Hello Goodbye : Romantisme a la Korea




“Indah” … itu kata yang saya pilih untuk mengawali tulisan tentang film Hello Goodbye yang baru semalam saya tonton. Indah, bukan karena tokoh utamanya memang bernama Indah, tapi film ini rasanya berhasil memikat saya akan Busan, Korea Selatan yang divisualisasikan sangat indah. Pertama kali film ini dibuka dengan adegan Indah ada di pelabuhan, saya sudah bisa merasa film ini akan indah dan kaya akan kutipan-kutipan romantis. Dugaan saya benar, seiring menonton saya sudah mencatat beberapa kutipan “cantik”. Yaaa wajar saja, penulis script film ini adalah Titien Wattimena, yang sudah tidak diragukan lagi jam terbangnya.

Film Hello Goodbye bercerita tentang kisah cinta Indah, seorang perempuan muda yang memulai karirnya dengan bekerja di KBRI di Busan, Korea. Hati dan jiwa Indah sesungguhnya tidak sepenuhnya di Busan. Ia selalu merindukan rumah dan memimpikan berada di negara dan kota yang ia impikan. Target, tujuan hidup dan cita-cita selalu menjadi pegangan Indah. Hal ini kadang justru melemahkannya. Indah seringkali tidak semangat bekerja, apalagi sebagian besar pekerjaannya hanya berkutat pada menemani ibu-ibu pejabat Indonesia yang tengah berkunjung ke Busan.

“Emangnya kamu ngga ada target dalam hidup kamu ?”

Kehidupan Indah berubah ketika Abi, seorang ABK asal Indonesia, terpaksa diturunkan di Busan karena mengalami serangan jantung di tengah perjalanan kapalnya. Oleh atasannya, Indah diminta memantau keadaan Abi, mencari tahu keluarganya, dan memulangkannya ke Indonesia. Disinilah konflik dan romantisme terjadi. Abi yang keras kepala sempat menyulitkan Indah. Tapi, Indah tak kalah keras.

 “Gimana kamu bisa sampai tujuan, kalau kamu ngga tau titik awalnya … “

Atas nama kerja dan tanggung jawab, Indah berhasil melunakkan Abi. Di dalam keras hatinya, sesungguhnya Abi merasa sendiri, begitupun dengan Indah. Keduanya pun saling mengisi, berbagi hari dan cerita bersama, hingga saat perpisahan itu terjadi. Apakah perpisahan iu sungguh terjadi ?

Seperti saya bilang di awal, saya suka film Hello Goodbye ini…sungguh…soalnya bikin saya pengeeeen banget ke Korea. Pengambilan gambarnya (bahasa kerennya sinematografi yaaa) bagus. Di film ini, Korea digambarkan indah, bersih, dingin, tapi sekelilingnya penuh kehangatan, plus sangat kekinian (apalagi fashionnya). Kalau soal wardrobe Indah, saya suka ! Meski sedikit gelap, tapi gayanya mewakili fashion Korea dengan sentuhan Indonesia. Pokoknya saya suka hehehe … Soal adegan, salah satu adegan yang suka adalah saat Indah dan Abi ke sebuah klenteng, dan saat Indah menyusuri jalan-jalan di sekitar pertokoan, INDAH dan menyenangkan !

Nah, kalau soal chemistry yang paling saya suka, ini susah. Ada beberapa yang saya suka, tapi kalau semuanya diceritakan jadi ngga seru. Saya suka saat Indah makan semacam martabak. Abi kala itu ingin meminta makanan itu sedikit, sekaligus meminta rokok. Semacam ada rasa sayang alami yang muncul begitu saja di adegan itu, rasanya pas dan ngga norak. Yaa mungkin faktor pemeran Indah dan Abi memang adalah pasangan di dunia nyata, membuat chemistry keduanya begitu pas. Dialog-dialognya juga terasa pas, seperti keras hati tapi sayang hehehehe (nulisnya sambil senyam-senyum sendiri inget masa muda hahahaha)

Terlepas dengan alur yang sedikit lambat, lokasi pengambilan gambar yang disitu-situ saja, film arahan Titien Wattimena ini tetap jadi salah satu film Indonesia favorit saya. Dibintangi Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto, film ini pun punya jaminan memuaskan mata dan hati. O iya, di film ini pencinta K-Pop juga bisa melihat acting Eru, penyanyi asal Korea yang bernama asli Sung-Hyun. Eru adalah penyanyi solo, sekaligus penulis lagu yang sukses melalui berbagai hitsnya seperti Black Glasses dan White Snow. Ia sudah berkarir sejak tahun 2005 dan kehadirannya di film ini jelas mendapat tempat tersendiri bagi pencinta K-Pop.

Bisa dibilang, film Hello Goodbye muncul di saat yang tepat. Drama romantis di musim hujan (hmmm ada hubungannya ngga ya) dengan bumbu Korea ini pasti mendapatkan perhatian yang besar. Apalagi, film ini juga sudah mencatat prestasi dengan diputar di festival film Busan, Korea Selatan 2012. Jadi, selamat menonton.

“Jangan marah sama perpisahan. Memaki perpisahan, sama saja mengutuk pertemuan …”

  Trailer Hello Goodbye Hello Goodbye