Kantin Pak Hadi, bikin kangen terobati (sementara)


Pulang kampung ! Yup, itu kebiasaan tahunan yang saya lakukan tiap akhir tahun dan selalu membawa kehebohan tersendiri. Maklum bukan saja alasan bertemu dengan kedua orang tua yang memang tinggal terpisah dengan saya dan keluarga, tapi juga wisata kuliner yang selalu jadi agenda tahunan. Aneh ya, padahal sudah bertahun-tahun hidup di daerah yang sama, kok tiap pulang selalu mencari kulineran yang itu-itu lagi. Sedikit cerita, kampung saya adalah Kota Malang. Saya tidak terlahir disana, tapi saya menghabiskan masa remaja di kota ini. Suasananya jauh berbeda dengan saat dulu saya sekolah SMP disana, tapi makanannya seperti selalu berhasil membuat saya kangen dan hommy.

Nah, sekarang saya tinggal di Jakarta, sejak tahun 2007. Kerinduan dengan makanan khas Malang atau Jawa Timuran kayaknya ngga afdol kalau harus nunggu akhir tahun. Jadilah saya selalu mencari referensi makanan khas Jawa Timur di kota Jakarta ini. Pernah punya langganan tahu telor enak di belakang Sarinah, bentuknya kaki lima semipermanen yang sudah bertahun-tahun terakhir tidak lagi ada. Pernah juga cobain “Ojo Lali” di Jl. Sahardjo (sekitar Tebet), enak ! Tapi saya akan cerita di lain waktu ya. Sekarang saya akan cerita tentang “Kantin Pak Hadi”. Kantin Jawa Timuran yang konon sudah melegenda ada di kawasan Menteng, dan sayangnya saya baru “ngeh” akhir-akhir ini. Padahal saya sudah kerja di Sarinah hampir sembilan tahun loh hahaha.

“Kantin Pak Hadi” ini adanya di Jl. KH Wahid Hasyim, mudahnya dekat dengan “Ikan Bakar Babe Lili” atau tidak jauh dari Stasiun Gondangdia Jakarta Pusat. Tempatnya sederhana. Di bagian luar kantin, ada berbagai tempat mengolah makanan yang jadi menu andalan di tempat ini, apalagi kalau bukan rujak cingur, tahun telor, rawon, dan teman-temannya. Berhubung saya penyuka tahu telor, saya pun langsung memesan tahu telor, sementara partner saya (suami sendiri sebenernya hehehe) memilih rujak cingur. Mantab, kami datang saat kantin tidak terlalu penuh dan pesanan cepat disajikan. Bagaimana penampakan dan rasanya ? Bikin tambah kangeeeeeen. Saya langsung jatuh cinta sama tahu telornya. Tahu telor adalah tahu yang diolah dengan telor, digoreng, kemudian disajikan dengan taburan toge kecil diatasnya, dan terakhir disiram dengan kuah kacang kental yang melimpah. Benar-benar melimpah dan saya harus bilang “wow” untuk kuahnya. Selain itu, kuah kacangnya juga sangat lembut dengan rasa petis yang “ngena” di lidah. Saya ngga akan kometar ala-ala pengamat kuliner ya, tapi saya memang jatuh cinta sama tahu telornya.
 
Mengintip rujak cingur milik partner saya. Tampilannya ngga kalah mengoda. Rujak cingur adalah rujak khas Jawa Timur yang berisi sayuran matang seperti kangkung, tauge, bengkuang, kol, dan timun, plus irisan cigur. Dicampur menjadi satu dengan bumbu atau kuah kadang dengan petis. Meski bukan pencinta rujak cingur, saya juga jatuh cinta dengan bumbunya. Petisnya pas dan bumbunya yang melimpah itu bikin “nyolek” terus tuh rujak cingur. Sepintas, cingurnya juga empuk di lidah.

Sebagai pelepas dahaga, saya pesan es kelapa muda. Disajikan dengan gelas besar, es kelapa muda ini makin melengkapi kerinduan saya sama kuliner kampung halaman. O iya, untuk kisaran harga di “Kantin Pak Hadi” ini  menurut saya standar harga makanan Jakarta. Misalnya rujak cingur dihargai Rp 20.000,- . Rata-rata harga makanan di tempat ini pun masih berkisar di angka itu.  

Nah, selain dua makanan yang saya coba tadi, ada beberapa menu yang gregetan pengen saya coba juga. Sebut saja tahun campun, rawon, dan soto sulungnya. Wah, saya ngga sabar bisa balik kulineran ke tempat ini, mungkin di kesempatan berikutnya sama keluarga besar ya atau sama teman-teman SMA yang kebetulan ada di Jakarta atau sama mantan (whuahahaha ini tidak dianjurkan ya)

Kantin Rujak Cingur
Pak Hadi Khas Surabaya
Jl. Wahid Hasyim 48
Jakarta Pusat
Telpon : 021- 391-0357/ HP: 08581-3333645
Buka : 08.00 – 21.00