siap terima kritikan. Galak sampai nyiyir, perempuan hebat sampe terlalu sering pakai baju hitam, semua terlabelkan di saya. Tapi toh, saya tetap memeluk mereka, karena terlalu banyak good mood yang akhirnya tercipta saat bersama mereka.



Bersyukur...saya punya pertemanan yang tulus...karena tidak semua pertemanan yang terlihat dekat sesungguhnya benar-benar tulus...

Selamat tidur....

#me 


'kita tidak berada di jalan yang berbeda,kamulah jalanku' (The Amazing Spiderman 2)

Dhuuuuaaaaar itu salah satu quote paling manis yang ada di film terbarunya Andrew Garfield dan Emma Stone, The Amazing Spiderman 2. Yup, bisa saya bilang ini adalah film superhero yang paling mengharukan.. pssst orang yang nonton di sebelah saya kemarin aja sampai meneteskan air mata loh di salah satu adegan. Sesuai promo dan trailernya yang sudah banyak beredar sebelum akhirnya dirilis hari ini, sudah bisa ditebak The Amazing Spiderman 2 lebih menonjolkan sisi drama dari kehidupan seorang Peter Parker. Bahkan di bagian awal film sudah diceritakan kegalauan Peter dengan air mata yang mengelayut dimatanya.

The Amazing Spiderman 2 bercerita tentang Spiderman yang makin populer dan menjadi perdebatan antara pahlawan atau pengganggu di masyarakat. Sebagian masyarakat memujanya bak pahlawan dan bahkan fanatik padanya. Di sisi lain, Spiderman adalah Peter Parker yang punya kegalauan. Dia menyukai perannya sebagai Spiderman, tapi di sisi lain dia ngga mau kekasihnya, Gwen, terancam karena musuh-musuh Spiderman. Kegalauan Peter makin menjadi karena ia merasa tidak menemukan jawaban tentang orang tuanya. Peter merasa antara terabaikan dan ingin mencari tahu. Di tengah semua ini, Peter juga dihadapkan pada teman lamanya Harry Osborn yang sekarat dan Max atau Electro yang begitu fanatik pada sosok Spiderman.

Bisa terbayangkan bagaimana galaunya sosok Peter Parker ? Saya sebagai pencinta film drama jelas menyukai film ini. Rasa cinta, galau dan kecupan personal Peter Parker ke Gwen seperti hidup gitu cieeee..seperti tak tepisahkan tapi harus terpisah (halah). Buat penikmat film ini yang kebetulan lagi di posisi ngga pengen terpisah sama pasangannya pasti suka film ini. Nah buat penyuka film action,hmmmm gimana yaaa...film ini juga menampilkan action kok, hanya saja ngga dominan dan agak kurang membuat orgasme. Beberapa adegan pekelahian antara Electro dan Spiderman misalnya, cukup seru...tapi ngga membuat penonton menganga.Meski begitu saya acungi jempol buat aksi-aksi Spiderman menjelajah kota dan membasmi kejahatan. Kebetulan saya menonton film ini di IMAX Gandaria City, wah serasa bener-bener terjun dan bergelantungan diantara gedung-gedung pencakar langit.

Selain soal drama yang dominan, yang saya suka dari film arahan Marc Webb ini adalah karakter-karakternya. Sosok Harry Osborn kali ini sukses dibanding karakter sebelumnya. Dane DeHaan sebagai pemeran Harry terlihat dingin dan kejam, pas banget sebagai pewaris gen Osborn. Soal wardrobe, saya suka banget sama style Gwen, terlihat cerah sesuai umur, smart dan mandiri banget. Mimik khas Gwen lewat senyum dan cara berbicaranya juga pas, bener banget Peter Parker klepek-klepek kalau ketemu Gwen hehehe. Kalau saya berdandan ala Gwen, rok pendek warna cerah dengan stocking tipis selutut gitu gimana ya? ya kaleeee bas ;)

*dengerin ya review The Amazing Spiderman 2 di Info Jalan-Jalan 89.6 FM I Radio Jakarta, tiap Sabtu 18.15 wib dan cek www.iradiofm.com
#spiderman #amazingspiderman2 ##movie #film #peterparker #gwenstacy
Bekerja tiap hari dari pagi hingga larut malam ternyata ngga lebih capek dibandingkan dengan 'ngobrol' sama anak sendiri, bahkan ketika durasi 'ngobrol'-nya cuma 30 menit. 'Ngobrol' disini bukan berarti marah ya, tapi bagaimana kita menyampaikan sesuatu dengan tegas dan pada tempatnya. Seperti pagi ini, saya dan Nadine terlibat di situasi yang agak emosional. Belakangan ini Nadine agak rewel dan sedikit membangkang dari aturan. Sejak sabtu Nadine selalu saja berulah kalau permintaannya tidak dituruti. Sabtu lalu di Inacraft dia merengek hingga menangis di depan umum demi sebuah bantal kucing. Minggunya, Nadine menendang kaki saya di muka umum demi meminta lonceng untuk boneka kucingnya. Soal lonceng ini sebenarnya sudah ditawarkan oleh penjual boneka di Inacraft, tapi Nadine menolak waktu itu. Jadi buat saya masalah lonceng selesai saat sabtu. Kejadian berulang pagi ini, saat mandi pagi tiba-tiba Nadine memukul saya tanpa alasan jelas. Cukuplah sudah, saya 'ngobrol' sama dia tentang semua kejadian belakangan ini dan whuaaaaaa pecahlah tangisnya. Saya biarkan Nadine menyelesaikan mandinya sambil menangis sampai akhirnya dia datang memeluk dan meminta maaf ke saya. Dia bilang,"Nadine sayang mama...hiks...minta maaf...". Luluh hati saya, tapi bukan tanpa wejangan setelahnya. Saya duduk berhadapan dengan Nadine dan saya memberitahukan aturan main seputar rengek-merengek ini. Ujungnya, Nadine memeluk saya lagi.

Masalah ketegasan ke anak memang bukan hal yang mudah seperti memberi penegasan ke crew atau partner kerja. Kalo istilah saya 'Cinta ini menguras energi'. Selain usia, ada soal tega ngga tega kalau saya berhadapan sama Nadine. Masa ya anak sendiri ditegasin segitunya. Tapi kenyataannya ada fase dimana anak ingin menantang orang tuanya. Pernah saya ngobrol sama Mbak Poetri Suhendro soal ini. Menurutnya, usia 2-6 tahun memang menjadi masa anak menantang orang tua. Katanya kalau anak di usia 2-3 tahun anteng alias ngga rewel, maka dia akan berulah di usia 5-6 tahun dan ini berlaku kebalikannya. Yup, 6 tahun itulah usia Nadine sekarang. Nah, ini masalah kekuatan hati. Kalau orang tua mudah luluh dan tidak taat pada aturan yang dibuat, maka anak pun akan terbentuk sebagai pribadi yang menuntut. Bukan berarti harus ada tindak kekerasan pada anak ya, tapi lebih pada membiasakan anak paham aturan main dan tidak semua hal harus seturut kemauan mereka. Kalau saya pribadi, setelah beberapa kali Nadine tidak bisa diajak ngobrol baik-baik, baru deh saya 'ngobrol' (dengan tanda kutip hehehe).

Baiklah...cukup curhat pagi ini yang sedikit membuat saya telat sampai kantor niii hehehehe...
Intinya, menjadi orang tua pun perlu tegas. Mencintai anak bukan berarti termanipulasi oleh cinta,melainkan membekalinya dengan prinsip hidup yang membuatnya bertahan di masa depan. Have a nice day...


#me #nadine #merengek #ngobrol #mendidik #anak
"dialah yang harus panik, karena aku tidak salah" (The Other Woman)

Saya suka ungkapan film terbaru yang dibintangi Cameron Diaz di atas. Rasanya semacam penguatan hati perempuan yang teraniaya oleh kelakuan lelaki yang doyan selingkuh. Tapi,sesungguhnya ungkapan itu bisa juga disandang pada lelaki loh, kalau perempuannya ternyata berselingkuh atas dia. But anyway...saya mau bilang suka banget sama film ini. Ceritanya sangat sehari-hari dan mungkin terjadi pada banyak perempuan di belahan dunia manapun.

Bercerita tentang Carly yang tengah dilanda jatuh cinta dengan Mark. Carly adalah perempuan matang dengan karir dan gaya hidup yang mapan. Saat rasa tengah di puncak,Carly mengetahui ternyata Mark sudah mempunyai istri. Carly berusaha menenangkan diri. Anehnya, istri Mark, Kate, justru mencari jawaban pada Carly, membongkar perselingkuhan suaminya dan akhirnya bersahabat dengan Carly. Berbeda dengan Carly, Kate adalah perempuan rapuh, konservatif dan patuh pada suami.

Awalnya Kate hanya ingin mengetahui detail perselingkuhan suaminya dengan Carly. Tapi, ada hal lain yang disembunyikan Mark. Bersama Carly,akhirnya Kate pun menyelidiki Mark lebih jauh. Lagi-lagi, Mark ternyata selingkuh dengan perempuan muda yang umurnya jauh dari mereka dan punya penampilan sempurna. Perempuan itu adalah Amber. Uniknya lagi, mereka bertiga akhirnya bersahabat dan membongkar keburukan Mark.

Film The Other Woman ini sangat perempuan, dilihat dari dialog-dialognya, personifikasi masing-masing karakter dan dilema yang dihadapi para perempuan di tiap level usia mereka. Kate, tipikal perempuan rumahan yang saya rasa seperti kebanyakan perempuan menikah lainnya. Kate tergantung dengan Mark dan bahkan tidak membekali dirinya sendiri dengan pekerjaan atau pergaulan. Pergaulan yang dimaksud siapa yang jadi teman Mark adalah teman Kate. Sebagai manusia bernaluri bebas, perempuan menikah pun sebaiknya punya pergaulan bebas dengan teman-temannya yang bukan teman suaminya tho. Memang..ketika sudah menikah kebebasannya terbatas, bukan karena tunduk pada lelaki melainkan tanggung jawab sebagai istri dan ibu.

Carly, perempuan independen yang mapan dan mandiri seperti kebanyakan perempuan karir. Usianya tak lagi muda, tapi juga tak tua atau dengan kata lain matang. Tipikal Carly adalah perempuan yang mencari pasangan hidup, kenyamanan hati, tapi juga menjaga apa yang menjadi asetnya atau dengan kata lain punya posisi tawar yang sepadan dengan teman-teman kencannya. Nah ini yang kadang-kadang bikin gemes. Beberapa teman saya pernah dan mungkin masih terjebak dalam situasi ini. Di usia matang mereka mencari cinta, kadang menemukan orang yang tidak tepat dan tetap dipertahankan hanya demi kenyamanan hati. Mereka kadang juga ngga percaya diri bahwa punya 'aset' yang membuat posisi tawar mereka lebih tinggi. Haiii buat para temanku yang masih berkutat dengan lelaki yang ngga pantas, tonton ya The Other Woman ini dan pertimbangkan dalam hati : "penipu tidak akan berubah."

Amber, tipikal hot chicks yang mudah tertipu oleh para lelaki matang demi kenyamanan hati dan materi. Banyak juga tipikal begini nii. Tak banyak yang bisa saya komentari soal tipikal ini. Sebagian besar dari mereka mengandalkan emosi, egois dan ngga punya hati. Memang...bukan perempuan jenis begini yang kita persalahkan, tapi para lelakilah yang harusnya mampu mengendalikan diri. Helooo perempuan dengan sadar diri menahan diri loh, karena akar budaya dan sosialisasi peran yang patriarkhi dari jaman mula perempuan hadir di dunia ini.

Salutnya dari film ini, sosok Carly dan Amber diceritakan tidak ingin merusak pernikahan Kate. Mereka mengaku tertipu. Salah satu adegan yang saya suka adalah saat mereka bertiga berencana mengerjai Mark. Pada satu kesempatan mereka memutuskan untuk memberi kesempatan Mark melepaskan kebutuhan seksnya. Mereka bertiga melakukan undian dan Amber yang harusnya melakukaan peran itu. Gemesnya, wajah mereka bertiga semacam bingung dan Carly dan Amber seperti ngga tega menyakiti Kate. Selain persahabatan perempuan yang kuat, saya juga suka moment Bahama mereka. Ada satu scene mereka bertiga duduk menghadap pantai di pagi hari dengan saling merangkul. Rasanya nyaman gitu punya sahabat-sahabat perempuan yang mendukung satu sama lain. Untungnya saya punya itu.


Dari 3 karakter itu, karakter Kate sangat berkesan. Kita semua pasti rapuh saat suami/pasangan kita berselingkuh. Intinya 'menangislah dalam hati seperti pemenang'. Menangis, bangkit dan balas. Balas disini buktikan bahwa perempuan bisa bertahan dan berhasil berdiri sendiri. Saya juga ingat dialog Kate : 'saya tidak membekali diri untuk...(untuk punya network,bekerja dan punya barang sendiri).' Jadi kembali berpikir tetap bekerja nii, karena kita ngga pernah tau kapan 'penyakit' selingkuh itu datang dan akan membawa dampak seberapa besar. Ingat, menikah memang membuat dua belah pihak terbatasi, tapi bukan berarti menindas. Perempuan punyalah duniamu sendiri dan stop berpikir bagaimana suami atau pasanganku? Terkadang lelaki juga ngga mikir kok bagaimana ya tanggapan istri/partenerku? kebanyakan malah bilang setelah kejadian kan? hahaha.. Ayo punyai duniamu.. Semangaaaat !!!

#movie #theotherwoman #woman #filmperempuan
#wanita #perempuan #selingkuh #camerondiaz