Skip to main content

Life of Pi : Tuhan bekerja dengan cara misterius


Speechless, itu yang terjadi pada saya setelah menonton film “Life of Pi”, film arahan Ang Lee yang buat saya sukses membuka mata para penikmatnya tentang apa arti kehidupan, perjuangan dan bertahan hidup. Saya berkesempatan menonton film ini dalam versi 3D, dan itu membuat saya serasa di tengah lautan, sekaligus merasakan ketegangan tokoh utama film ini, Pi. Dikisahkan, Pi dan keluarganya berencana pindah dari India ke Kanada. Ayah Pi adalah pengusaha kebun binantang dan berencana menjual semua hewan-hewan yang  mereka miliki. Mereka pun melakukan perjalanan laut. Di tengah perjalanan, kapal yang mereka tumpangi karam akibat badai besar. Dari semua penumpang yang ada, hanya Pi yang berhasil menyelamatkan diri bersama dengan seeokor zebra, hyena tutul, kera, dan macan yang bernama Richard Parker. Seiring waktu, para binatang ini pun saling membunuh karena rasa lapar, dan tersisa Pi berdua dengan Richard Parker. Hari-hari Pi semakin mencemaskan, tidak saja ia selalu merasa terancam dengan bekal yang semakin menipis, tapi juga ancaman diterkam Richard Parker yang kelaparan. Disinilah keyakinan Pi diuji, sebagai orang yang percaya akan agama Hindu, Katolik dan memempelajari Islam, ada kalanya Pi merasa sangat sedih dan sengsara. Pada satu titik pun ia merasa pasrah dengan apa yang ingin dibuat Tuhan pada dirinya. Pi pun mau tidak mau harus bersahabat dengan binatang buas yang secara logika tidak mungkin diajak komunikasi.

Film Life of Pi diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Yann Martel. Film ini disebut sebagai film Ang Lee yang paling berisiko sejak Brokeback Mountain, yang membuatnya meraih penghargaan Oscar pada 2005 sebagai sutradara terbaik. Pembuatan film ini konon membutuhkan waktu selama empat tahun, terutama untuk menghasilkan scene tengah laut yang mengagumkan dalam 3D. Saya pribadi speechless dengan viasulisasi yang dihasilkan Ang Lee. Di awal film, saya sudah dibuat deg-degan dengan tatapan dan suara auman Richard Parker, sang macan. Rasanya seperti akan diterkam saja. Ngga cuma itu, hari-hari Pi di tengah laut pun divisualisasikan sangat dramatis dan indah. Di beberapa scene Ang Lee menyisipkan warna-warna yang memanjakan mata para penonton, seperti saat paus besar tiba-tiba muncul di tengah lautan, ubur-ubur dan berbagai ikan yang indah di bawah laut, hingga sebuah pulau carnivor yang terasa dingin dengan warna hijau yang dominan. Terlepas dari visualisasinya, film ini memang terasa sedikit bertele-tele di awal. Tapi semua itu terbayar dengan dialog yang ringan dengan sisipan guyonan, plus kutipan yang bisa menjadi insipirasi bagi siapa pun.

Saya mencatat beberapa yang begitu menginspirasi “Tuhan bekerja dengan cara yang misterius…Ketika aku merasa ditelantarkan, sesungguhnya Tuhan tetap menjagaku” 

Tidak cuma itu, rasa keimanan pun disinggung dalam film “Life of Pi”. Di awal film misalnya, ayah Pi sempat berkata “mempercayai banyak hal sekaligus, sama artinya dengan tidak percaya”. Ini dikatakan sang ayah saat melihat anaknya berusaha mengadopsi Hindu, Katolik dan Islam secara bersamaan. Bahkan Pi pun punya pendapat sendiri tentang iman, “Iman adalah rumah dengan banyak kamar dan keraguan di tiap lantainya”.

Persahabatan Pi dengan Richard Parker pun terasa sangat salam di fim ini. Bagaimana tidak, ternyata justru binatang buaslah yang membuat hati Pi patah  Dare I say I miss him? I do. I miss him. I still see him in my dreams. They are nightmares mostly, but nightmares tinged with love. Such is the strangeness of the human heart.” I still cannot understand how he could abandon me so unceremoniously, without any sort of goodbye, without looking back even once.

Terlepas dari semua itu, film yang dibintangi aktor India,  Suraj Sharma ini masuk dalam kategori wajib tonton. Dijamin, mata dan hati anda sangat terpuaskan.

trailer "Life of Pi" Life of Pi

Popular posts from this blog

The Boy Next Door : Selingkuh Itu Berujung Ke Kegilaan Lain Loh ...

Membaca judul film ini, The Boy Next Door, sepintas terpikir ini adalah film ala-ala cerita chicklit berkisah tentang cinta antara dua orang dewasa dengan bumbu drama. Apalagi karena pemerannya JLo, bisa jadi film ini punya alur cerita ringan seperti film The Backup Plan atau The Wedding Planner, yang pernah dibintangi juri American Idol ini. Tapi bayangan  berubah setelah menyaksikan sepintas trailer film ini. Ada bumbu thriller di film ini.

Film The Boy Next Door berkisah tentang  Claire, yang diperankan Jenifer Lopez, seorang istri yang tengah terombang-ambing dalam kekusutan rumah tanggannya, akibat ulah suaminya yang selingkuh dengan perempuan lain. Claire tinggal bersama anaknya, Kevin (diperrankan Ian Nelson).Claire mengajar sastra di SMA Kevin. Pada suatu kesempatan, Claire berkenalan dengan, seorang remaja yang tinggal di sebelah rumahnya, Noah (diperankan Ryan Guzman). Noah hidup sebatang kara dan merawat pamannya yang sudah sakit-sakitan. Dari sinilah Claire merasa iba dan k…

The Amazing Spiderman 2 : '...kamulah jalanku'

'kita tidak berada di jalan yang berbeda,kamulah jalanku' (The Amazing Spiderman 2)
Dhuuuuaaaaar itu salah satu quote paling manis yang ada di film terbarunya Andrew Garfield dan Emma Stone, The Amazing Spiderman 2. Yup, bisa saya bilang ini adalah film superhero yang paling mengharukan.. pssst orang yang nonton di sebelah saya kemarin aja sampai meneteskan air mata loh di salah satu adegan. Sesuai promo dan trailernya yang sudah banyak beredar sebelum akhirnya dirilis hari ini, sudah bisa ditebak The Amazing Spiderman 2 lebih menonjolkan sisi drama dari kehidupan seorang Peter Parker. Bahkan di bagian awal film sudah diceritakan kegalauan Peter dengan air mata yang mengelayut dimatanya.
The Amazing Spiderman 2 bercerita tentang Spiderman yang makin populer dan menjadi perdebatan antara pahlawan atau pengganggu di masyarakat. Sebagian masyarakat memujanya bak pahlawan dan bahkan fanatik padanya. Di sisi lain, Spiderman adalah Peter Parker yang punya kegalauan. Dia menyukai pe…

Menjajal Kuliner Pasar Kopro

Mengisi libur Lebaran...ngapain hayoooo? 
Pertama, jadi Inem! Sudah pasti itu! Sejak ART pulang 5 hari sebelum hari Lebaran, gw juga udah menjalankan peran ganda, sebagai mama, inem, dan perempuan bekerja eh...triple ya hehehe. Yup, sempat bawa si kecil ke kantor juga, yang untungnya kooperatif banget sama pekerjaan mamanya yang lagi mbludak dengan warna-warni naik iklan manual dan export ulang (ini soal iklan radio selama seminggu yang harus dipastikan on air hehehe).
Singkat cerita, seminggu lalu libur sudah dimulai....tapi partner gw masih masuk dong gegara ada konfirmasi pembayaran mahasiswa. Jadilah gw dan Nadine ikut ke kantor yang kebetulan ada di sekitar Semanggi. Daripada bengong dan main game seharian, gw iseng aja ngajak Antrie (temen gw, dulu penyiar yang sekarang jadi perempuan multi profesi hehehe) sarapan di Pasar Benhil....yang ternyata kosong melompong. Kalo dipikir-pikir ya wajar aja kosong, wong udah H-2 Lebaran hahaha. Lantas muncul ide dari Antrie ke Pasar Kopro yan…